Potensi kepariwisataan bahari di Nembrala Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur
FOEH, Messakh, Dr.Ir. Budi Prayitno, M.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Arsitektur dan Perencanaan PPenelitian ini pada dasarnya mempunyai tiga tujuan, yaitu [1] mengetahui dan mendokumentasikan potensi kepariwisataan bahari di Nembrala; [2] mengetahui tahapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kegiatan kepariwisataan di Nembrala; [3] merekomendasikan upaya-upaya pengembangan kegiatan kepariwisataan bahari di Nembrala. Untuk mencapai tujuan tersebut metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pembobotan dan skoring untuk mengetahui potensi dan pengembangannya. Aspek-aspek yang dinilai adalah, [1] aspek resort; [2] aspek transportasi; [3] aspek perubahan sikap wisatawan; dan [4] aspek perubahan sikap pemerintah dan antisipasi masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa [1] potensi kepariwisataan bahari yang telah berkembang adalah atraksi; aksesibilitas; akomodasi; fasilitas dan servis; fasilitas pendukung; kunjungan wisatawan; pengelolaan; serta peran masyarakat. [2] tahapan perkembangan adalah aspek resort berada di fase 1 dengan faktor pendukung adalah dukungan lahan, dukungan investor dan dukungan infrastruktur sedangkan faktor penghambat adalah permukiman yang menyatu dengan kawasan wisata, kepemilikan lahan yang belum jelas serta penjualan dan penyewaan lahan kepada warga asing; aspek transportasi berada di fase 1 dengan faktor pendukung adalah tersedianya fasilitas dan jaringan transportasi serta strategis lokasi, faktor penghambat adalah terbatasnya jumlah, frekwensi, moda transportasi, jarak serta kualitas jaringan transportasi; aspek wisatawan berada di fase 1 dengan faktor pendukung atraksi, daya dukung lingkungan serta penerimaan masyarakat, faktor penghambat adalah media promosi yang terbatas serta long trip; dan aspek pemerintah dan antisipasi masyarakat lokal berada di fase 1 dengan faktor pendukung adalah regulasi dan sikap masyarakat, faktor penghambat adalah pandangan pemerintah terhadap kawasan masih bersifat umum serta peran masyarakat masih terbatas. [3] upaya-upaya pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan dan peningkatan akomodasi, fasilitas infrastruktur pendukung dan pelayanan; pengembangan dan peningkatan struktur dan jaringan aksesibilitas eksternal dan internal; pengembangan promosi dan atraksi serta pengembangan kapasitas aparatur dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kawasan wisata Nembarala memiliki potensi kepariwisataan berbasis alam yang didukung dengan fasilitas akomodasi dan jaringan aksesibilitas yang cukup memadai sedangkan fasilitas infrastruktur dan pelayanan belum mendukung sepenuhnya. Selanjutnya potensi tersebut masih dapat dikembangkan dengan melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat.
This research basically have three target, that is [1] knowing and documenting marine tourism potency in Nembrala; [2] knowing step and also factors influencing growth activity of tourism in Nembrala; [3] recommending development efforts activity of marine tourism in Nembrala. To reach the target of used by research method is descriptive qualitative used data stem from interview, observation and also documentation. Data analysis conducted with scoring and weighting to know potency and its development assessed by aspect is [1] resort aspect; [2] transportation aspect; [3] aspect of tourist; and [4] aspect governmental and anticipatory of local community. Result of research indicate that [1] marine tourism potency which have expanded is attraction; accessibility; accommodation; service and facility; supporter facility; tourist visit; management; and also role of society. [2] growth step is resort aspect reside in phase 1 with supplementary factor is area support, investor support and infrastructure support while resistor factor is settlement which is one with tourism area, ownership of unclear farm and also and sale rent of area to foreign citizen; transportation aspect reside in phase 1 with supplementary factor is available of strategic transportation network and facility and also location, resistor factor is the limited amount, frequency, transportation type, distance and also the quality of transportation network; tourist aspect reside in phase 1 with attraction supplementary factor, energy support environment and also acceptance of society, resistor factor is limited promotion media and also long trip; and aspect governmental and anticipatory of local community reside in phase 1 with supplementary factor is community attitude and regulation, resistor factor is governmental view to area still have the character of public and also role of community still is limited. [3] development efforts taken is and development improvement of accommodation, infrastructure facility of service and supporter; and development improvement of external access network and structure and is internal; promotion development and attraction and also official capacities development and society. Pursuant to result of the research hence can be concluded that Nembarala tourism area have tourism potency base on supported nature with facility accommodate and accessibility network which adequate enough while infrastructure facility and service not yet supported fully. Hereinafter the potency admit of to be developed by entangling government, private sector and community.
Kata Kunci : Kepariwisataan Bahari,Nembrala,Pengembangan Potensi, marine tourism - potency - phase - development