Analisis fenomena anomali pasar January Effect dan korelasi diantara tiga Emerging Stock Market Asia periode 2000-2006
FAUZI, Nurul, Sukmawati, Prof.,Dr.,MM
2007 | Tesis | Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk menguji dugaan adanya fenomena anomali pasar January Effect di tiga emerging stock market Asia yang diamati yaitu Shanghai Stock Exchange, Bombay Stock Exchange dan Jakarta Stock Exchange, serta menguji dugaan adanya korelasi diantara ketiga emerging stock market tersebut selama periode tahun 2000-2006. Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah tahun 2000-2006, yaitu periode dimana ketiga pasar modal tersebut mulai bebas dari pengaruh krisis Asia 1997 dan mengalami pertumbuhan komposit indeks yang sangat bagus. Penelitian dimulai dengan pengumpulan closing price bulanan dari komposit indeks untuk ketiga pasar modal, sehingga didapatkan 84 bulan rata-rata pengembalian saham untuk masing-masing pasar modal, untuk selanjutnya diuji dengan menggunakan One Way Anova, independent sample t-test dan analisis korelasi. Masing-masing pasar modal diuji secara terpisah untuk menentukan ada tidaknya January effect, dan kemudian diuji secara berpasangan untuk menentukan adanya korelasi dari pengembalian saham bulanan dari ketiga pasar modal tersebut. Hasil pengujian dengan menggunakan One Way Anova dan independent sample ttest adalah ternyata pada ketiga pasar modal yang diuji tersebut tidak ditemukan adanya fenomena January Effect. Temuan ini mendukung beberapa penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa pada emerging stock market memang tidak banyak ditemukan fenomena anomali pasar January Effect. Analisis korelasi silang diantara ketiga pasar modal tersebut menghasilkan temuan untuk pasar modal yang banyak mengalami pembatasan-pembatasan dari pemerintah seperti halnya Shanghai Stock Exchange maka pasarnya akan bersifat segmented dari pasar lainnya dan korelasi diantara pasar tersebut dengan kedua pasar lainnya lemah, sebaliknya untuk pasar modal yang tidak mengalami pembatasan-pembatasan pasarnya akan bersifat integrated dan korelasi diantara pasar tersebut akan kuat dan signifikan sebagaimana yag ditunjukkan oleh Bombay Stock Exchange dengan Jakarta Stock Exchange.
The objectives of this study is to test the hypothesis that, there are a market anomalies in three emerging stock market Asia; Shanghai Stock Exchange, Bombay Stock Exchange and Jakarta Stock Exchange, and to test the correlation between those three emerging stock markets between 2000 – 2006 period. This period is chosen because the growth of the composite index for those three emerging stock market was marvelous. This research begins with the collection of monthly closing price from composite index of the three stock markets. For each market we gated 84 month average return, and then this data is tested using One Way Anova, independent sample t-test and correlation analysis. The result of One Way Anova and independent sample t-test is that there is no January effect found in any of the stock market. This result supports the previous research in which it conclude that there is a little January effect phenomena found in emerging stock market. The cross correlation analysis between the three market conclude that the market that experience barriers such as Shanghai Stock Exchange is more segmented from the other market, and the correlation between that market and the other two market is weak. In contradictory, those markets which did not experienced barriers, the market is integrated and the correlation between them is strong and significant as shown in Bombay Stock Exchange and Jakarta Stock Exchange.
Kata Kunci : January effect, anomali pasar, emerging stock market, segmented dan integrated, market anomalies