Analisis potensi pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Sleman periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2006
ASNAWI, Muhammad Arif, Hardo Basuki, Dr.,M.Soc.Sc
2007 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis potensi penerimaan, mengevaluasi tingkat efisiensi dan tingkat efektivitas pemungutan pajak pemanfaatan air bawah tanah, menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman pengelolaan pajak pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Sleman. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis potensi tahun 2006, efisiensi dan efektivitas selama periode tahun 2003 - 2006 , dan SWOT terhadap pajak pemanfaatan air bawah tanah. Data yang digunakan adalah data sekunder periode waktu tahun anggaran 2003–2006 yang diperoleh dari Badan Pengeloaan Keuangan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarata, Dinas Pengairan Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Sleman dan instansi terkait di Kabupaten Sleman serta data primer berupa data lapangan. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan : 1. Potensi pajak pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Sleman tahun 2006 adalah sebesar Rp 1.876.957.282,-. Realisasi yang dicapai sebesar Rp. 1.139.033.830,-, dari angka tersebut baru 60,68% dari potensi yang dikelola oleh Pemerinyah Daerah. 2. Tingkat efisiensi pemungutan pajak pemanfaatan air bawah tanah selama periode penelitian berturu-turut dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2006 adalah 1,01%, 1,03%, 1.10%, dan 0,66%, kesemuanya menunjukkan predikat sangat efisien. 3. Tingkat efektivitas pemungutan pajak pemanfaatan air bawah tanah selama periode penelitian yang dihitung berdasarkan perbandingan antara target yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dengan realisasi penerimaan menunjukkan berturut-turut dari tahun 2003 – 2006 adalah 114,57%, 102,76%, 94.22%, dan 132,29%. Hal tersebut menunjukkan bahwa BPKD Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengelola pajak pemanfaatan air bawah tanah dapat dikatakan sangat efektif. Penghitungan berdasarkan perbandingan antara target pajak pemanfaatan air bawah tanah dengan potensi yang ada pada tahun 2006, menujukkan bahwa tingkat efektivitas pungutan pajak pemanfaatan air bawah tanah 60,68% dan tergolong cukup efektif. 4. Prosedur atau sistem pungutan pajak pemanfaatan air bawah tanah di Kabupaten Sleman BPKD Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi pada kwadran I (Strategi bertumbuh) yang ditunjukan dengan koordinat (0,41; 0,46) artinya bahwa lingkungan eksternal atau peluang yang di miliki lebih besar dari pada internal atau kekuatan dan berada pada pertumbuhan yang stabil. Strategi yang digunakan adalah strategi S/O yaitu menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.
The study is aimed at bringing about an analysis on potential income from tax, evaluation of efficiency level and effectiveness level of tax collection on underground water use, an analysis on strength, weakness, opportunity and challenge for the management of underground water use tax in Sleman Regency. The instruments in use includes potential analysis of year 2006, efficiency and effectiveness during the period of 2003-2006 and SWOT on tax for underground water use. Data collected contains the secondary data in fiscal years of 2003 through 2006 obtained from Badan Pengelolaan Keuangan of the Province of Special District of Yogyakarta, the office of Drainage Excavation and Disasters Management of Sleman Regency and related institutions in Sleman Regency and primary data in the form of field data. From the study, we can conclude that: 1. Potential tax on underground water use in Sleman Regency during 2006 was of Rp 1,876,957,282. Of the figure, Rp 1,139,033,830 was realized, in which only 60.68% is managed by the local government. 2. Efficiency rate of tax collection from underground water use during the period of interest from 2003 through 2006 are 1.01%, 1.03%, 1.10% and 0.66%, respectively, where all indicates very efficient. 3. Effectiveness rate of tax collected from underground water use during the period of interest, which is calculated according to the comparison between the target determined by the local government and the collection realization during 2003 – 2006 are of 114.57%, 102.76%, 94.22% and 132.29%, respectively. It indicates that BPKD of the province of Special District of Yogyakarta in managing the tax from underground water use is very effective. The calculation according to the comparison between the target tax from underground water use to the potential existing in 2006 indicates that the effectiveness rate of tax collection from underground water use is of 60.68% and is significantly very effective. 4. The procedure or the mechanism of underground water use tax collection in Sleman regency according to BPKD of the province of special district of Yogyakarta is below the position on quadrant I (growing strategy) on coordinate of (0.41 and 0.46) which means that the external environment or opportunity at hand is larger than the internal one or strength and on the stabile growth. Strategy used is S/O strategy, that is creating strategy using strength to make a good use of the opportunity.
Kata Kunci : Pajak Daerah,Efisiensi dan Efektivitas,Tax on underground water use, efficiency, effectiveness, SWOT and potential