Laporkan Masalah

Bantuan modal Pemerintah Daerah dalam meningkatkan produksi dan pemasaran industri kecil di Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli

WAHYUDA, I Gede Putu, Prof.Dr. Mudiyono

2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Globalisasi pada awalnya sebagai perkembangan tehnologi dan informasi, kemudian berimplikasi pada aspek ekonomi dan politik. Namun ada kecendrungan globalisasi merupakan proses budaya, dimana wilayah–wilayah dunia menjadi satu dalam format sosial politik dan ekonomi. Kemudian hal tersebut menjadikan pembangunan industri besar diprioritaskan sedangkan sektor industri kecil diminimalisasi, hal tersebut diharapkan akan memberi himbas kepada sektor lain (trickle down effect). Perkembangan sektor industri di Indnesia telah mengalami kemerosotan yang diakibatkan oleh krisis ekonomi yang terjadi pada pertengan tahun 1997. Keterpurukan industri kecil di Bali diakibatkan krisis ekonomi juga Bom Bali dan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), mengakibatkan banyak perusahan besar mengalami kerugian dan akhirnya tutup, sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada saat krisis berlangsung industri kecil dapat bertahan, bahkan produksi industri kecil cenderung meningkat. Peran industri kecil di Bali sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi. Di Kabupaten Bangli salah satu kegiatan yang dillaksanakan pemerintah daerah adalah memberikan bantuan modal kepada industri kecil guna meningkatkan produksi dan pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran program bantuan modal pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi dan pemasaran industri kecil di Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Metode yang dipergunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, objek penelitian mencakup perajin yang memproleh dan tidak memproleh bantuan modal pemerintah daerah dan pejabat yang berhubungan dengan kegiatan industri kecil di Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Logika awal dalam penelitian, bantuan modal pemerintah daerah akan dapat meningkatkan produksi dan pemasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan peningkatan produksi, bantuan modal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sedangkan dalam peningkatan pemasaran dipengaruhi oleh beberapa strategi Hasil penelitian, adalah peran bantuan modal dalam peningkatan produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : Bahan baku, tenaga kerja dan peralatan. Bagi perajin bambu dan kayu bantuan modal dipergunakan untuk pengadaan peralatan, sedangkan bagi perajin mas, perak dan garmen bantuan modal dipergunakan untuk pembelian bahan baku. Bantuan modal belum dipergunakan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, oleh karena sebagian besar tenaga kerja yang ada sudah memiliki keterampilan. Bantuan modal dalam meningkatkan pemasaran industri kecil di Kecamatan Bangli dipengaruhi oleh beberapa strategi pemasaran antara lain : 1) Strategi produksi, 2) Strategi harga, 3) Strategi distribusi dan 4) Strategi promosi. Bantuan modal dapat berpengaruh terhadap strategi produksi dan strategi promosi oleh karena dapat meningkatkan kualitas dan kuwantitas produksi serta dapat meningkatkan pemasaran, sedangkan bantuan modal tidak dipergunakan dalam meningkatkan strategi harga dan strategi distribusi.

At the beginning, globalization is the development of information and technology, then it implies on the economic and politics aspects. However, there is a tendency that globalization is a cultural process, in which countries around the globe become solitary in the format of social politics and economics. Subsequently, it impacts on the priority of large industries development and the minimization of small industries development in which it is expected that other sectors will be advantaged (trickle down effect). The development of industrial sectors in Indonesia have decreased which is caused by the economic crisis occurred in 1997. The decrease of small industries in Bali is caused by the crisis, the Bali bombing tragedy and the increase cost of fuel. As the results, a large numbers of companies suffer financial lost and close down and finally discharged their employees. When the crisis occurs small industries are managed to survive. In actual fact, they are increasing. The roles of small industries in Bali are prominent toward the economic growth. In Bangli regency, one of the activities conducted by the local government is providing capital assistance towards small industries in order to increase production and marketing. The purpose of this research is to be acquainted with the role of capital assistance given by local government in improving production and small industry marketing in Bangli district and Bangli Regent. The method used is descriptive method with qualitative approach. The research object covers craftsmen who obtained and do not obtain the government assistance and the government officials who deals with activities of small industries in Bangli district and Bangli regency. The initial hypothesis in this research is that the government’s capital assistance could increase production and marketing. The results of the research show that in increasing production, the capital assistance is affected by some factors. Whereas, in increasing market, some strategies affecting. The results of the research are the roles of capital assistance are affected by some factors, namely material for production, employees and appliances. Especially for bamboo and wood craftsmen, the capital assistance is used for provisioning appliances. For the gold, silver and garment craftsmen, the capital assistance is used to purchase material for production. The capital assistance has not yet used to increase the employees qualities because most of the employees has already had skills. The capital assistance in increasing the marketing of small industries in Bangli district is affected by some marketing strategies such as: 1) Production strategy, 2) Price strategy, 3) Distribution strategy and 4) Promotion strategy. The capital assistance can affect on production strategy and promotion strategy because it can improve quality and quantity of production and also increase market. Whereas, the capital assistance is not used in increasing price strategy and distribution strategy.

Kata Kunci : Industri Kecil,Produksi dan Pemasaran,Bantuan Modal Pemerintah Daerah,Capital, Small industry, Production, Vendor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.