Pemaknaan terhadap Sajak-sajak Lengkap 1961-2001 karya Goenawan Mohamad :: Kajian intertekstual
BANITA, Baban, Prof.Dr. Rachmat Djoko Pradopo
2007 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini berjudul “Pemaknaan Terhadap Sajak-sajak 1961—2001 Karya Goenawan Mohamad: Kajian Intertekstualâ€. Tujuan penelitian ini untuk memaknai sajak-sajak yang terhimpun dalam antologi Sajak-sajak Lengkap 1961—2001 terutama dalam hubungannya dengan teks-teks wayang dan mitos sebagai hipogramnya. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan teori dan metode intertekstual. Adapun langkah-langkah yang ditempuh adalah menganalisis struktur tekstual sajak dan menghubungkannya dengan teks-teks lain yang menjadi latar penciptaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks-teks wayang dan mitos Jawa sebagai hipogram pada antologi Sajak-sajak Lengkap 1961—2001 ada tujuh sajak. Hal ini menunjukkan adanya penerimaan dan tanggapan pengarang terhadap cerita wayang dan mitos Jawa. Ketujuh sajak itu mengungkapkan, ketidakpercayaan pada cinta sejati yang terdapat dalam “Dongeng Sebelum Tidurâ€, perlawanan perempuan pada kesewenang-wenangan laki-laki dan mempertanyakan kesetiaan terdapat dalam “Menjelang Pembakaran Sitaâ€, kesewenang-wenangan penguasa terhadap rakyat terdapat dalam “Penangkapan Sukraâ€, kesakitan berpisah dengan kekasih dan keegoisan laki-laki terdapat dalam “Asmaradanaâ€, kegelisahan pada kematian yang sudah dipastikan penyebab dan kedatangannya terdapat dalam “Pariksitâ€, hukuman dan ketidaksukaan Tuhan pada orang munafik dan riya terdapat dalam “Gotolocoâ€, dan kelemahan perempuan dan keegoisan lakil-laki terdapat dalam “Persetubuhan Kunthiâ€.
This research entitles “Significance to wards Goenawan Mohamad’s Sajak-sajak Lengkap 1961—2001: Intertextual Studyâ€. It aims to signify those poetry collected in Sajak-sajak Lengkap 1961—2001 anthology especially in relation to puppet and myths texts as a hypogram. Based on that purpose, this research shows that Javanese puppet and myths texts as a hypogram in seven poetry of Sajak-sajak Lengkap 1961—2001 anthology. It shows that there are a writer’s acceptance and reception towards stories of Javanese puppet and myths. Those seven poetry expresses a disbelieveness to an eternal love found in “Dongeng Sebelum Tidurâ€, a woman subversion to man’s arbitrariness and questioning faithfulness found in “Menjelang Pembakaran Sitaâ€, a power’s arbitrariness to people found in “Penangkapan Sukraâ€, a painfulness separating by his/her lover and a man’s egoistness found in “Asmaradanaâ€, an anxiety to death which is ascertained its cause and presence found in “Pariksitâ€, God’s punishment and dislikeness towards a hypocrisy and ostentatious man found in “Gotolocoâ€, and woman’s weakness and man’s egoistness found in “Persetubuhan Kunthiâ€
Kata Kunci : Sastra Indonesia,Sajak,sajak Goenawan Mohamad,Intertekstual,intertextual, hypogram text, textual structure