Pengaruh rasio Styrofoam-pasir terhadap sifat-sifat mortar dengan bahan tambah serat ijuk untuk pembuatan genteng
MEYLISSA, Olive Chyntia, Ir. Kardiyono Tjokrodimuljo, ME
2007 | Tesis | S2 Teknik SipilGenteng merupakan salah satu alternatif bahan yang digunakan sebagai penutup atap selain seng, asbes, sirap, dan macam-macam penutup atap tradisional lainnya. Dengan sifat-sifat genteng yang baik maka nilai ekonomis dari genteng dapat ditingkatkan. Beberapa sifat genteng yang penting antara lain adalah beban lentur, daya serap air, dan sifat rembes air. Peningkatan kuat lentur ini dilakukan dengan menambahkan bahan tertentu seperti serat dalam campuran genteng beton., sedangkan berat dari genteng dapat diturunkan dengan mengganti sebagian pasir dengan styrofoam yang memiliki berat satuan yang lebih kecil. Genteng dibuat dari semen dan pasir dengan perbandingan sebesar 1 : 3, dan dengan penambahan serat ijuk sebesar 2% dari volume. Adapun pasir yang dipakai kemudian diganti dengan styrofoam pada rasio 10%, 20%, 30%, dan 40%. Pengujian meliputi pengujian berat jenis mortar, kuat tekan mortar, kuat kejut mortar, kuat lentur genteng ijuk, daya resap air genteng ijuk, dan rembesan air genteng ijuk setelah benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian 28 hari menunjukkan bahwa berat jenis mortar, kuat tekan mortar, dan kuat kejut mortar berkurang dengan bertambahnya rasio styrofoam dalam campuran. Sedangkan pada pengujian genteng, penambahan styrofoam sebagai pengganti pasir dapat mengurangi berat genteng dengan beban lentur yang masih memenuhi syarat mutu genteng beton tingkat mutu I pada rasio styrofoam 0% dan 10% serta tingkat mutu II pada rasio styrofoam 20%, 30%, dan 40% sesuai Standar Industri Indonesia, SII 0447-81. Namun hasil ini secara keseluruhan tidak mencukupi, karena syarat daya serap air tidak terpenuhi dan daya rembes air hanya terpenuhi oleh genteng ijuk rasio styrofoam 0%-20%. Cara yang dapat digunakan untuk menanggulanginya adalah dengan memberikan lapisan anti bocor pada genteng ijuk.
Concrete roof-tile is one alternative matter used as roof cover besides iron sheet, asbestos, shingle, and other traditional roof covers. With better roof-tile characteristics, thus economic value of it can be improved. Several important roof-tile characteristics are those with strong flexibility, water absorption, and good permeability. The improvement of strong flexibility is done by adding certain matters such as fiber into concrete roof-tile mixture, whereas roof-tile weights can be decreased by replacing its half sand composition with Styrofoam which has smaller unit weight. -tile is made from cement and sand with ratio 1 : 3, and by adding palm fiber by 2% of volume. The sand used in this mixture then replaced with Styrofoam on ratio 10%, 20%, 30%, and 40%. The test consists of sort weight, mortar pressure, mortar shocking, flexible load of palm fiber roof and water permeability tests of palm fiber roof after the tested matter achieves 28 days. The result of 28 days suggests that mortar sort weight, pressure, and shocking capacity decreases along with the increase on Styrofoam ratio into mixture. Whereas on roof-tile test, Styrofoam addition as substitute of sand can decreases roof-tile weight with flexibility that still comply the requirements of concrete roof quality II of Indonesian Industry Standard SII 0447-81. Actually this result, however, is not enough; this is due to water permeability requirement which still can not be achieved and water absorption requirement which only fulfilled by palm fiber roof with Styrofoam ration of 0%-20%. The alternative way can used to solve this problem is by applying cover anti-leakage on pal fiber roof.
Kata Kunci : Genteng Beton,Styrofoam,Pasir dan Serat Ijuk,Kuat Lentur