Laporkan Masalah

Prospek pengembangan biodiesel PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

SINGARIMBUN, Immanuel, Prof.Dr.Ir. Masyhuri

2007 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Kelapa sawit memiliki nilai kompetitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber minyak nabati lainnya. Dari sisi produktivitas, kelapa sawit dapat menghasilkan minyak nabati sekitar 6 ton/hatahun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sumber minyak nabati lainnya, seperti jarak pagar, bunga matahari, kedelai, dan minyak serealia lainnya, yang hanya menghasilkan minyak sebesar kurang dari 3 ton/ha/tahun. Sesungguhnya, minyak sawit dan minyak inti sawit dapat diolah menjadi berbagai produk industri hilir, baik untuk pangan maupun non pangan (oleokimia). Sejalan dengan semakin langka dan mahalnya bahan bakar minyak dari fosil (BBM), dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan, kini dunia melirik potensi penggunaan sumber bahan bakar nabati (BBN) dari kelapa sawit, sebagai energi alternatif masa depan yang menghasilkan emisi CO dan CO 2 lebih rendah dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Atas pertimbangan di atas maka pengembangan biodiesel merupakan peluang cukup cerah di masa yang akan datang Menurut Gerhard Knothe (2002), biodiesel adalah minyak diesel alternatif yang secara umum didefinisikan sebagai ester monoalkil dari minyak tanaman, lemak hewan, dan minyak jelantah. Biodiesel diperoleh dari hasil reaksi transterifikasi antara minyak dengan alcohol monohidrat dalam suatu katalis KOH atau NaOH. Reaksi transterifikasi berlangsung 0,5 -1 jam pada suhu sekitar 40°C hingga terbentuk dua lapisan. Lapisan bawah adalah gliserol dan lapisan atas metil ester. Metil ester dicuci dengan air dan disaring untuk menghilangkan. Untuk membangun unit prosesing biodisesel diperlukan analisis dan pengkajian yang mendalam menyangkut besaran kapasitas, teknologi yang digunakan dan pola pemasarannya

Oil palm has a higher competitive value compared to the other vegetable oil resources. In terms of productivity, oil palm can produce vegetable oil for about 6 tons/hectare/year, much higher compared to what can be produced from the other vegetable oil resources, such as castrol-oil plant, sun flower, soy bean and the other cereals oil that can only produce oil for less than 3 tons/hectare/year. Actually, palm oil and kernel palm oil can be processed into various tertiary products, either edible or non-edible (oleo chemistry). In line with the increasingly rare, and expensive fossil-orginated petroleum, and the growing community’s awareness of the environment conservation, the world is currently looking at the potensial use of oil-palm as vegetable oil resource, taht can be a future alternative energy producing emission of CO and CO2 lower than that produced from the use of fossiloriginated petroleum. Considering this situation, the development of biodiesel has and adequate bright opportunity in the future. According to Gerhard Knothe (2002), boi-diesel is the alternative diesel oil which is generaly defined ester monoalkyl obtained from vegetable oil, animal fat and used coconut-originated cooking oil. Bio-diesel is resulted from the reaction of trans-terrification between oil and alcohol monohaidrate in a catalyst of KOH or NaOH. The raection of trans-terrification lasts for 0.5 to 1.0 hour at the temperatur of about 40°C until two leyers are formed. The lower layer is glyserol and the upper layer is methyl ester. The methyl ester is washed with water and than is filtered to removed. To build a bio-diesel processing unit, a deep analysis and study on the size of the capacity, the technology to be used and is pattern of marketing as needed.

Kata Kunci : Industri Kelapa Sawit,Pembuatan Biodiesel, vegetable oil, oleo chemistry, fossil-originated petroleum, vegetable oil-originated fuel, alternative energy, bio-diesel, reaction of trans-terrification, catalyst.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.