Partisipasi Komite Sekolah :: Studi tentang Partisipasi Komite Sekolah pada SMU Negeri di Kabupaten Bangli
WEDANAYASA, I Putu, Drs. Djoko Suseno, SU
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Untuk mencapai pembangunan dibidang pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa agar bisa mencapai kemajuan dibidang ekonomi, politik, budaya, teknologi dan ilmu pengetahuan yang bisa bersaing di pasar global, maka investasi dibidang pendidikan mempunyai peranan penting untuk peningkatan kualitas manusia. Segala upaya sudah dilakukan pemerintah terkait dengan peningkatan mutu pendidikan, dari sistem pengelolaan pendidikan terpusat (sentralisasi) sampai timbulnya reformasi pendidikan yaitu pemberian otonomi dalam pengelolaan manajemen sekolah, namun belum mendatangkan hasil sesuai dengan tujuan cita-cita pendidikan yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Hal ini menunjukkan ketidakberdayaan pemerintah dalam meningkatkan mutu hasil lulusan pendidikan agar bisa bersaing di pasar global. Untuk mempercepat proses peningkatan mutu pendidikan yang dimaksud harus melibatkan semua komponen warga sekolah yaitu pemerintah, sekolah dan masyarakat. Pendidikan tidak menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu partisipasi aktif dari masyarakat dengan memberikan sumbangan, tenaga, pemikiran dan materi. Dalam konteks otonomi daerah sekolah diharapkan agar lebih bergerak secara mandiri untuk meningkatkan kinerja manajemen penyelenggaraan pendidikan. Terkait dengan itu agar terwakili kepentingan masyarakat agar dapat ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan maka dibentuklah Komite Sekolah dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 004/U/2002 dimana dalam Kepmendiknas tersebut aturan yang harus diemban oleh komite sekolah adalah sebagai pemberi pertimbangan, dukungan, kontrol dan mediasi. Terkait dengan partisipasi komite sekolah agar dapat berperan penulis ingin membuktikan apakah komite sekolah sudah berpartisipasi dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Umum di Kabupaten Bangli?. Penelitian ini mempergunakan analisis deskriptif kualitatif dengan metoda wawancara kepada pihak yang terkait sampai ditemukan jawaban yang memuaskan. Setelah dilaksanakan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua komite sekolah sudah ikut berpartisipasi dalam menunjang program sekolah walaupun ada perbedaan tapi bukan merupakan perbedaaan yang pokok. Dari hasil analisis (1) Partisipasi komite sebagai pemberi pertimbangan, komite sekolah sudah berpartisipasi aktif memberi pertimbangan kepada sekolah dalam merencanakan program pendidikan, penyusunan RAPBS, dan pengembangan sarana dan prasarana. (2) Partisipasi komite sebagai pendukung, komite sekolah telah memberikan dukungan yang optimal dan nyata membantu sekolah untuk melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan serta berpartisipasi dan berkomitmen dengan mencari dukungan di masyarakat, (3) Partisipasi komite sebagai pengontrol, komite selalu mengontrol pelaksanaan program sekolah terutama bidang akademik dan ekstrakurikuler, komite secara berkala juga menanyakan perihal prestasi siswa terutama pada akhir semester dan akhir tahun pelajaran. (4) Partisipasi komite sebagai mediator, selalu melakukan mediator dengan cara menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat termasuk stakeholder terkait dalam rangka pembangunan komitmen dan kerjasama. (5) Kelemahan dari kedua komite sekolah yang dijadikan subjek penelitian komite sekolah belum pernah melaksanakan angket atau kuesioner kepada orang tua siswa tentang masukan, ide, saran yang bersifat kreatif serta penggalangan dana bagi siswa yang kurang mampu. Namun demikian dari segi peran dan partisipasi kedua komite yang jadi objek penelitian telah berpartisipasi maksimal dalam menunjang kegiatan pendidikan.
To achieve development in education namely to make SMUrt for nation life in order to be able to reach developed economy, politic, culture, technology and knowledge who are able to compete in global market, so investment in education has a very important role to improve human being quality. Any efforts have been done by government related to improvement of education quality, from up-system education management (centralization) to the occurrence of education reformation, namely assigning autonomy in school management, but it has come no result as expected as the objective listed in Preamble of UUD 1945 ( Constitution ). It shows that no power for the government to improve quality of educational graduation in order to be able to compete in global market. To speed up process of education quality concerned, it must involve all components of school elements, namely government, school, and society. Education is not under government responsibility only, but also it needs active participation from society by giving donor, energy, thinking, and material. In regional autonomy context, school are expected to move autonomy to improve management performance of education process. In relation to be able represent society interest in order to participate in education implementation so it is established School Committee through Governmental Regulation number : 004/U/2002 where in this regulation as school committee must be acted as consideration , support, supervision and mediator one. Based on participation of school committee to be active, the writer would like to prove whether school committee has participated in the effort to improve education quality at Senior High Scholl in Bangli Regency?. This research applies descriptive qualitative analysis using interview method to parties concerned until finding satisfied answer. After research done, the research can be concluded that the two school committees have been involved in supporting school program although there are differences but no essential ones. From the result analysis (1) committee has actively participated in giving advice, school committee has actively participated in giving advice to school in planning education program, RAPBS formulation, and development of facilities and amenities. (2) Committee participation as supporting one, school committee has given optimum support and real one to assist school to run program in improving education quality and participate as well as have commitment to look for support in society, (3) participation of committee as supervisor, this committee always supervise implementation of school program especially in academic and extracurricular ones, committee regularly asks for student performance matter as mediator, always conduct mediator by having a good relationship with parents and society included stakeholder concerned for the sake of commitment and cooperation development, (5) weaknesses from the two school committees as research subject that school committee have never conducted questioner to students parent about creative input, idea, suggestion as well as promotes funds for poor student. Thus from the role and participation the two committees to be research object in this research has maximum participation in supporting education activity.
Kata Kunci : Partisipasi, Komite Sekolah, Peningkatan mutu Pendidikan, Participation, School Committee, Improvement of Education Quality