Laporkan Masalah

Kebijakan pengembangan daerah wisata Kabupaten Kotawaringin Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

AINI, Gusti Nur, Prof.Dr. Mudiyono

2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Garis-Garis Besar Haluan Negara mengamanatkan bahwa pembangunan pariwisata perlu ditingkatkan untuk memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan penerimaan devisa, memperkenalkan alam dan kebudayaan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat berdasarkan Undang- Undang Dasar 1945. Ada tiga indikator yang digunakan dalam melihat keberhasilan kebijakan pariwisata, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, yaitu perkembangan sumber daya manusia dan tenaga kerja, pendapatan masyarakat dan daerah, serta manfaat dan dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan pariwisata tersebut. Penelitan ini adalah penelitian kualitatif, dimana prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini berdasarkan pada penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, yang berarti lebih banyak melakukan pengkajian data primer dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian.Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan realisasi kebijakan-kebijakan pengembangan daerah wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta hambatan-hambatan yang ditimbulkan dari kebijakan-kebijakan pengembangan daerah wisata tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pemerintah dalam mengakomodasikan kepentingan masyarakat terhadap kebijakan pengembangan pariwisata belum sepenuhnya berhasil, artinya masyarakat belum banyak memberikan kontribusinya pada pelaksanaan kebijakan pengembangan pariwisata oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Adapun yang menjadi kendala adalah pertama, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat, yang berarti rendahnya sumber daya manusia yang dimiliki. Kedua, terbatasnya dana yang dialokasikan pemerintah untuk sektor pariwisata, yang berarti masih rendahnya investasi yang ditanamkan di sektor pariwisata. Ketiga, sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan pariwisata masih sangat terbatas dan perlu ditingkatkan. Keempat, walaupun dari segi pendapatan masyarakat dan daerah mengalami peningkatan secara numerik, namun dari sisi kesejahteraan penduduk masih rendah. Ini terbukti dengan masih banyaknya masyarakat miskin di sekitar lokasi objek wisata yang belum ditangani dengan baik.

The National Direction Outline has mandated that the tourism development must be increase to expand the work and effort opportunity, increase the foreign exchange revenue, introduce the nature and culture and increasing the populace welfare based on the constitution 1945. There are three indicators used on looking at the success of this policy, especially in Kotawaringin Barat, was human resources development and work force development, the community income, and usefulness and effect of the tourism policy. The research conducted library research and field research, which means doing more study on primary and secondary data obtained from the research. The aims of this research are explain about realization of tourism policies development by the government of Kotawaringin Barat on increasing welfare community and explain the restraints of tourism policies development. The result of research indicated that the success level of government to accommodate the community to the tourism development policy have not success entirely. It means that the community has not much given their contribution with implementation of the tourism development policy, which conducted by the area government of Kotawaringin Barat. Now anything which becomes a restraint were; first, the lower of education and skill level of community. Second, the limitedness of fund that allocated by a government to the tourism sector which means still lower the investment that invested in the tourism sector. Third, the limitedness of medium and infrastructure that supported the tourism development. Fourth, from the community and area income are increasing numerically, but the other side on community welfare is lower. Its proof that has many of poor community in around object/location of tourism development still not finished well.

Kata Kunci : Kotawaringin Barat, sumber daya manusia, tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat, pendapatan masyarakat, investasi, human resources, work force development, the populace welfare, the community income, investment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.