Laporkan Masalah

Risiko jaringan air minum terhadap awan panas dan lahar gunungapi Merapi di Kecamatan cangkringan Kabupaten Sleman

PUSPANI, I Gusti Ayu Lily, Dr. Sunarto, MS

2008 | Tesis | S2 Magister Geo Informasi dan Penataan Ruang dan M

Risiko terhadap bencana Gunungapi Merapi adalah kemungkinan terkena bencana dan kemungkinan kehilangan yang mungkin terjadi pada kehidupan dan atau sarana prasarana fisik yang diakibatkan oleh awan panas dan lahar Gunungapi Merapi. Penelitian ini adalah risiko jaringan air minum terhadap awan panas dan lahar di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Metode penelitian menggunakan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi yang diterbitkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tahun 2002, skala 1:50.000 dan Peta Rupa Bumi Sistem Jaringan Air Bersih Bebeng, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jalan penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pralapangan, lapangan, dan pascalapangan. Tahap lapangan adalah menyusuri dari sumber mata air Bebeng, pipa transmisi sampai dengan Cewengan. Tahap pascalapangan adalah pembuatan dan analisis peta risiko jaringan air minum terhadap awan panas dan lahar Gunungapi Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Risiko rusaknya jaringan pipa air minum di Kecamatan Cangkringan disebabkan oleh bencana awan panas dan lahar Gunungapi Merapi. Awan panas dan lahar menutup sumber mata air Bebeng dan membuat putus serta rusak pipa transmisi air minum di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan putus sepanjang 150 m. Risikonya suplai air minum ke masyarakat akibat erupsi Gunungapi Merapi terhenti sehingga 13.870 pelanggan air minum di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman dan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten tidak mendapat air minum.

The disaster risk of Merapi Vo lcano eruptions is the unexpected losses of human life including damage to the property, and disruption of facilities caused by pyroclastic flows and lahars of Merapi Volcano. This research concerns about the risk of drinking water system due to the pyroclastic flows and lahars of Merapi Volcano. Merapi Volcano vulnerability map with scale 1:50.000 issued by Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta in 2002 and Topographical Map covers the drinking water system in Bebeng, Cangkringan Sub-district, Sleman Regency are used in this research. There are three phases of research activities, pre- field work, field work, and postfield work activities. The field work activity consists of transecting the transmission pipe of drinking water system from the Bebeng Spring until Cewengan. The post- field work activity consists of generating and analyzing the risk map of drinking water system due to the pyroclastic flows and lahars of Merapi Volcano. The risk of drinking water system damage in Cangkringan Sub-district is caused by the pyroclastic flows and lahars of Merapi Volcano. Pyroclastic flows and lahars blocked the Bebeng spring and destroyed the transmission pipe of drinking water system for about 150 meter length in Kepuharjo Village, Cangkringan Sub-district. This event caused 13.870 drinking water customers in Cangkringan Sub-district, Sleman Regency and Kemalang Sub-district in Klaten Regency could not be served.

Kata Kunci : Bencana Alam,Letusan Gunungapi,Resiko Bencana, disaster risk, drinking water system, Merapi Vulcano, pyroclastic flows, lahars


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.