Laporkan Masalah

Kinerja bahan isolasi polimer Resin Epoksi dengan bahan pengisi Rice Husk Ash (RHA) yang terkontaminasi polutan laut Parangtritis pada daerah beriklim Tropis

RIMBAWATI, Dr.Ir. Hamzah Berahim, MT

2007 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium untuk mengetahui kinerja elektris dan mekanis dari bahan isolasi resin epoksi yang terkontaminasi polutan laut Parangtritis di daerah tropis. Bahan uji resin epoksi terbuat dari diglycidyl ether of bishphenol A (DGEBA) sebagai bahan dasar, methaphenylene diamine (MPDA) sebagai bahan pengeras dan diberi bahan pengisi rice husk ash (RHA). Ukuran dari bahan uji adalah 70 mm x 70 mm x 5 mm. Perbandingan campuran DGEBA dengan MPDA adalah 1 : 1, sedangkan bahan pengisi (filler) divariasi mulai dari 10 %, 20 %, 30 %, 40 % dan 50 % dari berat total bahan uji. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi bahan pengisi (filler) yang mengalami penuaan dipercepat terhadap kinerja bahan isolasi resin epoksi yang terdiri dari: kekuatan mekanis, tegangan flashover, arus bocor, sudut kontak hidrofobik, perubahan permukaan dan perubahan struktur kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan mekanik bahan uji sebelum mengalami penuaan lebih baik dari pada setelah mengalami penuaan untuk seluruh komposisi filler dan semakin bertambahnya komposisi filler kekuatan mekanik bahan cenderung menurun. Komposisi filler tidak signifikan dalam mempengaruhi kinerja tegangan flashover dan arus bocor sedangkan lama penyinaran UV cukup signifikan dalam mempengaruhi kinerja tegangan flashover dan arus bocor. Semakin lama bahan uji tersebut mengalami penyinaran UV, maka tegangan flashover cenderung turun, yang diikuti dengan kenaikan arus bocornya. Bertambahnya komposisi filler akan menurunkan sudut kontak permukaan bahan uji, yang dapat mempengaruhi peningkatan kandungan ESDD. Penuaan dipercepat selama 96 jam pada baha n uji menunjukkan terjadinya degradasi permukaan dengan adanya goresan dan bintik-bintik hitam pada permukaan bahan, tetapi belum berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan struktur kimia permukaan bahan uji.

This research was a laboratory study to investigate electrical and mechanical performance of insulation material made from epoxy resin contaminated with sea pollutant of Parangtritis in tropical climate. Test material of epoxy resin was made of diglycidyl ether of bishphenol A (DGEBA) as base material, methaphenylene diamine (MPDA) as curing agent and rice husk ash (RHA) as filler. The dimension of test material was 70 mm x 70mm x 5 mm. Ratio of DGEBA to MPDA was 1:1, while filler was varied from 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of total weight of test material. This research was to identify the influences of filler that gave the effect to accelerated ageing on performance of epoxy resin isolation material consisting of mechanical strength, flashover, leakage current, contact angle of hydrofobic equivalent salt deposit density (ESDD), degradation effect and chemical structural change. The results of the research indicated that mechanical strength of test material before accelerated ageing was better than after accelerated ageing for all filler compositions. The performance of flashover and leakage current was not influenced by the composition of filler. The performance of flashover and leakage current was influenced duration of UV radiation. More longer period of UV radiation resulted in flashover decrease, but, the increase in the leakage current. Seemed that it was caused by decrease in hydrophobicity of characteristic of test material that influenced ESDD content. Accelerated ageing for 96 hours indicated some degradation of its surface applaned black fleck and incision on the material surface, but no significant change in chemical structure of the test material surface.

Kata Kunci : Resin Epoksi,RHA,ESDD, leakage current, flashover, hydrophobic, rice husk ash


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.