Nelayan dan pelabuhan Perikanan :: Studi tentang pemanfaatan pelabuhan perikanan Paranggi oleh masyarakat nelayan Kabupaten Parigi-Moutong Propinsi Sulawesi Tengah
USMAN, Arjan, Drs. Sutaryo, M.Si
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Studi Pembangunan)Pengembangan pelabuhan perikanan di suatu daerah yang memiliki Sumber Daya Alam serta potensi kelautan yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat, akan membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di daerah tersebut. Dengan demikian tidaklah merupakan hal yang aneh apabila pemerintah baik pusat maupun daerah melaksanakan pembangunan untuk kebutuhan masyarakatnya, termasuk pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah sangat memperhatikan pengembangan pembangunan Pelabuhan perikanan di Kabupaten Parigi-Moutong yang tujuannya untuk mendorong perekonomian di daerah, termasuk di wilayah Pesisir Teluk Tomini. Sejak Tahun 2000 Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi- Moutong, telah membangun Pelabuhan perikanan dengan infrastruktur yang cukup memadai, dengan menggunakan anggaran dana dekon antara Pusat dan daerah, akan tetapi selama ini pelabuhan tersebut belum termanfaatkan oleh masyarakat nelayan sebagai pengguna utama sarana tersebut. Penelitian ini dilaksanakan guna mengetahui faktor-faktor penyebab kurangnya pemanfatan pelabuhan tersebut. Sehingga nantinya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Pelabuhan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. metode deskriptif yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah merupakan metode yang berusaha mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemui dilapangan yang berhubungan dengan pemanfaatan pelabuhan perikanan oleh masyarakat nelayan di kabupaten Parigi- Moutong, sedangkan kualitatif dipakai untuk mendapatkan gambaran secara sistematis, cermat dan akurat mengenai fenomena yang sedang diamati. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan melaksanakan wawancara langsung dan menggunakan daftar wawancara (instrumen garde). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak termanfaatkannya pelabuhan perikanan oleh masyarakat nelayan cenderung dipengaruhi oleh faktor (1) Aksesibilitas yaitu akses fisik dan akses sosial (lokasi, jarak, perumahan, penghasilan, waktu, biaya dan usaha/infestasi), (2) Faktor Sosial Budaya (Pendidikan dan sikap primitif ), (3).Faktor kebijakan pemerintah (Kurangnya koorinasi, komunikasi dan Menejmen Pengelolaan) semua faktor tersebut sangat berpengaru atas pemanfaatan pelabuhan perikanan oleh masyarakat nelayan utamanya nelayan asli ( etnis bajo) sebagai pengguna utama yang rutinitasnya adalah pencari ikan.
Development of fishery port in a region having great natural resource and maritime potential for community economic will bring positive impact in term of better economy in the region. Therefore, it is not strange when central and regional government do development for their people need. It is also true for government of Central Sulawesi Province that very concern about development of fishery port in Parigi-Moutong regency that have objective to drive regional economy, including in Teluk Tomini coast. Since 2000, government of Central Sulawesi Province through Fishery and maritime office in Paranggi village, district of Ampibabo in Parigi-Moutong regency has built fishery port with sufficient infrastructure using budget from centralregional deconstruction fund. However, the port has not been utilized by fisherman as the main user. This research was to study factors causing less usage of the port. Output of the research is expected to be material for consideration in planning development of port in Indonesia. This research used qualitative descriptive method. The descriptive method is intended to describe facts found in field related to usage of fishery port by fishermen in Parigi-Moutong regency, while qualitative method was used to get systematic, precise and accurate description of phenomena being observed. In this research, data was collected using interview and questionnaire (as supporting data). Result of the research indicated that unused fishery port by fishermen was influenced by (1) accessibility is access factor and social factor (location, distance, housing, income, time, cost and effort/investment); (2) socialculture factor (education and primitive attitude); (3). Government policy factor (less coordination, communication and management) all factor of most influencing to making something beneficial to fishery port by fishermen community specially indigenous fishermen (bajo) as user having livelihood as seaman.
Kata Kunci : Pelabuhan, Masyarakat Nelayan, Kebijakan, ports, fisherman community, policy