Laporkan Masalah

Kehidupan sosial-ekonomi buruh perkebunan di Afdeling, Deli-Serdang 1864-1942

SUSTIANINGSIH, Ira Miyarni, Prof.Dr. Djoko Suryo

2007 | Tesis | S2 Sejarah

Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kehidupan para buruh perkebunan yang berada di afdeling Deli-Serdang, serta bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh beberapa orang Eropa dan pribumi sendiri untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial-ekonomi para buruh perkebunan pada masa Hindia Belanda. Kondisi kehidupan yang dialami para buruh dengan segala tekanan dalam bekerja dan tingkatan-tingkatan sosial-ekonomi dalam kehidupan bermasyarakatnya lambat laun menimbulkan gejolak amarah para buruh. Hal tersebut telah membuat masyarakat atas perkebunan takut, sehingga mereka semakin memperketat peraturan-peraturan lebih dari sebelumnya. Selanjutnya situasi dalam masyarakat perkebunan semakin tidak terkendalikan lagi, ketika tindakan pembunuhan telah menjadi sesuatu yang sering terjadi dalamkehidupan. Tindakan-tindakan tersebut berdasarkan laporan-laporn resmi pemerintah, banyak dilakukan oleh para buruh. Sistem yang dipakai oleh pihak perkebunan lambat laun mendapat protes dari beberapa orang Eropa dan Pribumi, karena sistem tersebut telah memperlakukan para buruh bukan sebagai manusia, tetapi sebagai binatang. Untuk selanjutnya berbagai macam perbaikan sistem kontrak kerja para buruh dilakukan, akan tetapi sistem kontrak yang telah diperbaharui tidak berhasil meningkatkan kehidupan sosial-ekonomi para buruh perkebunan. Berbagai organisasi dan surat kabar pada masa itu juga banyak memberikan pengaruhnya, hingga berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda.

This study had an aim to gives a clear description about the life of plantation labour in Deli-Serdang afdeling (district), and what kind of efforts did the Europeans and the native people do to develop socialeconomical degrees of these plantation labor’s life in the Netherlands Indies era. The condition of life that experienced by the labour with all the working pressure they faced, and social-economical degrees in their social life slowly aroused dissatisfaction and anger among the labours. This circumstance had made higher classes of plantation society became afraid, so they restricting the regulation more than before. Then, the condition in the plantation society became more uncontrolled, when killings became a thing that more usually happened in their life. According to the official reports these actions mainly done by the labours. System that used by the planters slowly gained protest from such Europeans and Natives, because that system had treated the labours inhumanly, but as an animal only. Subsequently any kind of reformation in contract system had failed to develop social-economical life of the plantation labour. Such organizations and presses in that era also gave many influence, until the end of Netherlands-Indies government.

Kata Kunci : Sejarah ndonesia,Buruh Perkebunan,Afdeling Deli Serdang 1864,1942, Labour, Plantation, Social-Economical life


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.