Evaluasi luas bidang tanah pada peta blok PBB hasil proses konversi peta analog ke data digital dengan kamera digital
ZUDIANTORO, Dr. Catur Aries Rokhmana, ST.,MT
2007 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaPada saat ini jumlah Large Format Scanner di Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian terbatas sehingga kantor pelayanan yang belum mempunyai Large Format Scanner merujuk ke kantor pelayanan yang telah mempunyai Large Format Scanner. Disebagian daerah di luar pulau Jawa yang terkendala oleh jarak, waktu, dan biaya maka peta analog yang seharusnya segera dibuat ke dalam bentuk peta digital tertunda untuk waktu yang tidak ditentukan. Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian bisa memanfaatkan kamera digital untuk mengatasi masalah kekurangan scanner tersebut. Penelitian ini kamera digital dicoba untuk menggantikan posisi scanner dalam melakukan penyiaman peta analog untuk dijadikan menjadi peta digital. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi perbedaan luas bidang tanah hasil proses konversi peta analog ke data digital dengan menggunakan kamera digital kelas amatir. Evaluasi mengacu pada KEP- 533/PJ./2000 dengan beda luas sebesar 10%. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah luas bidang tanah pada Peta Blok PBB yang dipotret dengan kamera digital dapat memenuhi toleransi ketelitian yang telah ditentukan oleh Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Evaluasi sebuah Peta Blok PBB dalam bentuk digital maupun analog dari Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Yogyakarta. Peta Blok PBB yang masih dalam bentuk analog dipotret dengan dengan kamera digital dan diolah dengan perangkat Photomodeler v5.1.0 hasilnya dibandingkan dengan Peta Blok PBB dalam bentuk digital yang telah tersedia. Penilaian terhadap hasil proses konversi (terutama luas) terbukti prosedur dengan kamera digital dapat memenuhi toleransi ≤10% hal ini ditunjukkan dengan 126 bidang tanah (100%) memenuhi syarat toleransi dengan prosentase selisih luas terbesar ialah NOP 17 (7,20%) dan prosentase luas terkecil ialah NOP 29 (0,03%). Tingkat akurasi digitasi untuk luas bidang ≤ 400 m2 dengan toleransi kesalahan ≤ 4% berjumlah 80 bidang tanah atau 63,49% sedangkan untuk toleransi > 4% dan luas bidang lebih besar dari 400 m2 hanya satu bidang tanah atau 0,79%. Data statistik ini menunjukkan tingkat kesalahan banyak terjadi pada luas daerah yang relatif sempit
For the recent years, the limited numbers of large format scanner became a serious problem for the directorate of extensification and assessment. Mostly, the remote offices of KP-PBB facing the digitalizing process problem from analogue to digital map. Digital Camera can replace the function of large scanner format, which is cheaper, easier and more effective for the working cycle of KP-PBB in digitalizing the analogue to digital map. This research propose is to know, how effective the digital camera is in replacing the scanning process of the analogue map become digital map, to evaluate the area differences of digital map that is made from amateur digital camera scanning process refer to the KEP-553/PJ/200 with 10% acceptable error. Both the existing digital and analogue block map of KP-PBB Yogyakarta will be used in this research. The digital camera will capture the picture of the analogue map and will be processed by Photomodeler v5.1.0. The result of the this process will be compared to the existing digital block map. The result of this research is: The analogue block map digitalizing process using digital camera fulfills the 10% accuracy tolerance refer to the KEP- 533/PJ./2000, in this case the 126 parcels (100%) within the biggest accuracy tolerance of NOP 17 (7.20%) and the lowest accuracy tolerance of NOP 29 (0.03%). For the accuracy tolerance of digitizing of parcel ≤ 400 m2 with the error tolerance ≤ 4% and for the > 400 m2 only one parcel which excesses the accuracy tolerance or only 0.79%. This statistical data shows that most the errors come from the narrow parcel.
Kata Kunci : Peta Blok Pajak Bumi dan Bangunan,Konversi Peta Analog,Data Digital,Kamera Digital, PBB block map, conversion, accuracy, tolerance