Laporkan Masalah

Studi tentang kondisi kerja industri genteng di Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat

HARYADI, Dr. Janianton Damanik

2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Tujuan mencapai laju pertumbuhan, menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan meningkatkan komoditi untuk ekspor ternyata banyak menghadapi hambatan baik dari pelaku, modal, dan penguasaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan gambaran keadaan yang ada dan kondisi obyektif industri kecil di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Untuk menjelaskan fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan teori Behavioral Sociology yang memusatkan perhatiannya pada hubungan antara akibat dari tingkah laku yang terjadi di dalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor. Di samping itu, penelitian ini juga menggunakan Teori Relasi . Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan kondisi kerja yang terdapat di industri genteng terkait dengan perubahan-perubahan eksternal dan struktural ekonomi lokal di Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat dan menjelaskan sejauh mana kondisi kerja di industri mikro tersebut mempengaruhi tingkat kesejahteraan pekerjanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kondisi kerja industri genteng di Kecamatan Pangkalan Lada berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari manajemen kerja yang baik, yang sudah diterapkan oleh pengusaha genteng setempat terhadap pekerjanya. Sebagaimana karakteristik industri kecil pedesaan lainnya, pekerja industri genteng juga merupakan kerabat dekat dari pemilik industri. Pekerjanya pun tidak hanya pekerja laki-laki saja, tetapi juga pekerja perempuan ikut andil di dalamnya. Realitas ini baik, karena para perempuan di Kecamatan Pangkalan Lada ikut membantu perekonomian keluarga mereka. Namun pemilik sudah menerapkan pembagian gaji yang layak bagi pekerjanya, memberi waktu cuti, memberi bonus tambahan kepada pekerja, dan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tunjangan-tunjangan lainnya seiring dengan peningkatan keuntungan dari hasil produksi dan penjualan genteng tersebut. Namun hanya sebagian kecil pemilik yang memberikan uang makan atau menyediakan makanan kepada pekerja. Dari deskripsi realita kondisi kerja industri genteng yang ada di Kecamatan Pangkalan Lada, seharusnya peningkatan kesejahteraan masyarakat pun menjadi lebih baik. Namun yang terjadi hanya sebagian kecil saja yang bisa dibilang `cukup` untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Sedangkan yang lainnya masih belum bisa menikmati hasil kerja mereka sebagai peningkatan kesejahteraan taraf hidup mereka. Hal ini juga terbukti dengan masih tingginya angka kemiskinan di Kecamatan Pangkalan Lada. Tetapi sejak adanya kerjasama dalam bentuk subkontrak makin lama kesejahteraan dari pengusaha usaha genteng dan para pekerjanya menjadi semakin meningkat. Selain itu, ada beberapa penghambat yang masih harus dibenahi antara lain: keterbatasan dana pembinaan dari pemerintah setempat, keterbatasan keterampilan dan pengetahuan perajin genteng, terbatasnya pemasaran produk, keterbatasan modal, teknologi yang digunakan masih sederhana, dan permasalahan pokok yaitu kurangnya pembinaan, pengawasan dan monitoring dari pemerintah terhadap industri genteng khususnya.

The aims of the fast population, absorb of many labour, increase the export are challenge many problems from the agents, capital, and knowledge of technology. All of that, it describe the real condition and objectivity condition from small industry in Indonesia. This research is qualitative. Explaining that phenomenon, this research use Behavioral Sociology Theory and concentrate on relationship between the consequence of actor's behaviour and the actor. Beside that, this research use Relation Theory too. The aims of this research are explain about realization working condition of roof industry with change external and structural local economy in Pangkalan Lada area, and explain how far that working condition in micro industry influence the welfare of its workers. The result of research indicated that the working condition of roof industry in Pangkalan Lada is well. It can see from application of good management by roof industrialist in that area to its workers. As the same of the others rural micro industry, roof industry workers are the family from owner of that industry. The workers are man and women at the community. That reality is well, because the women in Pangkalan Lada can involve and help the income of their family. The owners have given the salary proportional to he workers, leave time, bonus, a kick of the special day and the other kicks with increase of production profit and sell of the roof. But just a little from the owners give the food when rest of the working or its sub money. From describe of the condition reality of the roof industry in Pangkalan Lada should be increase of the workers welfare well. But on the contrary, just little workers said that the salary is enough to the needing of the family. The others said is not enough to increase their welfare. It is proof with high number of poverty in Pangkalan Lada. But, there are subcontract relationship, their life are being increase. There are restraints of that condition: fund cultivator limited from the government, skills and knowledge limited in roof industry, product marketing limited in local and regional, capital limited, simple technology. The main problem is fewer cultivators, controlling and monitoring from the government, especially in roof industry.

Kata Kunci : Industri Genteng,Kondisi Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.