Analisis kapabilitas strategik dan organisasional bisnis LNG Pertamina
NANDIKA, Ade Dirawashita, Ainun Na'im, Dr.,MBA
2007 | Tesis | Magister ManajemenIndonesia yang saat ini masih menjadi exportir LNG terbesar didunia melaksankan bisnis LNG melalui Pertamina yang ditunjuk sebagi penjual mewakili Pemerintah. Selanjutnya dalam tahap pelaksanaannya, Pertamina membuat organisasi Bisnis LNG yang terdiri dari 3 Dinas yaitu Pemasaran, Penjualan dan Transportasi bersama PSC (Production Sharing Contract) yaitu ExxonMobil,Total Indonesie, Vico Indonesia dan Chevron Indonesia, untuk memasarkan serta menjual LNG Indonesia. Awal proses pembentukan Joint Management Group (JMG) ini dilaksanakan tahun 1976 dengan SK Direktur Utama Pertamina No.735/Kpts./DR.DU/1976. Saat itu Pertamina belum mempunyai prinsip-prinsip maupun bentuk kerjasama (Joint Venture) yang sesuai/modern seperti sekarang ini. Meskipun Bisnis LNG ini merupakan bisnis “titipan†Pemerintah, namun bisnis ini bagi Pertamina dapat menjadi salah satu sumber pemasukan keuangan yang cukup signifikan khususnya dari “Fee“ penjualannya. Dengan melihat perubahan lingkungan bisnis eksternal maupun internal saat ini, serta analisa industri dan persaingan, evaluasi daya saing dan kemampuan sumber daya saat ini, maka dirasa perlu mengusulkan bagi Pertamina untuk mengubah organisasi LNG yang ada saat ini menjadi suatu Strategic Business Unit, yang dapat memberikan keuntungan bagi Pertamina serta dapat mengakomodasi perubahan eksternal maupun internal. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa organisasi pemasaran dan penjualan LNG yang dibentuk pertamina saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan/ perubahan bisnis penjualan LNG dunia. Hal ini mengakibatkan performance keseluruhan cenderung menurun. Terdapat birokrasi yang cukup menghambat serta kerugian internal khususnya pada sistim “cost sharing†yang terjadi pada Pertamina dibandingkan dengan kontraktor production sharing-nya. UU MIGAS No.22 tahun 2001 juga berperan aktif dalam usulan perubahan ini, selain faktor internal dan eksternal lainnya. Beberapa strategi bagi Pertamina untuk melaksanakannya antara lain adalah pendekatan aktif pada pemerintah agar memberikan kejelasan dalam kebijakan energi khususnya LNG Indonesia, mensosialisasikan dengan PSC terkait akan pentingnya organisasi baru yang lebih “fairâ€, melaksanakan inovasi dalam hal pemasaran maupun penjualan, melaksanakan pemberdayaan SDM yang ada, menjaga hubungan baik dengan pembeli, melakukan continous improvement dan melakukan efisiensi dalam rantai LNG
Today Indonesian LNG (ILNG) is still the biggest exporter in the world in contract quantity’s volume basis. ILNG’s market for Japan, Korea and Taiwan. Operating since 1977, make ILNG is the biggest market share especially in Asia Pacific’s Market. ILNG is managed by consortiums of 4 (four) big Oil & Gas Companies which is consist of : Pertamina, ExxonMobil Indonesia, Total E&P Indonesie, Vico Indonesia and Chevron E&P Indonesia. Government of Indonesia appointed Pertamina as a leader for marketing and as a sole seller existing LNG contract. In the beginning of 1977, all parties agreed to build the joint management group to market ILNG. Now, changes of the World’s LNG Business environment as an external factor and Indonesian energy policy (incl. new Oil and gas Law) as an internal factor is the reason to push ILNG’s organization to change. Otherwise, ILNG will not achieve its target revenue as a one of revenue’s income for Indonesian government or at the worst ILNG will be declined. The most important and urgent thing to change is the organization itself including the strategies. The analysis used in this thesis is an industrial and competitive analysis which is a resulted proposal of a new ILNG organization and its strategies. There are several tools used to identify and to define the new organization. The tools are Industrial Macro Environment, SWOT Analysis, Porter’s Five Forces, Industrial Key Success Factors, Nalebuff’s value net and Building resources strength and organizational capabilities. The main result of this analysis of current ILNG Organization and its strategy is not accommodating yet to the change of today world’s LNG Business. Therefore, this thesis comes with a proposal of a new ILNG organization including its structure and strategies as a strategy business unit.
Kata Kunci : lingkungan bisnis, perubahan organisasi, Bisnis LNG Pertamina, Contractor Production Sharing (PSC), Change of LNG Business environment, Change of organization, Strategies formulation, Strategic Business Unit