Laporkan Masalah

Penilaian Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk kepentingan kemungkinan privatisasi dengan tahun proyeksi 2007

JENIE, Natya Khasyi'ati, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Privatisasi terhadap bandara, yang semula dimiliki sepenuhnya oleh negara dan dikelola oleh perusahaan negara, dapat dilakukan sebagai bentuk divestitur, yaitu equity carve out. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai intrinsik Bandara Adisutjipto Yogyakarta dalam rangka kemungkinan privatisasi. Estimasi nilai intrinsik bandara ini dilakukan dengan metode discounted cash flow. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Data tersebut terdiri dari laporan keuangan dan data volume lalu lintas udara, serta data profil bandara, dan data pendukung lainnya. Tahap awal estimasi nilai adalah memproyeksi laporan keuangan bandara berdasarkan ekspektasi tingkat pertumbuhan pendapatan operasional. Hasil proyeksi ini dipergunakan untuk mengestimasi free cash flows masa depan yang dihasilkan bandara tersebut. Selanjutnya, dilakukan estimasi tingkat diskonto dan menggunakannya untuk mendiskon free cash flows, termasuk nilai terminal, dan mendapatkan nilai sekarang dari free cash flows tersebut. Penjumlahan nilai sekarang dari semua free cash flow ini menghasilkan nilai operasi Bandara Adisutjipto dan nilai intrinsik diperoleh dengan menambahkan nilai aset non operasi pada nilai operasi tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dihasilkan estimasi nilai intrinsik Bandara Adisutjipto sebesar Rp.130.915.066.740,- dengan risk free rate 12% (yield Obligasi Negara) dan Rp.175.668.182.413,- dengan risk free rate 8,25% (suku bunga SBI). Nilai intrinsik ini sangat sensitif terhadap tingkat pertumbuhan konstan dan tingkat diskonto, dengan sensitivitas yang lebih besar terhadap tingkat diskonto. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa nilai intrinsik bandara ini berkisar antara 126.039.417.550 hingga 187.228.184.383.

Airport that was initially fully owned by government and operated by government-owned enterprise can be privatized, as a form of divestiture, which is called equity carve out. The objective of this study is to estimate the intrinsic value of Adisutjipto Airport, in the event of privatization probability. The estimation of the intrinsic value was done by using discounted cash flow method. In this study, the data to be analyzed was secondary data from PT. Angkasa Pura I (Persero) Branch Adisutjipto Airport Yogyakarta. The data consisted of financial statements and air traffic volume, also the profile of this airport and another supporting data. The estimation conducted with forecasting financial statements based on expected growth rate of operating revenue. The result was used to estimate future free cash flows of the airport. Further, the discount rate was estimated and used to discount the future free cash flows, including the terminal value, and achieved the present value of the free cash flows. The sum of the present values represented operating value of Adisutjipto Airport and the intrinsic value was obtained by adding the value of non-operating assets to this operating value. This study shows that Adisutjipto Airport has estimated intrinsic values of Rp.130.915.066.740 with a 12% yield of country bond as risk free rate, and Rp.175.668.182.413 with an 8,25% coupon rate of SBI as risk free rate. These values are very sensitive to the constant growth rate and the discount rate, with more sensitivity to the discount rate. Based on sensitivity analysis, the intrinsic value of Adisutjipto Airport lies on the range of 126.039.417.550 up to 136.487.237.243.

Kata Kunci : Privatisasi Bandara, Penilaian Properti, ilai Intrinsik, privatization, airport, intrinsic value.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.