Laporkan Masalah

Kajian pengembangan sisi udara Bandar Udara Japura Kabupaten Indragiri Hulu

HAZANAWATI, Ir. H. Wardhani Sartono, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Mag. Pengelolaan Sarana Prasarana

Bandar Udara Japura Kabupaten Indragiri Hulu dewasa ini dituntut untuk kembali aktif beroperasional agar mampu memberikan pelayanan yang optimal baik pada saat sekarang maupun pada masa yang akan datang terutama dengan melihat perkembangan pertumbuhan penumpang dan lalu lintas penerbangan yang semakin meningkat setiap tahun serta faktor pendukung lainnya. Melalui analisis landas pacu, apron serta taxiway dengan penggunaan pesawat Fokker-50 dan B 737-400 sebagai pesawat rencana diharapkan memberikan tingkat kinerja operasional bandar udara yang baik dalam upaya untuk mengantisipasi perkembangan di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan analisis data yang digunakan untuk mengetahui panjang landas pacu, kapasitas apron serta dimensi taxiway yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan pesawat rencana yang digunakan yaitu fokker-50 dan B 737-400. Dalam pembahasan ini menggunakan metode ICAO (International Coorperation Aviation Organization) dan FAA (Federal Aviation Association) serta penggunaan rumus (Japan International Coorperation Agency) JICA (1991) untuk perhitungan kapasitas jam puncak apron. Dari hasil analisis diperoleh panjang landas pacu yang dibutuhkan untuk pesawat tipe Fokker-50 sebesar 1.253 m dan B 737-400 sebesar 2.179 m sedangkan kondisi eksisting panjang landas pacu 1.300 m. Lebar landas pacu sesuai peraturan ICAO dan FAA sebesar 30 m sama dengan lebar landas pacu eksisting sedangkan lebar taxiway berdasarkan standar ICAO dan FAA dengan menggunakan pesawat rencana Fokker-50 sebesar 16,62 m dan B 737-400 sebesar 15 m lebih kecil dari kondisi eksisting sebesar 23,0 m. Dimensi apron eksisting panjang 80 m dan lebar 60 m, dimensi apron yang dibutuhkan untuk pesawat tipe Fokker-50 sebesar 80 m x 52 m dan B 737-400 sebesar 173 m x 123 m, untuk 20 tahun yang akan datang. Tidak perlu penambahan ketebalan lapis perkerasan baik untuk runway, taxiway, dan apron

Today Japura airport is needed for actives again to give a more optimum service now and in the future especially for the great increase of passengers and the airplane traffic also other supporting factor. Analysis for measure the length of the runway, apron capacity and taxiway dimension that matches the needs based on the planning airplanes, which are Fokker and B 737-400, it is expected to give the airport operational performance as an effort to anticipate the development in the future. This study use on runway, apron and taxiway is conducted to measure the length of the runway, apron capacity and taxiway dimension that matches the needs based on the planning airplane, which are Fokker and B 737-400. This paper uses ICAO (International Cooperation Aviation Organization) and FAA (Federal Aviation Association) methods and JICA (Japan International Corporation Agency) formula (1991) for calculation of apron peak hour capacity. The analysis result shows that the length of runway that is needed for airplane type Fokker-50 is 1. 253 m and B 737-400 is 2.100 m, while the existing length of runway is 1.300 m. The width of runway according to ICAO and FAA standard is 30 m, the same with the existed landing field (runway). While the width of the taxiway according to ICAO and FAA standard by using planned airplane type Fokker-50 is 16, 62 m and B 737-400 is 15 m, narrower than the existed taxiway that is 23, 0 m. The existed apron dimension airplane is 80 m in length and 60 m in width, dimension apron using the planning airplane type Fokker-50 is 80 m x 52 m and B 737-400 is 173 m x 123 m. for the next 20 years, the pavements layers width, at runway, taxiway and apron, it doesn’t need to increase.

Kata Kunci : Rancangan Induk Bandar Udara,Landasan Pacu,Airport, airplane type Fokker-50, airplane type B 737-400


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.