Kajian pengaruh tata vegetasi terhadap penciptaan iklim mikro ruang jalan :: Studi kasus Jl. Sultan Agung, Jl. Suroto, Jl. Lingkar Utara
FATHONI, Muhammad Zuhdan, Dr.Ir. Budi Prayitno, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)Pembangunan perkotaan yang kian pesat selain mendatangkan berbagai kemajuan juga membawa dampak negatif terutama berkaitan dengan menurunnya kualitas lingkungan. Salah satu dampak yang dirasakan yaitu adanya Urban Heat Island, dimana suhu tengah kota cenderung lebih tinggi dibandingkan degan daerah disekitarnya. Fenomena ini muncul sebagai akibat dari semakin padatnya kota dengan bangunan-bangunan serta terjadi pada daerah perkotaan yang tidak bervegetasi dan dengan kepadatan peduduk yang tinggi. Selain itu, keberadaan ruang-ruang kota yang semakin terisi dengan bangunan masif menyebabkan konversi lahan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan ruang terbuka yang tersedia semakin sedikit. Jalan sebagai jalur penghubung memiliki nilai lebih untuk dapat dimanfaatkan sebagai jalur hijau. Dalam hal ini, jalan tidak hanya berperan sebagai jalur transportai saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang-ruang kota yang bervegetasi. Dengan demikian diharapkan keberadaan vegetasi pada ruang jalan dapat menjadi alternatif dalam mengurangi tingginya suhu udara perkotaan disamping sebagai solusi terhadap semakin sempitnya lahan hijau di perkotaan. Dari latar belakang tersebut, timbul adanya pemikiran untuk mengkaji pengaruh tatanan vegetasi pada ruang-ruang jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran dari faktor pembentuk tata vegetasi dalam menciptakan iklim mikro yang baik bagi ruang-ruang jalan. Penelitian ini juga mencoba mengukur seberapa besar nilai termal dari suatu tatanan vegetasi tertentu yang dikaitkan dengan standar kenyamanan termal di Indonesia (menurut SNI T-14- 1993-03). Teori yang digunakan adalah teori yang berkaitan dengan faktor-faktor pembentuk tata vegetasi ruang jalan, yaitu teori tata hijau (vegetasi), peraturan ruang jalan dan teori tentang termal dan kenyamanan termal. Metode yang digunakan adalah metode simulatif, dimana peneliti melakukan simulasi model terhadap tata vegetasi secara eksisting dan melakukan pengukuran nilai termal yang terjadi dengan bantuan software Ecotect v5.20. Lokus penelitian mengambil tempat tiga ruang jalan yang berbeda di Yogyakarta, yaitu jalan Sultan Agung (Pakualaman), jalan Suroto dan jalan Lingkar Utara. Secara garis besar, hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi peneduh mampu mereduksi sinar matahari yang diterima ruang jalan, menciptakan area radiasi rendah dan suhu rendah yang baik dan mampu menciptakan nilai kenyamanan yang cukup. Pada tatanan tertentu, ruang-ruang pada ruas jalan memiliki keterkaitan dalam menciptakan peneduhan, baik pada sisi jalan, median maupun jalur lalu lintasnya. Hasil penelitian diarahkan untuk mencari arahan desain tata vegetasi yang mampu menciptakan iklim mikro yang baik bagi ruang jalan.
There are a lot of effects about negative ness and others from rapidly of town development; closely a thing those related with environment quality descends. One of effects is Urban Heat Island; there is when the temperature of central town has higher than around. This phenomenon comes as the result of buildings density at the town, and also comes in a rare or non vegetation of towns surround with high populous. In addition above, there is a very high land conversion caused by solid building in the townscape and it makes the open space come decrease over and over. The streets as a connector has a more value as green line. In this case, the street is not only as a traffic of transportation but also usefully as a vegetation town space. The other means of the action is alternatively to make decrease the high of air temperature, and as the solution of tightest the green yards in towns. From the abstract above, there is opinion to learn and research about vegetation influence at the street space. There is how much the influence of vegetation inlay factors to create a kind micro climate for the street space are the most purposes of the research. The other one is to attempt how much percent of thermal values from the certain vegetation inlay hooke with thermal comfort standard in Indonesia (according to SNI T-14-1993-03). The recommendation of theory in this thesis is the theory that has a directly connection with the factors of vegetation inlay in the street space, such as vegetation planning, the street space regulation, and thermal / thermal comfort theory. The method in take is simulative method, when the researcher do some simulation models of vegetation inlay in the eksisting way and do some measurement of thermal values with software Ecotect v5.20. Three different site of research location as located in Yogyakarta; they are Sultan Agung street (Pakualaman), Suroto street and North Ringroad street. In this case (overall), the result of th research show us that the shelters vegetation is ability to reducing a sun light which received the street space directly, to create a good low radiation area and low temperatures and of course have ability to create thermal values enough. In the each planning, the spaces of street have an influence that create the shelter, there is locating with, in the side of the street, in the median, or in the line of traffic. The result shows to determine design of vegetation inlay which have ability to create a good micro climate in the space of street.
Kata Kunci : Pembangunan Perotaan,Ruang Jalan,Tata Vegetasi, vegetation planning, street space and thermal