Sistem informasi lingkungan untuk pengembangan sistem kewaspadaan dini malaria di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat
HAKIM, Lukman, Promotor Prof.dr. Sugeng Juwono Mardihusodo, DAP
2007 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran dan KesehatanSistem pendeteksian Kejadian Luar Biasa (KLB) saat ini menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD), sedangkan dasar dari SKD adalah penemuan kasus malaria. Apabila informasi KLB terlambat diterima oleh pengelola program malaria di tingkat kabupaten/kota, akibatnya upaya penanggulangan KLB tidak optimal. Agar SKD penyakit malaria dapat digunakan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus malaria/KLB malaria, maka perlu ada prosedur prediksi yang dilandasi proses iteratif mengikuti perkembangan kondisi alam terkait. Untuk itu akan dikembangkan suatu Sistem Informasi Lingkungan (SIL). Agar SIL dapat tersusun perlu ditentukan lokasi penelitian untuk memperoleh parameter SIL. Tujuan. Tujuan penelitian adalah meneneliti hubungan antara faktor lingkungan (pasang-surut air laut, curah hujan, salinitas, dan ganggang) dengan kepadatan larva An.sundaicus, kepadatan nyamuk An.sundaicus, dan kasus malaria yang akan dipergunakan sebagai parameter dalam penyusunan SIL. Metode. Desain penelitian ini adalah Studi Epidemiologi Analitik untuk menguji hipotesis kemungkinan hubungan kausal yang diduga antara faktor risiko dengan penyakit. Model studinya adalah studi observasional dengan menggunakan rancangan penelitian retrospektif dan prospektif. Unit analisisnya adalah kelompok individu yang dibatasi secara geografis, yaitu desa dengan High Case Incidence dengan vektor An. sundaicus. Penelitian dibagi dalam 3 sub penelitian, yaitu : 1) Penelitian Retrospektif, 2) Penelitian Prospektif, dan 3) Pengembangan SIL. Dengan soft ware SPSS (Statistic Professional for Social Science) versi 10.0 data diolah untuk menjawab hipotesis penelitian, dan dengan bahasa pemrograman Borland Delphi 7 disusun model SIL, untuk analisa aproksimasi, dan merumuskan parameter SIL dipergunakan soft ware Matlab versi 7.1., untuk Data Base Management System dipergunakan soft ware SQL Server 2000 yang dilaksanakan di Laboratorium Informatika Program Studi S2/S3 Teknik Elektro FT UGM. Hasil. Faktor pasang-surut air laut, curah hujan, salinitas, ganggang, kepadatan larva An.sundaicus, kepadatan nyamuk An.sundaicus, dan kasus malaria, dapat dipergunakan sebagai parameter SIL. Model SIL yang dikembangkan layak secara teknis pemrograman, serta dapat diaplikasikan dengan mudah sehingga bermanfaat dalam mengoptimalkan upaya pencegahan KLB malaria. Kesimpulan. Kesimpulannya adalah adanya hubungan antara faktor lingkungan dengan kepadatan larva An.sundaicus, kepadatan nyamuk An.sundaicus. Faktor lingkungan bersama kepadatan larva An.sundaicus, kepadatan nyamuk An.sundaicus memberikan pengaruh secara bersama-sama terhadap faktor kasus malaria sebesar 51,9 %. Sedangkan yang dapat dipergunakan sebagai parameter SIL adalah curah hujan, salinitas, ganggang, kepadatan larva An.sundaicus, kepadatan nyamuk An.sundaicus, dan kasus malaria. SIL ini ditujukan penggunaannya oleh tenaga puskesmas seperti Puskesmas Kalipucang atau kabupaten seperti Kabupaten Ciamis.
Nowadays, the detection system of outbreak uses Early Warning System (EWS), whereas the base of EWS is the malaria case founded. If the outbreak information is late accepted by malaria program organizer in district/municipality level, it could cause the unoptimal malaria outbreak control. The malaria EWS needs a prediction that is based on an iterative process which depends on the growth of the related area, so that it can prevent the outbreak of malaria disease. An Environmental Information System (EIS) would be developed to prevent it. In order to develop EIS, it need to be determined the research location to get EIS parameter. Objective. The research objective is, to research the relation between environmental factor (the tide of sea water, rainfall, salinity, and algae) with An.Sundaicus larva density, An.Sundaicus mosquito density, and malaria case to be utilized as parameter in compilation of EIS. Method. The design of the research is analytic epidemiology study to evaluate the hypothesis of the possibility of causal relations’s between risk factor and the disease. Format of the study is observational study by using a retrospective and prospective research plans. The analysis unit is the individual group that is bordered by geographically, between High Case Incidence village with Anopheles sundaicus vector. The research is divided into 3 sub researches, 1). Retrospective research, 2). Prospective research, and 3). Environmental information system development. By using the SPSS (Statistic Professional for Social Science) version 10.0 software, data is processed to answer the hypothesis of the research and by using the programming language of Borland Delphi 7, the model of EIS can be compiled; and also Matlab software version 7.1 is used to analyze the approximation, to formulate, that will become a parameter in EIS and for the Data Base Management System, SQL Server 2000 software is used that has been conducted in Informatics Laboratory of the S2/S3 Study Program of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University. Result. The tide of sea water factor, rainfall, salinity, algae, density of An.Sundaicus larva, density of An.Sundaicus mosquito, and malaria case, could be used as EISI parameter. A competent model of EIS in technical programming has been developed, that could be used easily, beneficially and optimally in the effort of prevention of malaria outbreak. Conclusion. To conclude, environment factor, has a relation with An. sundaicus larva density, and An. sundaicus mosquito density. Environment factor such as rainfall, salinity, and algae, also An. sundaicus larva density, and An. sundaicus mosquito density gives the multiple regression impact to 51,9% of malaria case factor. That could be used as EIS parameter are rainfall, salinity, and algae, also An. sundaicus larva density, and An. sundaicus mosquito density, and malaria case. The utilization of environmental information system, is coordinated by health centre (example Kalipucang Health Center) or district (example Ciamis District).
Kata Kunci : Epidemiologi Malaria,Pengendalian,Sistem Informasi Lingkungan,Penginderaan Jauh