Penyempurnaan manajemen sistem irigasi melalui perbaikan variabel sosio teknis berdasarkan penalaran analogi
YAHYA, Muhammad Hasan, Promotor Dr.Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng
2007 | Disertasi | S3 Ilmu PertanianTujuan penelitian ini adalah untuk : (i) membangun argumen, dengan menggunakan penalaran analogi, yang diperlukan untuk memahami dan menjelaskan konsep atau fenomena yang berhubungan dengan masalah-masalah manajemen dan bersifat kompleks, (ii) menghubungkan pemikiran filosofi, dengan menggunakan penalaran analogi, ke bidang ilmu lain yang dapat membantu dalam penarikan kesimpulan berupa pengetahuan ilmiah, dan (iii) menemukan fenomena masalah manajemen operasi dan pemeliharaan sistem irigasi sebagai bagian dari fenomena masalah manajemen urusan Pemerintah dan pemerintahan daerah dalam memenuhi pelayanan publik, dan (iv) menemukan program pengoperasian jaringan irigasi yang bermanfaat bagi inovasi kelemahan prosedur operasi. Penelitian ini dilaksanakan, dengan menggunakan metode survey, di daerah Irigasi Simo, kabupaten Gunung Kidul pada musim kemarau Tahun 2002 dan musim hujan Tahun 2003, yang merupakan irigasi teknis dengan daerah oncorannya lebih kurang 1.247 ha. Selain itu data juga diambil dari daerah irigasi teknis lainnya yang terdapat di kabupaten Bantul dan Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam upaya untuk memahami permasalahan irigasi secara lebih luas. Data diperoleh dengan menggunakan teknik: studi kepustakaan, wawancara, angket, pengukuran , dan pengamatan (dengan menggunakan kamera). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square (aspek teknis) dan peluang bersyarat (aspek sosial); juga dilakukan verifikasi data dengan metode grafik. Selain itu dalam menilai kinerja sistem irigasi juga digunakan metode pemerian (description). Hasil penelitian menunjukan bahwa analogi dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan konsep kaidah operasi pintu (gate operational rule) dan untuk menemukan konsep partisipasi dalam bentuk tatanan institusi (institutional arrangement) dengan pendekatan koperasi dalam upaya pemecahan masalah-masalah irigasi. Rendahnya kinerja pemberian air di D.I. Simo dipengaruhi olehkelemahan variabel kemampuan manusia dan variabel teknologi pengoperasian jaringan irigasi. Kelemahan variabel teknologi dapat diperbaiki dengan menggunakan perangkat lunak melalui perbaikan kaidah operasi bangunan bagi. Institusi irigasi D.I. Simo belum dapat memberikan insentif ke arah yang dapat meningkatan partisipasi petani dalam pemeliharaan jaringan irigasi. Partisipasi petani dalam bentuk tatanan institusi dengan pendekatan koperasi (co-operative arrangement ), yang dibangun dengan perbaikan kewenangan institusi petani dan kemampuan manusia, merupakan salah satu bentuk partisipasi petani yang dapat digunakan dalam upaya perbaikan rendahnya kinerja pemeliharaan jaringan irigasi. Kelemahan variabel kemampuan manusia dan teknologi, yang dapat diketahui dari nilai indikatornya, mengakibatkan rendahnya kinerja pemberian air irigasi yang berdampak kepada rendahnya kinerja pemeliharaan jaringan irigasi. Perbaikan kelemahan kedua variabel ini termasuk ke dalam pembinaan bidang ketenagaan yang merupakan urusan wajib dan menjadi kewenangan pemerintahan daerah.
The objetives of this research are : (i) to build the argument, by using analogical reasoning, required to comprehend and to explain concepts or phenomena related to a complex management problem in nature, (ii) to connect philosophical thinking to, by using analogical reasoning, realm of another different diciplines that can help in drawing conclusion in the form of scientific knowledge, (iii) to find out the phenomena of operational and maintenance management problem of irrigation system as part of central and district administration affair in providing public sevices, and (iv) to find out the program of operationing irrigation networks, as an effort for improving the weakness of technological variables, which is useful for innovation of the weakness of operational procedure. This research was conducted, by using survey method, at Simo irrigation scheme, the district of Gunung Kidul, in dry season 2002 and rainy season 2003. This irrigation scheme belong to medium scale with its irrigation area about 1.247 ha. In addition, data were collected at another technical irrigation scheme in the district of Bantul and Kolonprogo, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), as an effort to understand extensively the irrigation problems. Data were collected using method of library study, interview, questionnaire, measurement, and observation (using camera). Data analysis were performed using Chi-square test (in technical aspects) and conditional probability (in social aspects); data were also verified by graphic method. In addition, to asses system performance, it was also used description method. Result of the research indicated that analogy can be used as a tool for explaining the concept of gate operational rules and for comprehending the concept of farmer participation in form of institutional arrangements of co-operative approach in effort of irrigation problem solving. The lowness of irrigation operational and maintenance management performance in Simo irrigation scheme was effected by the weakness of the human capability and technological variables. The weakness of technological variabel can be improved by improving gate operational rules of a division structure. Simo irrigation institution doesn’t give an incentive yet to increase farmer participation in maintaining irrigation network. Farmer participation in the form of institutional arrangements of co-operative approach, created by improving farmer institutionauthority and human capability, constitute one of participation form which can be used in effort of increasing the lowness of participation in maintaining irrigation network. The weakness of human capability and technology variables, that is known from their indicator value, result in the lowness of water supply performance which cause an impact on the lowness of irrigation network maintenance. Improvement of the weaknessof these two variables as part of the field of manpower building constitute an obligatory affair that belong to the authority of district administration.
Kata Kunci : Manajemen Sistem Irigasi,Pertanian,Teknologi,Sosio Teknis, Management of Irrigation Systems, Agriculture, Technology, Socio-Technical