Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang menentukan Rating Obligasi Syariah di Indonesia

SURIADI, Irwan, Prof.Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Investasi pada obligasi menjadi pilihan yang menarik bagi para investor, saat ini banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi kepada investor yang menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi perusahaan. Hal ini merupakan inti untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang diharapkan yang dijelaskan pada penelitian ini. Akan tetapi di sini terdapat beberapa risiko seperti ketidakmampuan perusahaan untuk membayar bunga dan pokok dari suatu obligasi atau risiko kebangkrutan yang akan dihadapi perusahaan. Dalam hal ini agen pemeringkat melakukan pemeringkatan obligasi perusahaan, ketika suatu obligasi ditawarkan oleh perusahaan. Informasi rating membantu banyak pihak untuk mengevaluasi kualitas suatu obligasi perusahaan. Informasi rating ini juga digunakan untuk mengurangi asymetric information terutama informasi tentang perusahaan. Agen kredit rating tidak melakukan evaluasi secara rutin terhadap rating suatu perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini akan dilakukan prediksi unruk menentukan variabel yang menentukan rating obligasi syariah. Alat analisis yang digunakan adalah Multiple Discriminant Analysis (MDA), hasil nya menunjukkan TLCA (Total Liability to Current Asset), NWSA (Net Worth and long term Liabilities to Current Asset ), CFTA (Cash flow from operating to Total Asset), STA ( Sales to Total Asset ) dan Fee Ijarah memiliki kemampuan untuk menentukan prediksi rating obligasi syariah di Indonesia dengan tingkat prediksi model sebesar 93 % untuk variabel Investment grade dan 7 % sisanya untuk memprediksi rating non investment grade.

Ivesting in bond becomes an interesting choice for some investors since many compaies issued their bonds as one of the source of their financing. It has strong point, the time and the rate of return that have been mentioned in the identure. However, it had some risk such inability of company to pay back for the interest and principal of obligation or famous as default risks. There are some credit ratings agencies that have rate bond securities , which issued by company. The rating information helps many stockholders to evaluate the quality of bond securities. It is also used to reduce asymmetry information about the company information. The challenge are when credit ratings agencies do not routine evaluate and rate the company. To handle this problem we have to make prediction that can be used to determinant syariah bond ratings. By using Multiple Discriminant Analysis (MDA) result show that TLCA (Total Liability to Current Asset), NWSA (Net Worth and long term Liabilities to Current Asset), CFTA (Cash flow from operating to Total Asset), STA (Sales to Total Asset) and Fee having an ability to predict syariah bond rating in Indonesia with rate of model predict 93 % for Investment grade and 7 % for non Investment grade.

Kata Kunci : Obligasi Syariah, Resiko Investasi, Bond rating, Model prediction, Multiples Discriminant Analysis, Syariah bond.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.