Konflik alih fungsi Taman Nasional Gunung Merapi
WIANTI, Kristiani Fajar, Dr. Heru Nugroho
2007 | Tesis | S2 SosiologiPenelitian dilakukan untuk mendapatkan penjelasan sosiologis mengenai penyebab terjadinya konflik dalam proses alih fungsi Taman Nasional Gunung Merapi dan menemukan berbagai kepentingan yang menjadi dasar perdebatan para pihak yang berkonflik dengan menguraikan peta konflik yang terjadi. Metode yang dipilih adalah adalah Studi Kasus (Case Study) karena studi konflik memerlukan berbagai sumber bukti sebagaimana yang dibutuhkan oleh metode ini. Pertimbangan lain pemilihan metode adalah kespesifikan kasus alih fungsi TNGM jika disandingkan dengan proses alih fungsi serupa di kawasan konservasi yang lain. Konflik alih fungsi TNGM adalah salah satu riak diantara arcs deras perubahan paradigma pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Pemerintah dituntut mampu mewujudkan demokrasi ekologi dalam mengelola kawasan konservasi. Rasa tidak percaya pada argumen pemerintah untuk mengkonservasi kawasan Gunung Merapi dengan menjadikannya taman nasional dikuatkan oleh ketidakkonsistenan pemerintah menjalankan prosesnya. Walhi adalah forum Ornop yang paling keras menolak penetapan TNGM berdasar kenyataan banyaknya persoalan yang terjadi di sejumlah taman nasional yang telah ada. Persoalan konservasi sumberdaya alam tidak hanya berakar pada masalah teknis konservasi kanekaragaman hayati melainkan terangkat oleh faktor non teknis seperti interaksi kekuatan politik lokal, nasional, maupun global, kondisi historis suatu masyarakat atau negara, serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang persoalan konservasi sumberdaya alam tersebut. Berbagai kepentingan bermain dibalik penetapan Gunung Merapi sebagai taman nasional, seperti agenda pemerintah mewujudkan satu juta hektar kawasan konservasi bare, upaya mewujudkan strategi kemitraan dalam pembiayaan tujuan pembangunan millenium yang ke tujuh yaitu menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta agenda global bisnis keanekaragaman hayati melalui berbagai proyek dan studi di kawasan konservasi.
This study has been carried out to get sosiological explanation about the cause of conflict on the establisment of Mount Merapi National Park and finds the interest of parties who debate in this conflict by conflict mapping. Method selected was Case study because conflict mapping needs various source of evidences as required by this method. Other reason is that this case was specific if compared to other protected area status change process. Conflict on the establisment of Mount Merapi National Park is one of cases in shifting paradigm of protected area management in Indonesia. Government is expected to realize ecological democracy in managing conservation area. Distrust to government argument to protect Merapi area by merging three management statuses into one form of national park strengthened by governmental un-consistency implements its process. Walhi is one of NGO that refuse Mount Merapi National Park based on reality that many problems happened in a number of national parks in Indonesia. The problem of natural resources conservation is not only based on technical problem but upraised by non-technical factor like power of local politics, national, and global, historical condition of community or state, and the level of public knowledge about problem of natural resources conservation. Many interest plays in forming of Merapi MountMount Merapi National Park, like governmental agenda to realizes one million hectares of new protected area, partnership and financing strategy on development millenium goals, especially number seven goal, and global agenda on biodiversity industry through various projects and study in protected area.
Kata Kunci : Konflik,Alih Fungsi Taman Nasional Gunung Merapi, Conflict, Mount Merapi National Park