Gerakan pemberdayaan perempuan di desa :: Studi tentang aktivitas kelompok perempuan pedesaan di Klaten
YUSUF, Muhammad, Dr. Partini
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Studi Pembangunan)Tesis ini berjudul : Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Desa ; Studi tentang aktifitas kelompok perempuan pedesaan di Klaten. Penelitian ini merupakan buah ketertarikan penyusun terhadap aktifitas kelompok-kelompok perempuan yang berada di Klaten, yang sampai saat ini tercatat ada 68 kelompok perempuan. Didasari oleh keberadaan perempuan yang berada pada posisi marjinal di dalam masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang kuat dipengaruh budaya patriarkhi. Maka keberadaan kelompok perempuan di pedesaan menjadi suatu kajian yang cukup menarik. Aktifitas kelompok yang berkutat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persoalan kehidupan sehari-hari sampai persoalan ekonomi yang membelit rumah tangga merupakan kajian yang cukup menarik. Kelompok perempuan tersebut telah tumbuh dan berkembang didalam masyarakat selama puluhan tahun, hal ini mengindikasikan bahwa kelompok tersebut cukup eksis di masyarakat. penelitian ini akan mencoba melihat apakah aktifitas gerakan pemberdayaan oleh kelompok perempuan di pedesaan termasuk dalam kategori sebagai gerakan perempuan, dan bagaimana keberhasilan aktifitas kelompok perempuan tersebut sebagai media penyadaran jender di masyarakat tradisional-pedesaan. Selain ingin menjawab persoalan tersebut penelitian ini akan menjadi media pustaka dan referensi untuk program-program pemberdayaan perempuan dikalangan masyarakat pedesaan. Anggota kelompok perempuan ini adalah perempuan-perempuan desa yang miskin, berpendidikan rendah dan tidak mempunyai struktur pekerjaan yang jelas atau mapan. Kegiatan yang dikembangkan diantaranya adalah pelatihan usaha, kursus dan pelatihan skill lainnya. Program ini mempunyai tujuan untuk memberikan bekal ketrampilan kepada kaum perempuan pedesaan agar mampu mandiri secara ekonomi. Kemandirian ekonomi diyakini akan membawa implikasi positif terhadap posisi tawar perempuan dalam rumah tangga. Selain kegiatan tersebut, kelompok perempuan juga mengadakan serangkaian aktifitas yang yang dapat dikategorikan sebagai gerakan pemberdayaan karena rutinitas dan kegiatan-kegiatan yang dikembangkan mempunyai tendensi pemberdayaan, misalnya pelatihan-pelatihan menjahit, memasak, dan lain sebagainya. Disamping itu selain pelatihan skill individual, aktifitas kelompok perempuan ini juga dikembangkan dengan pelatihan sadar jender yang membekali anggota kelompok dan keluarganya tentang kesetaraan jender didalam masyarakat khususnya didalam keluarga. Proses dan aktifitas pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh kelompok perempuan tersebut sedikit banyak membawa implikasi yang cukup signifikan dalam pola relasi perempuan didalam keluarga dan didalam masyarakat. Kemandirian ekonomi perempuan yang dibekali dengan cara pandang kesetaraan jender yang dilakukan oleh kelompok perempuan tersebut sedikit demi sedikit telah mengangkat posisi tawar perempuan dalam rumah tangga. Ini membuktikan bahwa kelompok perempuan cukup efektif untuk menjadi media penyadaran jender dikalangan masyarakat tradisional pedesaan. Sifat gerakannya yang cenderung humanis dan tidak mengandalkan massa, tetapi lebih mengedepankan isu dan perubahan mainstream cara berfikir masyarakat merupakan bukti bahwa kelompok perempuan relevan untuk disebut sebagai gerakan perempuan yang masuk dalam kategori sebagai Gerakan Sosial Baru (GSB). Keberadaan dan eksistensi kelompok perempuan tersebut merupakan langkah awal yang cukup signifikan dalam proses pemberdayaan perempuan, sehingga cara ini dipan
This thesis is entitled Woman Empowerment Movements in Rural Areas: A Study on the Activities of Rural Woman Groups in Klaten. This research is a result of the writer’s interest in the activities of woman groups established in Klaten which are currently registered as many as 68 groups. Since women are put on the marginal position in society, especially in rural society which is strongly affected by patriarchal culture, it is interesting to study the existence of women in rural areas. The activities of the groups concerning with daily routines, from the problems of daily life to the economic problems in households are interesting subjects to study. These woman groups have grown and developed in society for decades. It indicates that these groups exist in society. This research will attempt to discover whether the activities of empowering movements conducted by woman groups in rural areas can be categorized as a woman movement, and how successful the activities of the woman groups as a medium for gender awareness in traditional rural society. Besides intended to answer the questions, this result of this research is expected to be a library material and reference for woman empowerment program in rural society. The members of the woman groups are poor rural women who are less educated and have no definite and fixed job structure. The activities developed by the groups are, among others, entrepreneurships, courses and other life skill trainings. These programs are purposed to provide a skill provision to rural woman community in achieving an economic autonomy. It is believed that an economic autonomy will bring a positive implication toward the bargaining position of women in households. Apart from it, the woman groups also conduct a series of activities that can be categorized as empowering movements since the developed activities and routines have a tendency toward empowerment, such as sewing and cooking and other kinds of trainings. In addition to skill individual trainings, the activities of these woman groups are also enhanced in the trainings of gender awareness that provide the group members and their families with a gender equality discourse in society, particularly at family levels. The process and activities of woman empowerment conducted by the woman groups has brought a significant implication toward the relations of women in their families and their society. The economic autonomy and gender equality awareness of women developed by the woman groups has gradually lifted up the position of women in households. It proves the effectiveness of woman groups as a medium of gender awareness in traditional rural society. The characters of the woman groups which are humanitarian, not rely on mass power and propose discourses on changes in the mainstream way of thinking in society is a proof that the woman groups are relevant to be called as woman movements categorized in New Social Movement. (GSB).The establishment and existence of the woman groups have become a significant starting point in the process of woman empowerment. Therefore, they are considered as an effective way in developing discourses on gender equality in society.
Kata Kunci : Masyarakat Pedesaan,Pemberdayaan Perempuan, Empowerment, Social Movement, Autonomy