Desentralisasi pelayanan pendidikan di SMA Negeri Pangkalan Bun :: Studi hubungan kemitraan antara sekolah dengan Komite Sekolah
IKHWANUDIN, Drs. Djoko Suseno, SU
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Desentralisasi pelayanan pendidikan berdampak pada pergeseran paradigma manajemen sekolah menuju manajemen berbasis sekolah (MBS) dengan memberikan otonomi bagi sekolah untuk meningkatkan mutu melalui pengambilan keputusan partisipatif dan peranserta masyarakat. Peranserta masyarakat dalam pengelolaan sekolah oleh pemerintah diwadahi dalam Dewan Pendidikan pada Tingkat kabupaten dan Komite Sekolah pada tingkat sekolah. Pemberlakuan manajemen berbasis sekolah intinya adalah peningkatan prestasi baik akademik yang ditunjukkan dengan prestasi belajar maupun nonakademik yang ditunjukkan dengan prestasi seni, olah raga, kedisiplinan dan prestasi lainnya. Disamping MBS dan keberadaan Komite Sekolah, peningkatan prestasi didukung dengan pemberlakuan Kurikulum 2004 di setiap satuan pendidikan agar kualitas pembelajaran menjadi lebih baik dan lebih berorientasi pada siswa yang bermuara pada pembelajaran yang menyenangkan dan bergairah. Implementasi tiga kebijakan tersebut menjadi tantangan bagi sekolah dan Komite Sekolah yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Fenomena tentang pemberlakuan ketiga kebijakan tersebut di atas mendorong peneliti untuk melakukan kajian mendalam terhadap desentralisasi pelayanan pendidikan dengan focus pada studi kemitraan antara Sekolah dan Komite Sekolah. Penelitian dilakukan pada 5 sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi berperanserta, dan dokumentasi dengan sumber data yaitu manusia, suasana yang diamati, dan dokumen. Teknik snowball sampling digunakan untuk menyeleksi informan dengan terlebih dahulu menetapkan informasi kunci. Data selanjutnya dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis selama pengumpulan data dan analisis setelah pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite Sekolah dalam hubungan kemitraannya dengan sekolah telah berkontribusi dalam upaya peningkatan prestasi belajar akan tetapi dalam kemitraannya tersebut secara umum komite sekolah baru dapat menjalankan fungsinya sebagai badan pendukung (supporting agency) dan partisipasi Komite Sekolah hanya pada tataran partisipasi simbolik (degree of tokenism). Kurang optimalnya hubungan kemitraan ini disebabkan karena (1) kurangnya pemahaman sekolah tentang MBS; (2) kurangnya pengetahuan sekolah tentang manajemen sekolah; (3) sikap Komite Sekolah yang cenderung bersifat pasif dan menunggu; dan (4) kurangnya pemahaman Komite Sekolah tentang peran dan fungsinya. Keempat hal ini berdampak pada tidak optimalnya akuntabilitas dan transparansi dalam upaya peningkatan prestasi belajar dengan melahirkan akuntabilitas dan transparansi yang bersifat formalitas administrasi bukan pada dorongan rasa tanggung jawab kepada para stakeholders pendidikan. Pola kemitraan antara sekolah dan Komite Sekolah dalam penelitian ini masih dalam taraf kemitraan semu (pseudo partnership) karena salah satu atau kedua pihak yang bermitra tidak sepenuhnya paham tentang peran dan fungsinya dalam hubungan kemitraan yang dijalin.
Decentralization of education service impact to the drift of school management paradigm to school based management (MBS) by giving autonomy to the school to increasing the education quality through participative decision making and public involvement. Public involvement in managing the school by the government had be facilitated in Education Board in regency level and School Committee in school level. The implementation of school based management, substantially was increasing performance both academic showed by learning performance and non academic showed by performance in art, sport, discipline, and other achievement. Other than MBS and School Committee, to increasing performance was support by 2004 Curriculum in every education unit in order to learning quality be better and more oriented to student that end to enjoy learning and challenge. The implementation of that three policy be challenge for school and School Committee that commit to increasing education quality in their school. The phenomena about implementation of that three policy encourage to study on decentralization of education service by focus on partnership between School Committee and the School. The research be performed in 5 state senior high school in Kotawaringin Barat Regency by using qualitative approach. Data collecting was by in depth interview, participative observation, and documentation from human source, situation of the object, and document. Snowball sampling technique be used to selected the informant by establishing key informant. The data then be analyzed through two step, that is analysis in data collecting period and analysis after data collecting. The result of the research showed that in partnership between the School Committee and the School had contribution to increasing the learning performance, but in that partnership, generally the school committee only could performing the function as supporting agency and the participation only in degree of tokenism. That less optimal of partnership caused by (1) the School’s less understanding of MBS; (2) lack of school knowledge on school management; (3) the Schooll Committee attitude that tend to passive and wait; and (4) lack in School Committee’s understanding in its role and its function. That four item had impact to less optimal of accountability and transparency in order to increasing of learning performance by issuing acuntability and transparency that only in administrative formality and not based on responsibility to the education stakeholders. The partnership between the school and school committee still in pseudo partnership because one to another had commit partnership in less understanding on its role and its function in the partnership.
Kata Kunci : Pembangunan Pendidikan,Desentralisasi Layanan Pendidikan,Kemitraan Sekolah dan Komite Sekolah