Laporkan Masalah

Pengaruh Value at Risk valuta asing pada profitabilitas bank umum swasta nasional devisa di Indonesia

PANGGABEAN, Priska Basariana, Indra Wijaya Kusuma, Prof.Dr.,MBA

2007 | Tesis | Magister Manajemen

Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan, yang dalam menjalankan kegiatan guna mendapatkan hasil usaha (return) selalu dihadapkan pada risiko. Salah satu risiko yang dihadapi dan dikelola bank adalah risiko pasar, yang merupakan risiko kerugian bank pada posisi on maupun off balance sheet akibat perubahan harga pasar dari instrument keuangan, valuta atau komoditi lainnya. Untuk mengelola risiko valuta asing dilakukan manajemen valuta asing yang bertujuan membatasi posisi eksposur masing-masing mata uang asing serta memonitor kegiatan jual beli supaya posisi valuta asing terkendali. Internal model yang digunakan bank untuk mengukur eksposur risiko tersebut adalah Value at Risk, yang merupakan pendekatan pengukuran kemungkinan risiko pasar pada posisi portofolio, pada confidence level dan selama holding period tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendekatan Value at Risk pada profitabilitas Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia. Dengan menggunakan 17 bank sebagai sampel penelitian, maka pengukuran risiko valuta asing dilakukan dengan menggunakan Variance-Covariance Method, dengan confidence level 95% dan holding period 3 tahun, selama periode 2003-2006. Setelah nilai VaR masing-masing bank diketahui, diregresikan dengan ROE dan ROA sebagai ukuran profitabilitas dan didukung rasio CAR,NPL,LDR,BOPO sebagai variabel kontrol. Hasil regresi menunjukkan VaR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE Bank Umum Swasta Nasional Devisa, namun VaR tidak mempengaruhi ROA Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Hasil ini mengindikasikan, dengan mengetahui potensi kerugian yang dihadapi pihak Bank, justru semakin mendorong Bank meningkatkan kinerja pengelolaan modal untuk memperoleh laba dan meningkatkan ROE. Di sisi lain, peningkatan laba dari pengelolaan valuta asing bukan merupakan sumber pendapatan operasional Bank yang utama, sehingga tidak mempengaruhi ROA Bank.

Bank is an institution which acts as a financial intermediary. Running its business in order to get some return, bank is always exposed to risks. One out of many risks faced and managed by bank is market risk, which is the risk of on and off balance sheet loss caused by the change in market price of its financial instruments, foreign exchange, and other commodities. Foreign exchange risk is managed by limiting the exposure of each currency and monitoring the foreign exchange activities in order to control its position. Internal model used by bank to measure the risk exposure is called Value at Risk (VaR). VaR is an approach to measure the possible risk exposure on portfolio position, on certain confidence level and holding period. This research is aimed to tests the VaR approach on the profitability of Foreign Private Exchange Bank in Indonesia. By using 17 banks as the samples, the measurement of foreign exchange risks is done by the variance-covariance method, with 95% level of confidence and 3 years holding period, from 2003-2006. Knowing the VaR of each bank, regression will be done between ROE and ROA as the measures of profitability, while CAR, NPL, LDR, BOPO ratios will act as controlling variables. The regression result shows that VaR has a positive and significant effect on the ROE of Foreign Private Exchange Bank, but VaR does not affect ROA. This indicates that by knowing the loss potential it faced, the bank pushes itself to improve its capital management in order to get some return and improve ROE. On the other side, the return improvement of the foreign exchange management is not the main source of return for the bank, and so it does not affect ROA.

Kata Kunci : Manajemen Resiko,Valuta Asing,Value at Risk,Profitabilitas Bank, Value at Risk, foreign exchange, variance-covariance method, bank profitability.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.