Dinamika forum Stakeholders dalam jejaring penanganan korban kekerasan terhadap perempuan di DIY
SAPTATININGSIH, Rosalia Indriyati, Dr. Susetiawan
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Pemerintah DIY dalam menangani permasalahan kekerasan terhadap perempuan yang juga berdampak pada anak dari perempuan korban, berupaya melakukan kerjasama melalui jejaring antara pemerintah, pihak swasta dan LSM yang kemudian membentuk Forum Stakeholders Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan, yang selanjutnya dikukuhkan dengan SK Gubernur No .199 Tahun 2004. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bentuk dan dinamika jejaring yang dibangun oleh forum stakeholders, mengetahui dukungan kapasitas kelembagaan dalam membangun jejaring, merumuskan alternatif kebijakan dan pola jejaring yang tepat untuk penanganan korban kekerasan terhadap perempuan . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif. Sasaran yang dijadikan kajian dalam studi ini adalah anggota forum stakeholeders penanganan korban kekerasan terhadap perempuan di DIY dan perempuan korban kekerasan yang telah mendapatkan pelayanan dari forum. Dari penelitian ini diketahui bahwa beberapa stakeholders berpendapat dalam penanganan korban kekerasan terhadap perempuan perlu dilakukan berbagai upaya melalui kerjasama / jejaring antara pemerintah, pihak swasta dan LSM. Model jejaring yang telah disepakati oleh anggota forum, dalam pelaksanaan penanganan terhadap korban tidaklah selalu mulus sesuai yang diharapkan, banyak lembaga pemerintah yang tercatat sebagai anggota forum, namun dalam pelaksanaannya tidak semuanya memahami tujuan kerjasama jejaring tersebut, sehingga pelaksanaan jejaring tidak optimal seperti yang diharapkan. Dalam penelitian ini ditemukan adanya berbagai kendala yang dihadapi anggota forum, didalam melaksanakan jejaring dengan organisasi/lembaga anggota forum, yaitu adanya perbedaan karakteristik stakeholders mengakibatkan kinerja antar lembaga sering tidak konsisten dengan kesepakatan. Kurangnya pemahaman anggota forum akan pengertian jejaring, menjadi hambatan utama. Hubungan state – capital dan civil society tampaknya memang sulit untuk dilakukan komunikasi yang terbuka, sehingga sistem yang dibangun dengan jejaring ini tidak berjalan dengan baik. Adanya kesepakatan setiap lembaga dapat melakukan sendiri penanganan korban jika mampu, menunjukkan bahwa sistem ini tidak kuat dan tidak ada saling ketergantungan. Sistem yang ideal adalah jika antar anggota dalam sistem itu saling melengkapi dan ada ketergantungan. Dengan demikian dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pada forum stakeholders dalam jejaring penanganan korban kekerasan terhadap perempuan di DIY belumlah ideal, karena baru merupakan sisitem rujukan saja, tidak ada saling ketergantungan dan belum ada perekat yang kuat antar lembaga.
The government of Yogyakarta in handling the women harassment cases (and usually also affects the kids of the women), is working together with the network that the government has, the private companies and also Non Government Organization (NGOs). And in the end they made a stakeholders forum called Handling Women Victims of Harassment ( Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan ) which later being signed by the Governor in the SK Gubernur No 199 Tahun 2004. The purpose of this research are to describe the models and the dynamics of the network that has been built by the stakeholders forum, to know the support capacity which is given by the organizations in building in building the network, to defined alternative policy and also the right pattern of network to handle the harassment victims. The research is using the qualitative interpretative research method. The targets of this research are the stakeholders forum of Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan in Yogyakarta and also the woman who had been handled by this forum. From this research we could see that some stakeholders are having the opinion that it is really necessary to do all efforts to handle the harassment victims through building the net works between government, private and also NGO’s. The model of the network that has been dealt by the members of the forum is not alwayas working as it is expected, there are lot of government organization which are in the list of the member of this forum, but in fact they don’t really understand the purposes of this forum and finally it makes the action of this network is not working expectedly. Whithin this research, founded that there are some obstacles that the members of the forum have to face in doing the networks with the organization, which is the characteristics differences between the stakeholder’s members which caused inconsistency working quality between the organization, sometimes. Less understanding from the stakeholder’s members about the meaning of the network it self later being the main obstacle. The relations between the state-capital and also civil society seems not be able to hold an open communication system, moreover it caused the system built by the network cannot work properly. By the exixtence of a statement which said that every organization is allowed to handle the victims it self maximally, shows that there is no connections between one organization to the others. Instead, an ideal system could occur if every member in the system needs, completes and depends to each other. Finally, the conclusion from this research is that the system in the stakeholders forum in networking the handling of women victims of harassment in Yogyakarta is not an ideal system yet, because it is just a sample of a system, and no depending and strong things that can make them holding hands with each other.
Kata Kunci : Kekerasan Terhadap Perempuan,Penanganan,Stakeholders, Networking, Stakeholders Forum, Women Violence Victims