Kajian kontrol Geogen kandungan Yodium, Selenium, dan Bahan Organik Total pada daerah endemik Gangguan Akibat Kekurangan Yodium di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
SAISMANA, Uyu, Dr. Agung Harijoko, M.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik GeologiHasil pemetaan penderita defisiensi yodium tahun 2003 pada anak sekolah di Indonesia oleh Departemen Kesehatan RI, diperoleh data: Total Goiter Rate (TGR) 11,1%. Di Kabupaten Magelang dari 600 anak sekolah yang didata, terdapat 482 anak (80,3%) normal, dan 118 anak (19,7%) mengidap gondok. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium sering dijumpai pada daerah yang berupa pegunungan. Defisiensi yodium menyebabkan penyakit gondok dan kretin. Penelitian kontrol geologi terhadap daerah endemik GAKY bertujuan untuk mengetahui keadaan geologi; kandungan dan penyebaran yodium, selenium, dan bahan organik total (BOT) dalam air hujan, airtanah, dan tanah; pengaruh curah hujan terhadap kandungan yodium dan selenium dalam airtanah dan tanah; dan kontrol geologi terhadap penyebaran penderita GAKY dan penyebaran yodium dan selenium dalam airtanah dan tanah. Pengumpulan data meliputi data geologi, sampel: air hujan, airtanah, tanah, dan batuan. Kemudian diujikan di laboratorium untuk mengetahui kandungan yodium, selenium dan bahan organik totalnya. Selanjutnya, dibuat peta penyebaran I, Se, dan BOT, peta geologi, peta geomorfologi, dan peta penyebaran TGR. Dan akhirnya dilakukan analisis dan evaluasi hasil dengan cara membandingkan antara kondisi geologi dengan penyebaran TGR dan penyebaran I dan Se dalam airtanah dan tanah. Geomorfologi daerah penelitian merupakan bentang alam volkanik dengan elevasi 405-2.912 m. Kelas kelerengan dapat dibagi menjadi 3 yaitu: a). landai, b). miring, dan c). curam. Litologi daerah penelitian termasuk dalam Endapan volkanik Gunung Merapi muda yang berumur Holosen, tersusun atas: tuf, abu, breksi, aglomerat, dan aliran lava andesit. Litologi yang dominan adalah breksi dengan fragmen andesit. Kandungan I dan Se dalam fragmen andesit 50 ppb dan 14,01-15,78 ppm. I dan Se dalam airtanah < 0,01-3,21 ppb dan < 0,28-2,87 ppm. Penyebaran kandungan I dan Se dalam airtanah mempunyai kecenderungan di bagian Timur Laut lebih tinggi daripada di bagian Barat Daya. I dan Se dalam air hujan 1,07-2,19 ppb dan 2,02-2,51 ppm. I, Se, dan BOT dalam tanah 11,59-17,53 ppb; < 0,28-70,36 ppm; dan 0,95-4,27%. Penyebaran I, Se, dan BOT dalam tanah menunjukan kecenderungan di bagian Barat Daya lebih rendah daripada di Timur Laut. Curah hujan mempengaruhi I dan Se dalam airtanah dan tanah. I dan Se dalam airtanah dan tanah yang rendah dikarenakan pencucian, volatisasi, deplesi, dan terikat oleh bahan organik total. Kontrol geologi (kelerengan, batuan, tanah, dan airtanah) mempengaruhi penyebaran penderita GAKY, dan penyebaran yodium dan selenium dalam airtanah dan tanah. Satuan breksi andesit sebagai batuan asal yodium mempunyai kandungan yodium yang relatif kecil 50 ppb, sehingga mengakibatkan sebaran yodium di airtanah dan tanah juga rendah. Endemik GAKY di Kecamatan Dukun dikarenakan oleh kandungan yodium dalam airtanah dan tanah sangat rendah.
The result of TGR survey on students in Indonesia at 2003 by Health Department, Total Goiter Rate (TGR) 11.1%. In Magelang regency, from 600 students was surveyed, 482 (80.3%) normal, and 118 (19.7%) goitre. Iodine Deficiency Disorders (IDD) is mostly found on hilly region. Iodine deficient caused goitre and cretinism. The research on geogen control at IDD area is aimed to determine the geological condition; contents and distribution of iodine, selenium, and total organic matter (TOM) in rainwater, groundwater, and soil; influence of rainfall to yodium (I) and selenium (Se) contents in groundwater and soil; and geogen control to distribution of TGR and distribution of I and Se contents in groundwater and soil. Data collection include geology, rainwater, groundwater, soil, and rock. Then test in laboratory to determine iodine, selenium, and total organic matter contents. Next, these data are made maps: distribution of I, Se, and TOM, geological map, geomorphological map, and TGR distribution map. And finally is analized and evaluated with compare between geological condition than distribution of TGR and distribution of I and Se in groundwater and soil. Geomorphology of studied area is a volcanic landscape. Slope class can be divided into 3 unit: a). Gently sloping, b). Sloping, and c). Steep. Lithologically research area is occupied by young Merapi sediments (Holocene) consisting of tuff, ash, breccia, aglomerate, and andesite lava flow. Breccia with andesite fragments is dominant. I and Se in andesite fragments are 50 ppb and 14.01-15.78 ppm. I and Se in groundwater are < 0.01-3.21 ppb and < 0.28-2.87 ppm. Distribution of I and Se in groundwater have trend northeast part higher than southwest. I dan Se in rainwater are 1.07-2.19 ppb and 2.02-2.51 ppm. I, Se, and TOM in soil are 11.59-17.53 ppb, < 0.28-70.36 ppm, and 0.95-4.27%. Distribution of I, Se, and TOM in soil have trend southwest lower than northeast. Geogen control (slope, rock, soil, and groundwater) influenced distribution of TGR, and also influenced distribution of I and Se contents in groundwater and soil. Deficiency iodine in research area is caused by leaching, volatisation, depletion, and also fixed by TOM. Andesite breccia unit as source rock of iodine have low content 50 ppb, this causes distribution low content of iodine in groundwater and soil. Iodine was very low in groundwater and soil, resulted goitre endemic.
Kata Kunci : Endemi GAKY,Kontrol Geologi,Air Tanah dan Tanah, Iodine Deficiency Disorders (IDD), Iodine, Selenium, Total Organic Matter, Rainwater, Groundwater, Soil, Depletion, Andesite