Penilaian perusahaan privat :: Studi kasus Perusahaan Mas Sokka
BACHSAL, Raditya Iriawan, Slamet Sugiri, Prof.Dr.,MBA
2007 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai Perusahaan Mas Sokka pada kondisi status quo, yaitu pada kondisi dimana perusahaan dikelola oleh manajer yang sedang menjabat pada saat ini. Peneliti menggunakan model aliran kas terdiskon untuk memperkirakan nilai intrinsik Perusahaan Mas Sokka, yaitu dengan melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan aliran kas di masa mendatang. Perusahaan Mas Sokka merupakan perusahaan privat berbentuk perseorangan, yang bergerak di industri pembuatan genteng. Dengan demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam penelitian ini, antara lain dalam hal laporan keuangan dan perusahaan pembanding. Laporan keuangan perusahaan privat tidak diwajibkan untuk diaudit oleh akuntan publik, dan hal tersebut akan mempengaruhi keandalan data yang digunakan. Sementara itu, pada saat ini tidak terdapat perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta yang bergerak di industri pembuatan genteng. Hal tersebut menyebabkan peneliti harus menggunakan kriteria lain dalam menentukan perusahaan pembanding tersebut. Hasil analisis memperlihatkan bahwa Perusahaan Mas Sokka diperkirakan akan mengalami penurunan aliran kas bebas untuk perusahaan (FCFF) di masa mendatang. Nilai tambah ekonomis (EVA) perusahaan juga diperkirakan akan mengalami penurunan dan bernilai negatif. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sedang terjadi pemusnahan modal perusahaan. Peneliti memperkirakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan manajer untuk mengelola perusahaan dengan risiko tinggi sebagaimana halnya Perusahaan Mas Sokka, sehingga manajer diperkirakan tidak akan mampu menciptakan keunggulan kompetitif di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, peneliti pun telah memberikan beberapa saran kepada manajer dan pemilik perusahaan dalam rangka meningkatkan nilai Perusahaan Mas Sokka.
This research is aimed to estimate the value of Mas Sokka Enterprise in status quo condition, i.e. condition in which this firm has been managed by incumbent manager. Researcher have used discounted cash flow model to estimate intrinsic value of Mas Sokka, by looking at its ability to deliver future cash flows. Mas Sokka Enterprise is a private firm in the form of sole proprietorship, operated in roof tile-making industry. Thus, there are some constraints the researcher run into e.g. in terms of financial statements and comparable firms. Financial statements of a private firm do not necessary audited by public accountant and this matter would influence the reliability of the items being used in the analysis. Meanwhile, there are no public companies listed in Jakarta Stock Exchange nowadays that operate in the business as Mas Sokka does. This constraint has prompted the researcher to use other criteria. The results of this research show that Mas Sokka is estimated to come to decline in free cash flows to the firm (FCFF). Its economic value added (EVA) is estimated to come to decline as well and in negative values. These indicate that the firm has been destroying its capital. Researcher considers that they are caused by the incompetence of the incumbent manager to manage a high risk firm as Mas Sokka does, that the manager is considered to cannot afford to create competitive advantages in the firm. Thus, the researcher has suggested some notions to both the manager and the owner of the ways to increase Mas Sokka’s value.
Kata Kunci : Nilai Perusahaan,Aliran Kas Bebas,Tingkat Reinvestasi, Reinvestment rate, growth rate in operating income, return on capital (ROC), cost of capital (WACC), free cash flows to the firm (FCFF), economic value added (EVA)