Laporkan Masalah

Analisa spasial tingkat kunjungan Puskesmas :: Studi kasus di Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan

WANDI, Jafri, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Sebagai salah satu bentuk pengembangan sosial dalam lingkup perencanaan pengembangan wilayah, kegiatan pembangunan kesehatan saat ini dihadapkan pada permasalahan pemanfaatan sarana kesehatan yang masih belum optimal, termasuk Puskesmas. Puskesmas Salido dan Puskesmas Lumpo yang mempunyai karakteristik lokasi dan wilayah kerja berbeda, juga memiliki perbedaan pemanfaatan. Puskesmas Salido yang sebagian besar wilayahnya lebih kekotaan, ternyata persentase total kunjungan tahun 2006 hanya 71%, sedangkan Puskesmas Lumpo mencapai 100,54%. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik wilayah kerja dan lokasi, faktor internal Puskesmas, serta pengaruhnya terhadap tingkat kunjungan Puskesmas. Penelitian yang dilakukan pada Puskesmas di Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan ini merupakan comparative case study dengan pendekatan deduktif kualitatif. Ruang lingkup penelitian yaitu tentang aspek spasial Puskesmas meliputi wilayah kerja ( keadaan geografis, saranaprasarana transportasi, sosial-ekonomi, serta keberadaan fasilitas kesehatan lain) dan lokasi (letak, jarak dengan pusat pemukiman, dan jarak dengan fasilitas perekonomian masyarakat). Aspek non spasialnya adalah faktor internal Puskesmas. Kemudian dilihat pengaruhnya terhadap tingkat kunjungan Puskesmas, dengan melakukan komparasi dan overlay peta. Tingkat layanan yang diukur dari kunjungan masyarakat di kedua Puskesmas tersebut sangat berbeda. Puskesmas Salido yang geografis wilayah kerjanya lebih baik dan lebih kekotaan, mempunyai tingkat kunjungan yang jauh lebih rendah. Dari aspek spasial, tingginya tingkat kunjungan di Puskesmas Lumpo kemungkinan disebabkan karena letak puskesmas berada ditengahtengah sebaran pusat pemukiman penduduk dan jarak tempuh yang singkat, serta letaknya yang dekat dengan fasilitas ekonomi (pasar). Pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap kunjungan tampaknya bergantung juga pada keberadaan fasilitas kesehatan lain, pada Puskesmas Salido yang kondisi sosial ekonomi masyarakatnya baik dan banyak terdapat fasilitas kesehatan lain, ternyata mempunyai tingkat kunjungan yang lebih rendah. Dari aspek non spasial tingkat kunjungan tampaknya dipengaruhi oleh kondisi internal Puskesmas seperti rasio fasilitas, rasio tenaga dan kualitas layanan.

As a form of social service development in the context of regional planning, the present public health service faces problem of unoptimal health facility use (including health centre / Puskesmas). With different characteristic and service area, Puskesmas Salido and Puskesmas Lumpo also have different level of services. Puskesmas Salido which is in urban area, can only reached 71 % of potential total visit in 2006, whereas Puskesmas Lumpo has reached 100,54%. Thus this research aims at getting picture on the level of services from spatial analysis respective. The research applies comparative case study with deductive qualitative approach. The focuss is on spatial aspects, covering the service area (geographical aspec, transportation facilities, socio-economic aspect, and other health facilities provision) and venue (location, distance to housing complex and public economic facilities). The non-spatial aspect is the Puskesmas internal factors. The next step is studying the influence on the percentage of Puskesmas visit, by comparative study and mapping overlay. The level of services which is measured from the total visit of patients in those two Puskesmas is widely different. Puskesmas Salido which is spatially and more strategic located has lower visit percentage. From spatial aspect, the high visit to Puskesmas Lumpo is probably due to the health centre site which is situated in the middle of housing area , accessible, and near to the market. The relationship between the socio-economic condition the people and the visit percentage seems to depend on other health centre presence. In Puskesmas Salido, where the patients have better socio-economic condition and the presence of other health care institutions, in fact has lower visit percentage. From the non-spatial respective, the visit percentage seems to be influenced by the internal factors of the Puskesmas such as facility ratio, staff ratio and service quality.

Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan,Analisis Spasial,Tingkat Kunjungan Puskesmas,regional development, spatial, Puskesmas visit percentage


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.