Perancangan dinding permeabel untuk kontainer abu terbang ampas tebu sebagai penjerap zat warna dari limbah cair
LESMANA, Maman, Agus Prasetyo, Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Mag. Sistem Teknik-Tek. Pengel. dPenelitian ini bertujuan untuk mencari metode dan teknologi pengolahan limbah cair dengan memanfaatkan media porus dan bagasse fly ash. Limbah cair masih mengandung zat pewarna karena penggunaan zat warna dalam proses produksi baik yang alami maupun sintetis. Limbah cair industri tekstil dihasilkan dari proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, pengelantangan, pemasakan, merseriasi, pewarnaan, pencetakan dan penyempurnaan. Dengan demikian keberadaannya di lingkungan perlu mendapat perhatian dan diupayakan penanganannya. Di lain pihak, bagasse fly ash (BFA) yang banyak dihasilkan oleh industri gula, merupakan salah satu pencemar lingkungan yang harus diupayakan penanganannya, karena mempunyai potensi untuk digunakan sebagai adsorben limbah cair pewarna. Dalam penelitian ini dipelajari komposisi campuran dan ukuran dari agregat media porus yang optimum dan memiliki daya tahan. Juga dipelajari kemampuan penjerapan bagasse fly ash sebagai adsorben pewarna dalam limbah cair industri. Komposisi yang digunakan yaitu 1:1:15, 1:1:13, 1:1:10, 1:1:8. Metode yang digunakan yaitu pengujian permeabilitas melalui kecepatan aliran. Umpan dituangkan pada bak percobaan awal (A1) dengan volume tertentu kemudian dialirkan melalui dinding media porus menuju bak akhir (A2). Konsentrasi dan volume awal dari umpan dilakukan pengukuran. Selanjutnya secara berkala selama waktu kontak tertentu diukur volume pada bak A1 dan bak A2, kemudian diambil sampel masing-masing 20 ml dari bak A2 bersamaan pengukuran volume. Pengukuran tingkat konsentrasi limbah pewarna dilakukan dengan menggunakan kolorimeter. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa komposisi 1 semen ; 1 bubuk bata merah ; 15 pasir dengan ukuran campuran memiliki permeability like (K) tertinggi sebesar 197,952 cm3/menit. Adapun untuk partikel seragam ukuran 500 μm pada komposisi 1:1:15 memiliki nilai K yang cukup baik yaitu sebesar 165,636 cm3/menit. Bila dibandingkan dengan ukuran 250 μm dengan nilai K 123,804 cm3/menit, dengan waktu kontak yang sama, sedangkan ukuran 850 μm memiliki nilai K 282,492 cm3/menit, hal ini menimbulkan hasil yang kurang baik dalam penurunan konsentrasi pewarna yang terkandung dalam limbah. Untuk kuat tekan yang paling tinggi dari keempat komposisi di atas yaitu 1:1:8 pada umur 35 hari rata-rata 31,610 Kg/cm2. Sementara mutu III SNI untuk paving block yaitu 170-200 Kg/cm2. Pada penelitian ini tidak semata-mata mencari kuat tekan yang tinggi akan tetapi mencari tingkat permeabilitas yang baik. Dengan demikian pemanfaatan bagasse fly ash dan permeable wall ternyata cukup efektif dalam menurunkan konsentrasi pewarna limbah cair sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk digunakan dalam mengolah limbah cair industri.
These research aims are looking for the method and technology of wastewater treatment by using porous media and bagasse fly ash. Wastewater still contain dyes as using colorant in production both natural and synthetics. Wastewater of textile industry yielded from starch process, the omission starch, bleaching, ripening, miseries, colorant, printing and completion. Therefore the wastes must be treated prior to discharge in order to comply with environmental laws for the protection of receiving water. On the other hand, bagasse fly ash is a major pollutant generated in sugar industries and has potentiality for use as adsorbent colorant in wastewater. In this research was studied the composition and size of porous media that has the resistance and optimum. Beside that learn the adsorption ability of bagasse as adsorbent colorant in industrial disposal. The composition are used 1:1:15, 1:1:13, 1:1:10, 1:1:8. The research method is permeability test by flowing rate. The wastewater of colorant poured to initial basin (A1) with specific volume then flowed to wall of media porous to last basin (A2). Concentration and volume initial of wastewater was measured. The next periodically as contact time the volume (A2) and (A1) are measured, then while measuring took the sample each 20 ml of basin A2 for measuring the concentration of waste by using colorimeter. From this research result obtained that composition 1 cement; 1 red brick powder; 15 sand of heterogenic particle has height permeability like (K) is 197.952 cm3/menit. For the uniform particle 500 μm of 1:1:15 composition is the best permeability like with K value is 165.636 cm3/ minute, if compared with 250 μm has K value 123.804 cm3/minute, in same contact time, on the other hand 850 μm has K value 282.492 cm3/ minute, so the result of colorant removal in waste not good. The highest compressive strength from the fourth composition above is 1:1:8 at 35 day old was 31.610 kg/cm2. For paving block Industry National Standard Grade III is 170-200 Kg/cm2. However this research not only looking for the best strength but also the best permeable. The utility of permeable wall as container of bagasse fly ash proven effective enough reduced dyes concentration, so that it can be used as one of the alternative for industry wastewater treatment.
Kata Kunci : Pengolahan Limbah Cair,Permeability Like,Bagase Fly Ash,Pewarna,Permeability like, Wastewater, Bagasse Fly Ash, Dyes