Laporkan Masalah

Vulnerability assessment and coping mechanism related to floods in urban areas :: a Community-based case study in Kampung Melayu, Jakarta, Indonesia

MARSCHIAVELLI, Mone Iye Cornelia, Prof.Dr. Sutikno

2008 | Tesis | S2 Magister Geo Informasi dan Penataan Ruang dan M

Saat ini, banjir menjadi permasalahan yang serius di Jakarta; hal ini disebabkan karena tidak terkontrolnya urbanisasi dan buruknya pengelolaan sungai baik di bagian hilir maupun hulu sungai. Selama banjir 2007, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur termasuk salah satu daerah yang mengalami kerugian paling besar. Kajian penilaian kerentanan sangatlah penting dalam proses pengambilan keputusan pada pengelolaan risiko bencana. Untuk itu, pemerintah lokal dan insitusi‐institusi yang relevan seharusnya serius menyikapi hal ini dan menggunakan informasi yang berasal dari masyarakat lokal sebagai masukan dalam pengembangan dan pelaksanaan rencana tanggap darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan dan kapasitas untuk pengelolaan banjir berbasiskan persepsi masyarakat lokal. Pengambilan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara dengan 83 KK dari 8 RW di Kampung Melayu menggunakan kuesioner. Secara umum, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat untuk bertahan menghadapi banjir erat kaitannya dengan kapasitas dari masyarakat itu sendiri. Kemampuan masyarakat ini dipengaruhi oleh beberapa parameter berdasarkan karakteristik sosial dan ekonomi. Sebagai contoh, masyarakat dengan penghasilan rendah akan lebih menderita kerugian dibandingkan dengan yang berpenghasilan lebih tinggi, karena mereka tidak mempunyai cukup uang yang dibutuhkan untuk proses perbaikan, rekonstruksi, ataupun relokasi akibat banjir. Sebaliknya, masyarakat berpenghasilan tinggi cenderung mengalami kerugian ekonomi yang lebih parah karena nilai aset yang mereka miliki tinggi. Beberapa mekanisme bertahan hidup sudah diterapkan oleh masyarakat dan pemerintah lokal untuk menghadapi banjir. Sayangnya, semua usaha yang dilakukan dirasa masih kurang untuk menghadapi banjir di Kampung Melayu. Pemerintah lokal dan masyarakat di daerah ini seharusnya bekerja sama untuk mengurangi dampak banjir dengan mengikutsertakan masyarakat dalam proses pengelolaan bencana untuk menghadapi banjir secara efektif.

Flooding has become a serious problem in Jakarta. During floods of 2007, Kampung Melayu in the Jatinegara, East Jakarta was the worst hit by the floods. Community have different perceptions on disaster and develop different effort to overcome the hazards. Therefore, local government and relevant institution should investigate this situation and make this information a valuable input in developing and implementing response plans. This research tries to explore the vulnerability as well as the capacity for flood management based on local people’s perception. There were 83 households interviewed using questionnaire. Certain elements at risk related with physical and socio‐economic aspects were identified. Physical information concerned the building structure and building contents. Several socioeconomic characteristics were used as key indicators to analyze the vulnerability of people. In addition, information about flood occurrence, and existing coping mechanisms based on people’s perception also discussed in this research. Generally, the result of this research shows that the ability of people to cope with the flooding is linked with the capacity of the people itself. The capability of people to deal with flooding was influenced by several indicators based on their socio‐economic characteristics. For example, lower income people will experience more suffering than the wealthier, because they cannot afford the costs of repair, reconstruction, or relocation after floods. Although the wealthier are likely to experience a higher degree of economic damage due to possessions of higher value. Several existing coping strategies employed by the local people and local government are discussed in this study. However, all coping strategies and flood measures are not enough to cope with flooding in the study area. Local government and people in this area should cooperate to reduce the impact of flooding using the knowledge of how to address disasters effectively through people’s participation in the process.

Kata Kunci : Banjir,Persepsi Masyarakat,Jakarta, Kampung Melayu, flooding, participatory studies, vulnerability assessment, risk perception, coping mechanism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.