Laporkan Masalah

Risiko dan dampak gempabumi terhadap prasarana dan sarana air minum PDAM di Kecamatan Bantul

UTAMA, Hosen, Dr. H.A. Sudibyakto, MS

2008 | Tesis | S2 Magister Geo Informasi dan Penataan Ruang dan M

Prasarana dan sarana PDAM di Kecamatan Bantul mengalami kerusakan akibat gempabumi tektonik tanggal 27 Mei 2006. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis dampak yang diakibatkan oleh gempabumi tektonik dengan kekuatan gempa 6.3 SR terhadap prasarana dan sarana PDAM dan mengkaji distribusi spasial risiko jaringan prasarana air minum PDAM Kecamatan Bantul terhadap gempabumi serta mengkaji pentingnya perencanaan jaringan prasarana dan sarana PDAM yang memperhatikan faktor risiko gempabumi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei. Sebelum melakukan survei lapangan dilakukan pembuatan peta kerja yang didapat dari data skunder. Peta kerja berupa peta risiko dengan variabel peta bahaya dan peta jaringan prasarana dan sarana PDAM, dalam pembuatan peta bahaya variabel yang digunakan adalah amplifikasi tanah, percepatan tanah maksimum, geologi dan air tanah bebas. Peta risiko ini divalidasi kelapangan dengan melihat tingkat kerusakan prasarana dan sarana PDAM yang terjadi pasca gempabumi pada masing-masing zona risiko dengan cara pengambilan sampel secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Bantul terbagi menjadi 3 (tiga) zona risiko gempabumi terhadap prasarana dan sarana PDAM, yaitu risiko tinggi,sedang, dan rendah. Dilihat dari lokasi kerusakan umumnya mengarah ke timur dan selatan Kecamatan Bantul yaitu pada Desa/Kelurahan Palbapang, Desa/Kelurahan Trirenggo, dan Desa/Kelurahan Sabdodadi. Tingginya tingkat kerusakan tidak hanya ditentukan oleh tingkat zo na risiko tetapi juga oleh banyaknya prasarana dan sarana yang berada pada zona- zona tersebut. Jaringan prasarana PDAM yang tersebar di 3 (zona) risiko umumnya berupa pipa PVC, sebab awal perencanaan pembangunan jaringan prasarana dan sarana, PDAM tidak memperhitungkan faktor risiko gempabumi.

PDAM Infrastructures in Bantul Sub district experienced severe damage caused by a tectonic earthquake on May 27th 2006. These research objectives are to analyze the impact of earthquake with magnitude 6.3 SR to the PDAM infrastructures network, to assess a spatial risk of water supply infrastructures network of PDAM, and to assess the importance of infrastructure planning that considering to the earthquake risk. The research used survey method conducted based on a work map. This map was generated based on secondary data. This data consist of risk map with hazard map and infrastructures network map as variables. Hazard map was constructed based on ground amplification, peak ground acceleration, geology, and aquifer. This risk map was validated in the field by compare risk map and actual damages. Actual damage information in the field was collected by purposive sampling method. The result shows that Bantul Sub district was divided into 3 earthquake risk zones of PDAM infrastructures. There are high risk, medium risk, and low risk. The damage area commonly placed on the east and southern part of Bantul Sub district i.e. Palbapang, Trirenggo, and Sabdodadi village. The damage level was not only influenced by risk zone level but also by the number of infrastructures. Water supply networks in all risk zones are commonly made from PVC because in the infrastructure planning, PDAM did not consider about earthquake risk factor.

Kata Kunci : Gempa Bumi Tektonik,Kerusakan Prasarana dan Sarana,Tectonic earthquake, hazard map, risk map, PDAM infrastructures


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.