Kinerja Kantor Pelayanan Pajak Surakarta di bidang Pemeriksaan Pajak
SAKIDI, Dr. Erwan Agus Purwanto
2007 | Tesis | Magister Administrasi PublikDari tahun ke tahun pengeluaran pemerintah selalu meningkat. Konsekuensinya pemerintah harus menggenjot penerimaan. Saat ini pajak menjadi sumber penerimaan yang utama. Oleh karena itu, target penerimaan pajak terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan target tersebut, Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk bekerja keras dengan melakukan berbagai upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak. Beban berat tersebut saat ini belum mampu dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Surakarta, terbukti realisasi penerimaan pajaknya dalam tiga tahun terakhir tidak mencapai target. Berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya intensifikasi pajak melalui pemeriksaan pajak. Namun kinerja pemeriksaan tersebut masih buruk dilihat dari sedikitnya jumlah wajib pajak yang berhasil diperiksa maupun besarnya tagihan pajak yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kinerja pemeriksaan belum optimal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penilaian kinerja pemeriksaan KPP Surakarta dilakukan terhadap pelaksanaan tupoksi di bidang pemeriksaan dengan menganalisis faktorfaktor dominan yang mempengaruhi kinerja pemeriksaan yaitu: struktur organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan, kerja sama, dan lingkungan organisasi. Analisis juga dilakukan terhadap penilaian wajib pajak yang pernah dilakukan pemeriksaan mengenai pelaksanaan pemeriksaan oleh KPP Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pemeriksaan KPP Surakarta belum optimal karena beberapa faktor belum mampu memberikan pengaruh positif bagi pelaksanaan pemeriksaan. Faktor tersebut yaitu: Struktur organisasi belum memisahkan fungsi dengan jelas, kurangnya kompetensi dan jumlah pemeriksa, kepemimpinan belum ideal, rendahnya kerja sama baik internal maupun eksternal instansi, dan beberapa indikator lingkungan internal dan eksternal yang tidak kondusif. Diantara indikator lingkungan organisasi yang tidak mendukung adalah citra negatif pemeriksa pajak, sistem dan prosedur pemeriksaan rumit, sistem adminstrasi masih kacau, kurangnya sarana bagi pemeriksa, jaringan intranet belum memadai, jumlah wajib pajak besar dan wilayahnya luas, budaya kerja yang masih lemah, rendahnya kesadaran wajib pajak, intervensi pejabat, pengawasan auditor kepada pemeriksa lemah, konsultan pajak tidak profesional, dan tidak meratanya wajib pajak yang diperiksa Dengan demikian, saran-saran yang direkomendasikan adalah mempercepat restrukturisasi organisasi, membenahi manajemen SDM pemeriksa pajak, membenahi sistem dan prosedur pemeriksaan pajak, membuka akses data pihak ketiga, meningkatkan peran auditor dalam menjalankan pengawasan kepada pemeriksa, membenahi regulasi konsultan pajak, dan meningkatkan upaya-upaya sosialisasi pajak kepada masyarakat.
Year to year, government expenditure always expands. In the other hand, government must push revenue in order to counter it. Now, tax is our main revenue source so tax revenue target must raise every year. For reaching it, tax department must work hard doing some intensification. This responsibility is not done yet by Surakarta Tax Office, it is proved after three years, tax revenue is far from target. Many strategies has been done by checking tax intensification. But the performance is still worst. It can be see from tax amount and tax obligators. This research was using quantitative approachment to find some factors that influence the checking tax performance. Data collection was done by observation, deep interview and documentation. Surakarta Tax Office judgment was done by “tupoksiâ€. Using main factors that influence checking tax intensification. Organization structure, human resource, leading, cooperation, and organization environment. Analysis was done to tax obligators that ever were being checked by Surakarta Tax Office. The result showed that Surakarta Tax Office performance is not maximize because many factor are not giving positive influence yet. They are: organization structure which is not clearly, less competency of tax officers and their amount, the leader is not optimal, less cooperation between internal and external division and bad organization environment likes band imej of tax officer, complex system and procedure, bad administration system, less facilities, intranet system is not ready yet, large area with so many tax obligators, official intervention, less checking, incompetence tax officer and ungroup of tax obligators. Because of it, we have recommendations to fasten organization reconstruction, make a good human resource development, make a good system and procedure, open line to third side, increase auditor function, regulating tax consultant, and increase tax socialitation.
Kata Kunci : Kinerja Layanan Pajak,Pemeriksaan Pajak, Performance Tax Service, Tax Inspection