Laporkan Masalah

Unsur-unsur Islam dalam seni lukis modern di Indonesia, 1962-1998

PRIYATNO, Agus, Promotor Prof.Dr. R.M. Soedarsono

2007 | Disertasi | S3 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Dua faktor penting yang membentuk kebudayaan modern di Indonesia dewasa ini adalah faktor agama Islam (Islamisasi) dan faktor kebudayaan Barat (oksidentalisasi). Kedua faktor tersebut melahirkan tiga corak kebudayaan dominan, yaitu kebudayaan Islam, kebudayaan Barat, dan kebudayaan hybrid/eklektik yang merupakan hasil sintesis dari kedua faktor tersebut. Kebudayaan hybrid/eklektik terbentuk karena adanya aspek-aspek yang secara ideologis maupun paradigmatis tidak saling bertentangan sehingga terbentuklah kebudayaan baru yang bersifat inovatif dan kreatif. Kebudayaan ini antara lain terdapat pada seni lukis modern, arsitektur, gaya busana, dan gaya hidup. Kebudayaan hybrid/eklektik berupa unsur-unsur Islam dalam seni lukis modern di Indonesia yang mengekspresikan aspek-aspek ritual keagamaan seperti salat, haji, kisah para Nabi, ayat-ayat Quran, pengalaman religius, dan simbol-simbol Islam muncul sejak tahun 1960an. Seni lukis modern yang mempresentasikan semua unsur-unsur Islam tersebut secara visual terdiri dari seni modern kaligrafi, lukisan abstrak, dan representasional. Perkembangan Islam, kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, kebijakan pemerintah, letak geografis, hubungan antarbangsa, dan sebagainya adalah faktor eksternal yang telah memberikan pengaruh terhadap kemunculan seni lukis modern yang bernilai keislaman. Di samping itu kesadaran para seniman untuk membangun identitas diri dan tidak hanya menjadi epigon kebudayaan Barat telah melahirkan corak seni yang berbeda yang memperkaya estetika seni rupa dunia. Hal ini merupakan faktor internal yang mendorong munculnya seni lukis modern bernilai keislaman dalam seni lukis modern di Indonesia.

Indonesian modern culture, recently, is significantly consturcted by two main factors, i.e. Islamic religion (Islamization) and Western culture (occidentalization). Such condition creates three types of dominant culture: Islamic culture, Western culture, and hybrid/eclectic culture – which is a siynthesis between Islamic values and Western culture. Hybrid/eclectic culture is formed because of several aspects that, either ideologically or paradigmatically do not contradict each other so that the new culture, which is creative and innovative, emerges. This type of culture is found in modern art painting, architecture, fashion, life -style, and others. Islamic elements in Indonesia modern painting that expressed ritual aspects of religion such as salat, hajj, stories of the prophets, verses of Holy Koran, religious experiences, and Islamic symbols emerged since 1960s. Visually, these kind paintings can be classified into modern art of calligraphy painting, abstract, and representational. The improvement of Islam and the policy of the government, as well as social, political, economical, cultural conditions, and geographical position, and also the international relationship were the external factors influencing the emergence of modern painting with Islamic values. More to the point, the awareness of the painters to achieve their own identities—not only to be the epigone of Western culture—had created the different type of culture, which had also enriched the aesthetic of world art. This awareness, accordingly, was the internal factor influencing the emergence of Islamic values in Indonesia modern painting.

Kata Kunci : Seni Lukis Mmodern,Islam,Indonesia 1962,1998, Islamic elements, modern painting, Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.