Kajian Neuron-Specific Enolase selama Siklus Estrus dan awal kebuntingan pada sapi peranakan ongole
SUPRIYANTO, Promotor Prof.drh. R. Wasito, M.Sc.,Ph.D
2007 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian (Sain Veteriner)Neuron-Specifik Enolase (NSE) diduga sebagai peptida pengatur sistem reproduksi hewan betina. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa imunoreaktifitas terhadap NSE pada sapi betina Peranakan Ongole (PO), ditemukan pada sebagian besar sel-sel epitelia glandula endometrium sapi tidak bunting dan bunting. Penelitian dibagi menjadi 2 Tahap: Penelitian Tahap I bertujuan untuk menentukan konsentrasi NSE dalam darah selama siklus estrus dan 60 hari masa kebuntingan. Dua belas ekor sapi betina PO digunakan dalam penelitian Tahap I (Juni s/d September 2005). Sebelum pengambilan sampel darah, sapi disinkronisasi dengan injeksi 2 ml prostaglandin sintetik i.m. Sampel darah untuk pemeriksaan konsentrasi NSE, estrogen dan progesteron diambil secara berturut-turut pada hari ke 19 setelah sapi berahi pertama (proestrus), pada saat menunjukkan berahi kedua (estrus), pada hari ke 3 dan ke 5 (metestrus), hari ke 9 dan ke 15 (diestrus), hari ke 19 (bunting dan proestrus) setelah berahi kedua, pada kebuntingan hari ke 30 dan ke 60. Dengan menggunakan uji ELISA, konsentrasi NSE dalam darah selama siklus estrus dan pada kebuntingan 2 bulan mengalami kenaikan secara signifikan (P≤0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. NSE dapat ditemukan secara konsisten dalam darah selama siklus estrus dan periode kebuntingan 60 hari. Keberadaan NSE dalam darah diduga berhubungan dengan setiap fase pertumbuhan dan perkembangan jaringan endometrium yang dipengaruhi oleh estrogen dan progesteron dan 2. Konsentrasi NSE dalam darah kemungkinan dapat digunakan sebagai petanda untuk menentukan tiap fase siklus estrus dan kebuntingan awal pada sapi. Penelitian Tahap II bertujuan untuk : 1. Mengukur konsentrasi NSE dalam darah selama siklus estrus dan kebuntingan awal; 2. Mengetahui sel-sel yang imunoreaktif terhadap NSE pada jaringan endometrium sapi selama siklus estrus dan kebuntingan awal dan 3. Mempelajari hubungan antara konsentrasi NSE dalam darah dengan intensitas imunoreaktif NSE pada sel-sel epitelia glandula endometrium. Sampel darah dan jaringan ovarium serta kornu uteri diambil dari 28 ekor sapi betina PO yang disembelih di Rumah Potong Hewan Magelang pada kurun waktu penelitian (Maret 2005 s/d Maret 2006). Berdasarkan hasil pemeriksaan adanya folikel dan korpus luteum pada jaringan ovarium dan adanya fetus dengan CRL fetus (3,8-9,5 cm) pada jaringan kornu uteri, maka dari 28 ekor sapi dapat ditentukan: 5 ekor sapi ada dalam fase proestrus, 4 ekor dalam fase estrus, 7 ekor dalam fase metestrus, 9 ekor dalam fase diestrus dan 3 ekor sapi dalam kondisi <2 bulan. Dengan mengunakan uji ELISA, konsentrasi NSE dalam darah mengalami kenaikan secara signifikan (P≤0,05) selama siklus estrus dan periode kebuntingan awal. Analisa imunohistokimiawi dengan antibodi poliklonal anti neuron-specific enolase raised in rabbit (1:1000, Abcam®Ltd., Code: Ab944) pada jaringan kornu uteri menunjukkan: 1. Tidak ditemukan adanya reaksi positif pada sel-sel epitelia superfisial uterus dan sel-sel epitelia glandula endometrium pada fase proestrus; 2. Ditemukan adanya reaksi positif yang ditandai dengan adanya warna coklat pada supranuklear sel-sel epitelia glandula endometrium pada fase estrus dan fase metestrus; 3. Ditemukan adanya reaksi positif yang ditandai dengan adanya warna coklat pada sel-sel epitelia superfisial uterus dan supranuklear sel-sel epitelia glandula endometrium fase diestrus dan kebuntingan awal dan 4. Imunoreaktivitas terhadap NSE pada sel-sel epitelia glandula endometrium meningkat dimulai dari fase estrus ke fase diestrus siklus estrus dan melanjut pada periode kebuntingan < 2 bulan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan : 1. Konsentrasi NSE dalam darah mengalami kenaikan secara signifikans (P≤0,05) selama siklus estrus dan pada periode kebuntingan < 2 bulan; 2. Keberadaan NSE dalam darah berhubungan dengan pengaruh tingkat aktifitas proliferasi dan/atau diferensiasi dari sel-sel epitelia superfisial uterus dan sel-sel epitelia glandula endometrium selama siklus estrus dan periode kebuntingan; 3. Konsentrasi NSE dalam darah mempunyai hubungan positif dengan tingkat imunoreaktivitas NSE pada sel-sel epitelia glandula endometrium (P≤ 0,01) dan 4. Enzim NSE diduga mempunyai hubungan yang penting dalam proses pemeliharaan dan perubahan fisiologis maupun morfologis jaringan endometrium selama siklus estrus, proses implantasi dan perkembangan blastosis
Neuron-Specific Enolase (NSE) has been suggested to play an important role as a regulation peptide in the tractus reproductive of cow. The preliminary research showed that NSE was localized in the epithelial cells of endometrial gland of pregnant and non-pregnant Ongole crossbreed (PO) cows.The research was separated into two parts. The objective of the first part is to determine the concentration of NSE in the blood during estrous cycles and 60 days of pregnancy period. Twelve PO cows were used in the first part of the research. Before collecting the blood samples, cows were synchronized using 2 ml synthetic prostaglandin by intra muscular injection. Blood samples for NSE, estrogen, and progesterone concentration analyses, were collected at the following days: 19 days after the first heat (proestrous stage), the day when cow has symptoms of the second heat (estrous stage), 3 days and 5 days after the second heat (metestrous stage), 9 days and 15 days after the second heat (diestrous stage), 19 days after the second heat (pregnant and proestrous stage), 30 days and 60 days of pregnancy period.By using ELISA test, the blood concentrations of NSE during estrous cycles and 60 days of pregnancy period showed that the NSE concentration in the blood of PO cows during the estrous cycles and 2 month pregnancy period increase significantly (P≤0,05). Based on the results can be concluded that : 1. The NSE can be consistently found in the blood during estrous cycles and 60 days of pregnancy period. The presence of the NSE in the blood correlated with the development of endometrial tissues which was influenced by estrogen and progesterone hormone and 2. The blood NSE concentrations can possibly be used as a marker to determine the stages of estrous cycles and early pregnancy of cow. The objective of the second parts of the research are: 1. To determine the concentration of NSE in the blood during estrous cycles and less than 60 days of pregnancy period; 2. To identify the immunolocalization of NSE in the endometrial tissues during estrous cycles and early pregnancy period and 3. To studies the relationship between the NSE concentrations in the blood with the intensity of NSE immunoreactivities in the endometrial gland cells. Blood, ovarium, and cornue uteri tissue samples were collected from 28 PO cows that were slaughtered in Magelang Slaughter House (March 2005 - March 2006). Based on: 1. The diameter of follicle and corpora lutea of ovary tissues and CRL fetus meansurement (3,8-9,5 cm) of cornu uteri tissues, from 28 PO cows can be determined that 5 PO cows in proestrous stage, 4 PO cows in estrous stage, 7 PO cows in metestrous stage, 9 PO cows in diestrous stage, 3 PO cows in less than 2 months of pregnancy period (month of gestation was estimated from CRL fetus 3,8 – 9,5 cm). The result of the ELISA test showed that the blood concentration of NSE during estrous cycles and 60 days of pregnancy period showed that the NSE concentration in the blood of PO cows during the estrous cycles and early pregnancy period increase significantly (P≤0,05). Immunohistochemistry analysis in cornu uteri tissues using rabbit polyclonal antibody anti NSE (1:1000, Abcam® Ltd., Code:
Kata Kunci : Sapi Peranakan Ongole,Reproduksi,NSE dan Hormon Reproduksi