Optimasi potensi dan pola pemanfaatan air irigasi :: Studi kasus pada Daerah Irigasi Wawotobi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
MAHMUD, Amir, Prof.Dr.Ir. Putu Sudira, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Teknik PertanianDaerah Irigasi Wawotobi memanfaatkan potensi air debit andalan Daerah Aliran Sungai Konaweha. Air untuk usaha tani di Daerah Irigasi Wawotobi belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan total keuntungan maksimum dengan mengoptimalkan penggunaan luas tanam yang ada di Daerah Irigasi Wawotobi. Penyelesaian masalah dilakukan dengan metode pendekatan simulasi dan optimasi dengan menggunakan software program linier Quantitatif System (QS.3). Model optimasi dan simulasi yang dipakai adalah optimasi program linier yang dipadukan dengan simulasi luas areal tanam, kebutuhan dan ketersediaan air, serta ketersediaan modal petani. Optimasi dilakukan dengan 6 alternatif jadwal dan pola tanam. Analisis penelitian dilakukan terhadap komponen-komponen kebutuhan air, ketersediaan air, biaya produksi, dan harga produksi untuk menghasilkan kebutuhan air, komoditas jenis tanam, ketersediaan air dibendung serta keuntungan bersih per musim tanam per hektar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di antara 6 alternatif jadwal dan pola tanam diperoleh alternatif terbaik adalah alternatif 3. Awal musim tanam pertama pada alternatif jadwal tanam terpilih dimulai pada golongan 1, 2, dan 3 berturutturut adalah bulan Januari-I, Januari-II, dan Februari-I. Nilai keuntungan maksimum yang diterima petani adalah Rp. 100.339.141.149,07 setiap tahun atau sekitar Rp. 15.771.085,39 per hektar dalam setahun dengan intensitas penanaman 250,63 %. Porsi luas lahan yang disarankan pada musim tanam kedua komoditi padi adalah golongan 1 = 2.595,77 ha (99,91 %), golongan 2 = 2.682,7 ha (99,91 %), dan golongan 3 = 2.035,67 ha (87,27 %), sedangkan pada musim tanam 3 disarankan komoditi jagung pada golongan 1 = 602,96 ha (23,21 %), komoditi kedelai pada golongan ke-2 dan ke-3 masing-masing 1.901,88 ha (70,83 %) dan 1.652,19 ha (70,83 %) dari luas lahan tersedia. Hasil analisis sensitivitas sub kendala pada alternatif 3 menunjukkan bahwa kendala ketersediaan air pada bulan Oktober periode pertama dan kendala ketersediaan modal petani pada golongan kedua musim tanam ketiga adalah sub kendala yang paling sensitif, sedangkan pada kendala luas lahan tidak ditemukan sub kendala sensitif.
The Wawotobi irrigation area utilities water from Konaweha Watershed. In the irrigation area, water is not optimally used for agricultural purpose yet. The objective of this study is to obtain the total maximum profit by optimizing the land cultivation at Wawotobi Irrigation Area. Optimization model using linear programming integrated with simulation of cultivation area water supply and demand and farmer’s capital used to value the problem. The optimization analysis was viewed with sixth of alternative planting schedule and cropping pattern. Analysis of water demand components, water availability, production cost, and price to was used obtain water demand for each plantation of different commodities, water availability at the weir, as well as the profit of crop production per hectare per season. The result indicates that the third alternative was the best alternative among six alternative available. The best selected planting schedule in which the first growing period for groups 1, 2, and 3 begin in January-I, January-II, and February-II respectively. The maximum benefit net income Rp. 100.339.141,07/year, or Rp. 15.771.085,39/ha/year with cropping intensities 250,91 %). Optimum land propose for second growing period of paddy is first group 2.595,77 ha (99,91 %), second group 2.682,7 ha (99,91 %), and third group 2.035,67 ha (87,27 %), meanwhile of the third growing period of maize is 602,96 ha (23,21 %) for first group. The second group and third group of soybean for optimal utilization land are 1.901,88 ha (70,83 %) dan 1.652,19 ha (70,83 %), respectively. Sensitive analysis for the third alternative indicated that the constraint of water availability at second period of October and farmer’s capital of second group of third growing season were the most sensitive are meanwhile land area was not sensitive.
Kata Kunci : Irigasi Pertanian,Pola Pemanfaatan Air, optimization, irrigation land, cropping pattern, sensitivities