Strategi kelangsungan hidup mantan TKW :: Studi pada mantan TKW Arab Saudi desa Ujungsemi Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon
HAKIM, Abdul, Dr. Partini
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Studi Pembangunan)Persoalan kemiskinan yang tidak kunjung usai dan sempitnya lapangan kerja di desa mendorong para wanita desa Ujungsemi melakukan migrasi. Proses ini terpicu oleh tersedianya lapangan kerja yang ada di luar negeri kebanyakan diperuntukkan bagi kaum wanita. Sector yang banyak digeluti para pekerja wanita Indonesia di luar negeri adalah sector informal rendah atau kerja kasar antara lian: pembantu rumah tangga, pelayan restoran dan baby sister. Tawaran penghasilan tinggi dibandingkan dengan jenis pekerjaan serupa di dalam negeri menghapus rasa takut mereka akan resiko kerja menjadi TKW. Mereka bisa mengumpulkan modal untuk membeli tanah, membangun rumah dan untuk membuka usaha setelah pulang kampung. Kesulitan ekonomi yang selama ini melilit mulai teratasi bahkan lebih dari cukup. Namun kondisi tersebut di atas tidak berlangsung lama. Artinya mereka harus kembali ke kampung halaman dan memulai kehidupan lagi yang tentunya berbeda dengan kehidupan di luar negeri. Mereka tidak lagi mudah mengumpulkan uang. Dari latar belakang tersebut, maka dirumuskan permasalahan penelitian yakni bagaimana kondisi sosial ekonomi mantan TKW setelah tidak lagi menjadi buruh migran, serta, strategi apa saja yang mereka lakukan untuk menjaga kelangsungan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kualitatif, suatu metode yang berusaha memberikan interpretasi mendalam terhadap temuan-temuan di lapangan berdasarkan fakta-fakta sosial yang sebenarnya. Data lapangan diperoleh dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam (indepth interview) dan pengamatan. Sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang tepat serta memadai sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Adapun tahapan analisis data adalah tahap reduksi, tahap display dan tahap analysis data. Informan dipilih menggunakan tehnik purposive sampling. Dengan tehnik ini Informan dipilih berdasarkan kareteria tertentu yaitu sudah berkeluarga dan lebih dari 2 tahun tinggal di desa. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang dari jumlah mantan TKW yakni 55 orang. Berhubung karakteristik informan bersifat homogen, pekerjaan dan latar belakang, maka sejumlah informan ini dianggap telah mewakili dan menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para mantan TKW pada awalnya mengalami masal liminalitas ketika kembali ke kampung halaman yang berdampak pada usaha memulai kerja di desa. Sebelumnya mereka memiliki status sosial yang tinggi dalam keluarga. Namun status sosial tersebut lama-lama meredup seiring menurunnya penghasilan mereka di desa. Perubahan lain yang dihasilkan dari migrasi yakni pergeseran status pekerjaan misalnya dari buruh tani menjadi petani penggarap, pedagang atau usaha mandiri lainnya. Untuk menjaga kelangsungan hidup, mereka melakukan berbagai strategi antara lain; pemanfaatan jaringan sosial; mobilisasi anak perempuan; minimalisasi jumlah anak; menabung; produksi subsistensi dan penghasilan tambahan; menekan biaya hidup dan pemanfaatan pinjaman. Semakin kuat tekanan ekonomi, maka semakin banyak jenis strategi yang dilakukan. Pada umumnya strategi yang mereka lakukan, apapun jenisnya, bermanfaat untuk menjaga kelangsungan hidup mereka setelah tidak lagi menjadi TKW. Namun, mereka bisa lebih sejahtera kalau varian strategi tersebut dibarengi dengan adanya modal.
Poorness problems which did not finish and as narrow as employment at the village motivates the girls of Ujungsemi conduct the migration. This Process triggered by available of employment in abroad most destined for womankind. Sector which is a lot of wrestled by the TKW is informal sectors or harsh job, for example: housemaid, steward of restaurant and baby sister. compared to high income bargain similar work in country vanish their fear ness to become TKW. They can collect the capital to buy the lands; building house and to open the effort after coming home. Economic difficulty which during the time can be overcame even more than enough. But above mentioned condition do not take place for a long time. Its means, they have to return to native land and start the life again which perhaps differ from the life in foreign country. They difficult to get money. From the problems background, hence formulated a research problems namely how the social-economic condition of former TKW after no longer become the migrant labour, and also, what strategy are conducted by the former TKW to take care of the continuity of life. Method used in this research is descriptive-qualitative Method, a method trying to give the circumstantial interpretation to field data based on social facts which in fact. Field data obtained by using in-depth interview technical and observation. While data analysis use the qualitative analysis that is analysis giving description and adequate correct conclusion and also as according to topic and the purpose of research. Informant selected wiht purposive sampling technique. Technically this Informant selected by pursuant to certain characterizes that have get married and more than 2 year live in the countryside. Info rmants in this research amount to 15 people from amount of former TKW namely 55 people. Linking informants characteristic have the character of homogeneous, hence a number of this informant shall be deemed to have deputized and reply the research problems. Result of this research indicate that all former TKW initially experience of liminalitas situation when returning to native land that affecting the effort to start job in countryside. Previously they have the high social status in family. But the social status sometime later lour downhill along with their productivity in countryside. Other; Dissimilar change yielded from migration namely friction of work status for example from farm-worker become the yeoman, other selfsupporting effort or merchant. To take care of the continuity of life, they do various strategy for example; social network exploiting; daughter mobilization; minimize sum up the child; saving; production of subsistence and perquisite; depressing living cost and loan exploiting. Gain strength the economic pressure, hence more and more strategy type conducted. Generally strategy which they conduct, any its type, useful to take care of the continuity of their lives after no longer become TKW. Through these strategies, they can pass off the life even can improve prosperity.
Kata Kunci : TKW,Strategi Hidup,Migration, Survival Strategy