Laporkan Masalah

Kapasitas fiskal dan kemungkinan melakukan pinjaman :: Studi kasus Kabupaten Lombok Tengah, NTB tahun 2007

WINDIA, L. Bayu, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kapasitas fiskal Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) yang terdiri dari : Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak (BHP/BP) masih sangat kecil jika dibandingkan dengan dana yang berasal dari transfer pemerintah pusat, berupa : Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana yang berupa Tugas Pembantuan. Kondisi ini menjadi kendala utama bagi Pemkab Lombok Tengah di dalam memenuhi tuntutan bagi kebutuhan pelayanan umum yang dibutuhkan. Salah satu alternatif pembiayaan yang belum dimanfaatkan adalah yang bersumber dari pinjaman. Hanya saja, pinjaman harus berada di bawah manajemen pengelolaan yang memenuhi syarat dan prosedur legal serta dalam pelaksanaannya, harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis keuangan. Indikator paling pokok di dalam melakukan pinjaman yang selalu diperhitungkan secara cermat, adalah : kemampuan mengangsur atau Debt Service Coverage Ratio (DSCR). Penelitian ini mencoba mengukur variabel mana di antara kapasitas fiskal tersebut, yaitu : PAD dan BHP/BK yang paling berpengaruh terhadap DSCR. Dengan menggunakan analisis sensitivitas ditemukan bahwa variabel BHP/BP ternyata lebih sensitif berpengaruh dibandingkan variabel PAD di dalam menentukan besarnya angsuran pinjaman. Perhitungan menggunakan simulasi, di mana masing-masing variabel kapasitas fiskal tersebut diubah sebesar perubahan yang sama, yaitu 10%. Perhitungan rata-rata selama tahun anggaran 2000-2004 menunjukkan bahwa koefisien sensitivitas pada variabel BHP/BP lebih besar dibandingkan variabel PAD. Koefisien sensitivitas pada variabel BHP/BP nilainya rata-rata sebesar 0,45 sementara pada variabel PAD sebesar -0,33. Artinya, dalam melakukan pinjaman, Pemkab Lombok Tengah harus lebih memperhitungkan besarnya dana BHP/BP dibandingkan PAD.

Fiscal Capacity of the Local Government of Lombok Tengah, such as : own source revenue and tax-sharing are very small compared to amount of the government transfers, such as : block grant (Dana Alokasi Umum = DAU) and specific grant (Dana Alokasi Khusus = DAK). It make the Local Government of Lombok Tengah strongly depend on the central govenment. On the other word, in terms of finance, the Local Govenment of Lombok Tengah is still weak. Loan is the alternative of budget source for local government but must be manged prudently, and using financial technical acountable. The mean indicator to measure local government ability to pay named, Debt Service Coverage Ratio (DSCR). This research aim to measuring both of two variabel of fiscal capacity, such as : own source revenue or tax sharing that more sensitive to influencing DSCR. Using sensitivity analysis proved that tax-sharing variabel more influencing DSCR than own source revenue variabel. As a result of the sensitivity analysis formula found the coefficient = 0,45 for tax-sharing variabel and -0,33 for own source revenue variabel. It means, if the Local Government of Lombok Tengah plan to get loan, they must be more considering for tax sharing than own source revenue.

Kata Kunci : Pinjaman Daerah, Kapasitas Fiskal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.