Strategic Alignment dengan Balanced Scorecard untuk perbaikan PDAM Kota Padang
GUNAWAN, Iman, Harsono, Dr.,M.Sc
2007 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini dilakukan menanggapi fenomena sebagian besar PDAM yang ada di Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dimana hanya 9 persen dari 319 PDAM yang ada di Indonesia berada dalam kondisi sehat. PDAM Kota Padang adalah salah satu dari perusahaan daerah air minum yang berada dalam kondisi tidak sehat. PDAM Kota Padang menghadapi permasalahan yang sangat kompleks mulai dari besarnya kerugian, tingkat kehilangan air yang tinggi, cakupan pelayanan yang rendah, tarif jual air yang tidak bisa menutupi biaya produksi, inefisiensi tenaga kerja, campur tangan Pemda dan DPRD. Adanya tuntutan program privatisasi PDAM oleh pemerintah menambah kompleksnya masalah yang dihadapi PDAM Kota Padang. Tuntutan privatisasi mengharuskan PDAM Kota Padang untuk membenahi permasalahan organisasinya. Langkah awal untuk mengetahui persoalan organisasi yang dihadapi PDAM Kota Padang adalah dengan melakukan diagnosa pola patologi alignment dengan tujuan mengidentifikasi misalignment organisasi dilihat dari empat indikator organisasi alignment yaitu strategi, karyawan, pelanggan, dan proses. Dari hasil itu diketahui PDAM Kota Padang mempunyai kecenderungan misalignment strategy interruptus dimana kegagalan organisasi terjadi karena strategi yang sudah dirumuskan tidak dapat dieksekusi. Untuk memperbaiki misalignment tersebut dilakukan dengan membangun fondasi organisasi yang self-aligning dengan menggunakan alat manajemen Balanced Scorecard untuk aligning strategy, implementation tools dan sebagai sistem manajemen strategik. Diawali dengan mengkaji misi visi perusahaan, dilanjutkan dengan analisis posisi dan strategi umum yang menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam lingkungan bisnis PDAM Kota Padang. Dari analisis tersebut diketahui bahwa posisi PDAM Kota Padang dalam lingkungan bisnisnya adalah Turn Around dimana hal ini mengindikasikan bahwa PDAM Kota Padang mempunyai peluang pasar yang sangat besar tetapi tidak dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan optimal karena lemahnya sumber daya yang dimiliki. Dengan mengetahui posisi PDAM Kota Padang dalam lingkungan bisnisnya, langkah selanjutnya adalah merumuskan strategi dan strategi alternatif, membuat tujuan dan sasaran-sasaran jangka panjang. Menciptakan strategy maps berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard adalah sebagai alat untuk merealisasikan sasaran jangka panjang yang kemudian diterjemahkan lagi ke dalam indikator- indikator pengukuran kinerja jangk a panjang dan jangka pendek bersifat tahunan sebagai pedoman untuk merancang program kerja agar dapat dilakukan dengan terarah dan terfokus yang pada akhirnya PDAM Kota Padang dapat mencapai misi dan visinya.
This thesis is to respond phenomenon of majority urban water supply in Indonesia on crisis condition where only 9 percent from 319 local water utilities (PDAMs) has good performance. Padang local water utility (PDAM) is one of urban water supply that has a bad condition. Padang local water utility (PDAM) have many complexity problems as indicated among others negative cash flow, high water losses, low services area, low water tariff that could not cover production cost, inefficiency staff ratio, low independent decision which always interrupted by local government and council of local assembly. PDAM is pushed by government to become as a private company which add more complexity problems that faced up by Padang local water utility. Assertion to private, Padang local water utility has (PDAM) to fix up its organizational problems. The first step to know organizational problems that facing up by Padang water local utility (PDAM) is to conduct diagnostic pattern of alignment pathology to identify organization misalignment are based on four organization alignment indicators such as strategy, people or employee, customer, and process. From diagnostic results are known that Padang local water utility (PDAM) have a misalignment Strategy Interruptus where organization failure happen because of strategies that are formulated could not be executed. To correct that misalignment Padang local water utility (PDAM) has to build foundation of organization that self-aligning with using Balanced Scorecard as a management tools for aligning strategy, implementation tools, and as a strategic management system. Starting with analyze company’s mission and vision, analyze position and grand strategy which analyze strengths, weaknesses, opportunities, and threats in water supply business environment. From that analysis are known that position of Padang local water utility (PDAM) in its business environment is Turn Around which indicated that Padang local water utility (PDAM) have a big opportunities but it could not take optimal benefit from that opportunities because the weaknesses of resources. With know position of Padang local water utility in its business environment, the next step is to formulate the strategy and alternative strategy, create long term objectives and targets. Create strategy maps that are based on four perspective of Balanced Scorecard is to realize long term targets that then to be interpreted into long term and yearly short term performance indicators as a reference to design work programme for right direction and focus that and at the end Padang local water utility (PDAM) can achieve its mission and vision.
Kata Kunci : Kinerja PDAM,Strategic Alignment,Balanced Scorecard,alignment, self-aligning, balanced scorecard, strategy maps, performance indicator