Laporkan Masalah

Keandalan debit Van der Wijk melalui pendekatan optimasi pemanfaatan air

SUKARJO, Prof.Dr.Ir. Putu Sudira, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Teknik Pertanian

Daerah Irigasi (DI) Vander Wijck, terletak di Kabupaten Sleman dan Bantul DI Yogyakarta mempunyai luas layanan sebesar 3.426,57 ha. Sesuai dengan Undang-undang (UU) no 7/2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) no 20/2006, pengelolaan DI Van Der Wijck dilakukan oleh Pemerintah Pusat di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu. DI Van Der Wijck merupakan DI multiguna karena irigasi tidak saja diperuntukkan penanaman padi dan palawija tetapi juga dipakai untuk kolam ikan dan tanaman tebu. Karena tak ada kejelasan dalam layanan dan prioritasi maka konflik antar pemakai sangat mudah terjadi. Konflik tersebut sarat dengan kepentingan masing-masing pengguna dan juga masingmasing Dinas terkait di dua Kabupaten. Tujuan penelitian ini adalah (i) menghitung dan meramalkan ketersediaan sumber air dari curah hujan dan debit air sungai, (ii) menentukan penggunaan sumber air yang tepat agar didapatkan luas areal yang optimum khususnya penggunaan air untuk kolam ikan, tanaman tebu dan tanaman pertanian lainnya (padi dan palawija) atas dasar debit tersedia, kebutuhan air per musim dan keuntungan usaha tani dan (iii) mencari peluang intensitas penggunaan maksimum debit tersedia dalam satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas optimum untuk masing-masing komoditas yaitu kolam ikan 17.2 ha, padi 3.309.57 ha pada MT I, 2409.57 ha pada MT II dan 1909.57 ha pada MT III, Tebu 35 ha dimana tebu dan padi bisa saling menggantikan luasannya serta palawija berturut-turut pada MT I, MT II dan MT III yaitu 100 ha, 1000 ha dan 200 ha. Kemungkinan pengembangan luas kolam ikan dapat dilakukan dengan melakukan pendampingan dan perubahan pola pikir dan budaya petani setempat agar tidak berorientasi pada tanaman padi saja.

Van der Wijck Irrigation System, located in Sleman and Bantul District of the Yogyakarta Special Province, has an 3,426.57 ha command area. Based on Law no. 7/2004 and Government Regulation no. 20/2006, the Central Government represented by BBWS Opak Serayu is responsible in the management of Van der Wijck System. Van der Wijck is a multipurpose irrigation system because water is used not only for growing crops, but also for sugarcane plantation and fish pond. Because the service prioritization is not clearly defined, conflicts among users easily occur. The conflicts related to the of water users and also government institutions in the two districts. This research aims to (i) compute and predict the water availability both from rainfall and river flow, (ii) determine the water use to obtain optimum area of fish pond, sugarcane plantation, and other crops area based on discharge availability, seasonal water requirement, and farm profit, and (iii) study the probability of maximum use of yearly available disharge. The results of this research show that optimum rice areas for scenario of 17.2 ha fish pond 3309.57 ha, 2409.57 ha, and 1909.57 ha for planting season I, II, and III respectively. For the scenario, the optimum area for sugarcane are 35 ha, which is exchangable with rice area. The optimum area of upland crops for planting season I, II, and III are 100 ha, 1000 ha dan 200 ha respectively. The fishpond development are possible through the partnership and changing of mindset and culture of farmers not to growing rice at all time.

Kata Kunci : Irigasi Pertanian,Kapasitas Layanan,Debit Air dan Curah Hujan, service capacity, irrigation system, optimazion, conflict


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.