Pemanfaatan pungutan modal usaha untuk produksi dan pemasaran dalam upaya peningkatan pendapatan petani kecil di Desa Jehen Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli
SWITRASANA, Gusti Nyoman, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Masalah kemiskinan yang dialami masyarakat pedesaan maupun perkotaan merupakan fenomena aktual yang selalu ditemukan seperti halnya di Indonesia, dan merupakan tantangan utama dalam pembangunan Nasional, hal ini dapat diketahui dari angka kemiskinan tahun 1976 mencapai 54,2 juta jiwa dan 22,5 juta jiwa tahun 1996. dengan krisis ekonomi di indonesia tahun 1997 mengalami peningkatan sampai mencapai 37,5 juta jiwa pada tahun 2004. Di Kabupaten Bangli penduduk miskin yang identik dengan petani kecil adalah 11.947 KK (23,36 %) dari total penduduk. Salah satu program untuk menanggulangi kemiskinan melalui kegiatan bantuan penguatan modal usaha untuk produksi dan pemasaran dalam upaya peningkatan pendapatan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan penguatan modal usaha untuk produksi dan pemasaran sebagai upaya peningkatan pendapatan petani kecil di Desa Jehem . Analisis tingkat pemanfaatan penguatan modal usaha untuk produksi dan pemasaran ini memakai data primer hasil wawancara dari petani kecil yang mendapat bantuan penguatan modal ussaha untuk produksi dan pemasaran Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 30 informan petani kecil yang telah memproleh bantuan penguatan modal usaha. Prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif dan temuan-temuannya lebih banyak dilukiskan dalam kata-kata dari pada angka-angka. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan antara lain : 1).Petani kecil merupakan penduduk miskin yang mempunyai pendapatan per kapita 320 Kg setara beras.2) Jumlah keluarga petani kecil lebih besar dibandingka Keluarga Berencana (dua anak cukup laki perempuan sama saja) 3).Rata – rata tingkat pendidikan adalah Sekolah Dasar, sehinggaberpengaruh terhadap tingkat produktivitas petani kecil . 4). Petani kecil sangat tergantung dari produksi hasil-hasil pertanian, sementara kepemilikan lahan mereka sangat sempit rata-rata 0,40 Ha, hal ini berpengaruh dalam pemenuhan kebutuhan keluarga sehingga perlu mendapatkan bantuan penguatan modal usaha . 5).Penguatan modal usaha yang diterima sangat berpengaruh terhadap produksi dan pemasaran hasil usaha tani dalam upaya peningkatan pendapatan, 6)Bantuan penguatan modal usaha bila dimanfaatkan secara intensif untuk produksi dan pemasaran mampu memberikan peningkatan pendapatan petani kecil hal ini dapat dilihat dari peningkatan pendidikan usia sekolah dan derajat kesehatan 7) Melalui bantuan penguatan modal usaha untuk produksi dan pemasaran petani kecil telah mampu meningkatkan kondisi perumahannya serta peralatan rumah tanggasecara signifikan Rekomendasi yang ditawarkan penulis dari hasil penelitian ini adalah Bantuan penguatan modal usaha untuk produksi dan pemasaran sangat diperlukan oleh petani kecil sehingga diharapkan tetap berkelanjutan dan berkesinambungan,dan pemanfaatan bantuan penguatan modal usaha akan lebih efektif apabila didalamnya didukung dengan kemampuan dan keterampilan baik teknis maupun manajerial yang baik dari sumber daya manusia yang dimilikinya.
Poverty within the society, both in villages and cities is an actual phenomenon that can be found every like that which happens in indonesia and has become the main challenge of National Development, which can be learned from the number of poverty in the year of 1976 that reached 54.2 million in the 1996, which number had grown up to 37.5 as resulted by the economical turmoil in 1997. In the Regency of Bangli, poor populations identical to low class farmers are as many as 11,947 households (23.36 %) from the total population. One of the programs to overcome poverty is through supporting activity of business capital strengthening for farming production and marketing in effort of increasing income. The objective of this research is to analyzy the untilization of business capital strengthening for production and marketing as an effort to increase the low income farmer’s earnings at the Jehem Village, District of Tembuku in Bangli Regency. This analyisis of rate of business capital for production and marketing utilization has manipulated premier data resulted from intervie with low income farmers who received the business capital strengthening for production and marketing. Analytical method used in this research is through Descriptive Qualitative approach. Data gathering technique was conducted through in depth interview to 30 low income farmer informants who have received capital strengthening credit. The procedure of this research has brought forth descriptive data and the findings are mostly expressed in words and digits. From the result of this research, it can be summarized as follows: 1) Low class farmer is poor population whose income per capita is as little as 320 kilograms of rice. 2) The number of family members is higher compared to Family Planning program participant’s with maximum of 2 children in one household. 3) Average educational background is Basic School that influences income rate of the farmers. 4) Low income farmers have a lot of dependence upon farming yields production, where as their ownership on land is limited at average of 400 meter squlre , this fact influences family’s basic needs fulfillment so that business capital strengtheningis in need. 5) Receipt of Business capital strengthening significantly affects the production and marketing of the farming business’ yields on the endeavor to increase income. 6) The intensive utilization of business capital strengthening for production and marketing has enabled farmers to increase income that can be observed from the increase of scholar education and degree of their health. 7) Through business capital strengthening support the low income farmers have been able to significantly uplift housing condition and equipments. The recommedation suggested by author based upon result of this research is that the business capital strengthening aid for farming production and marketing is of high demand to the low income farmers so it is expected to be continuous and extensive and untilization of the program will be more effective provided that it is supported by good capability and skill both technically and managerially of its human resources
Kata Kunci : Petani Kecil,Penguatan Modal Usaha,Produksi dan Pemasaran, Low Income Farmer, Business Capital Strengthening, Production, Marketing