Hydrothermal Alteration and Fluid Inclusion Studies in the Northern Wayang Windu Geothermal Field, West Java, Indonesia
ABRENICA, Angeline B, Dr. Agung Harijoko, M.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik GeologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik zona uap di Wayang Windu menggunakan data alterasi dan inklusi fluida dengan maksud untuk memberikan pemahaman sistem panasbumi pada bagian utara lapangan panasbumi Wayang Windu. Sebanyak 522 buah intibor dan contoh cutting di analisa dengan menggunakan metode petrografi, X-ray diffraction, X-ray fluorescence dan inklusi fluida. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alterasi hidrotermal pada bagian utara lapangan panasbumi Wayang Windu dapat dikelompokan menjadi empat zona terdiri zona smektit (terdapat pada permukaan sampai kedalaman 700m), zona transisi (kedalaman 700m hingga 900m), zona ilit (kedalaman 900m hingga 1390m) dan zona tremolit (kedalaman >1390m). Perhitungan kesetimbangan massa mengindikasikan penambahan massa keseluruhan dari alterasi hidrotermal andesit terhadap batuan sebelumnya.Secara umum, kimia dari batuan teralterasi sesuai dengan kehadiran mineral alterasi. Kehadiran dan sifat dari mineral hidrotermal pada bawah permukaan mencerminkan peristiwa sebelum interaksi antara air-batuan dan umumnya mengindikasikan keditak cocokan dengan kondisi reservoar saat ini. Perbandingan dari penurunan suhu-mineral dan inklusi fluida menunjukan bahwa sistem telah mengalami pendinginan sebesar 10° - 50°C. Penguapan di dalam sistem, yang tercermin oleh kehadiran inklusi fluida kaya-uap, kemungkinan menyebabkan penurunan suhu. Penguapan yang besar dan produksi yang menerus pada bagian utara Wayang Windu kemungkinan terbentuk pada zona uap yang luas lapangan panasbumi ini.
This study aims to characterize the steam zone in Wayang Windu using hydrothermal alteration and fluid inclusion data in order to better understand the geothermal system in the northern Wayang Windu geothermal field. A total of 522 core and cutting samples were analyzed using petrographic, X-ray diffraction, X-ray fluorescence and fluid inclusion methods. The results of this study show that the hydrothermal alteration in the northern Wayang Windu can be grouped into four zones consisting of smectite zone (occurring at the surface down to ~700m depth), transition zone (present at depths between 700m – 900m), illite zone (~900m to ~1390m) and tremolite zone (>1390m depths). Mass balance calculations indicate an overall mass gain of the hydrothermally altered andesites with respect to the least altered rock. In general, the chemistry of the altered rocks agrees with the alteration minerals present. The occurrence and nature of the hydrothermal minerals in the subsurface reflect older episode of water-rock interaction and generally indicate disequilibrium with the present reservoir conditions. Comparison of the mineral-deduced temperatures and fluid inclusion homogenization temperatures with the current well temperature shows that the system has cooled down by as much as 10° - 50°C. Boiling in the system, as reflected by the presence of vapor-rich fluid inclusions, probably resulted to the observed drop in reservoir temperature. Severe boiling and continuous production in the northern Wayang Windu may have formed the extensive steam zone in this sector of the geothermal field.
Kata Kunci : Lapangan Panas Bumi Wayang Windu,Zona Uap,Perhitungan Kesetimbangan Massa,Wayang Windu geothermal field, steam zone, hydrothermal alteration, alteration zonation, fluid inclusion, mass balance calculation