Diagnosis Viral Nervous Necrosis pada ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) berdasarkan gejala klinis, histopatologik dan deteksi molekuler
TOBING, Felix Lumban, Prof.drh. Widya Asmara, SU.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Sain VeterinerTujuan penelitian ini adalah untuk mendiagnosa Viral Nervous Necrosis (VNN) pada ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscoguttatus) berdasarkan gejala klinis, perubahan histopatologik dan deteksi molekuler. Penelitian awal dilakukan terhadap sampel ikan kerapu macan dari daerah yang pernah positif VNN (Belawan, Sialang Buah dan Binjai Langkat) dengan deteksi PCR di Balai Karantina Ikan Polonia Medan. Kemudian dilanjutkan penelitian terhadap ikan kerapu macan dengan jumlah 6 ekor terdiri dari 3 ekor umur 30 hari (D30) dan 3 ekor ikan umur 60 hari (D60). Ikan diinfeksi buatan VNN dengan dosis perlakuan (P1) 0,1 ml pada perlakuan P1D30 dan P1D60 dengan cara penyuntikan melalui intraperitonial dan sebagai pembanding di tetapkan kontrol/tanpa infeksi VNN (P0) pada sampel P0D30 dan P0D60. Pengamatan gejala klinis selama 48 jam dengan periode pengamatan jam ke-12, 24, 30, 36, 42 dan 48 setelah infeksi buatan, kemudian dilanjutkan pengamatan histopatologi organ mata dan otak serta deteksi molekuler dengan PCR IQ2000TM. Deteksi PCR dilakukan di Laboratoium Balai Budidaya Laut Batam dan pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta. Hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap organ otak sampel ikan dari Belawan, Sialang Buah dan Binjai Langkat adalah negatif terinfeksi VNN. Hasil deteksi PCR terhadap organ mata dan otak menunjukkan bahwa sampel P0D30, P0D60 dan P1D60(1) negatif terinfeksi VNN, sedangkan pada sampel P1D30 dan P1D60 (2) positif terinfeksi VNN. Sampel P1 D30 mulai jam ke-36 sampai jam ke-48 menunjukkan adanya gejala klinis berupa berenang mulai tidak beraturan, posisi perut ikan miring dan terbalik (terganggu keseimbangan), warna permukaan kulit pucat hingga gelap dan nafsu makan kurang hingga tidak mau makan. Pada perlakuan sampel P1D60(2) gejala klinis mulai tampak jam ke-42 hingga jam ke-48, sedangkan pada sampel P1D60(1), P0D30 dan P0D60 hingga jam ke- 48 tampak sehat. Ikan kerapu macan umur 30 hari lebih mudah terserang VNN jika dibanding dengan umur 60 hari secara klinis. Ikan kerapu macan yang diinfeksi VNN selama 48 jam sudah menunjukkan hasil Nested RT-PCR positif lemah dengan band pada 289 bp. Dua ekor dari empat ekor ikan kerapu macan yang diinfeksi VNN menunjukkan vacuolisasi retina mata dan sel saraf otak.
This research aimed is to diagnose Viral Nervous Necrosis on Tiger Grouper Fish (Ephinephelus fuscoguttatus) by pursuant to clinical symptom, histopathological changes and molecular detection. The study was done in Pathology Laboratory, Gadjah Mada University Yogyakarta and Branch for Marine Aquaculture in Batam. The early research was done of tiger grouper fish sampel from area which have is positive of VNN (Belawan, Sialang Buah dan Binjai Langkat) and detected PCR in Fish Quarantine Laboratory Polonia. Then continued research in Batam. Six fishes divided into two groups : 30 day old of age (D30) and 60 day old of age (D60). Extracted VNN was infected intraperitonially with 0,1 ml dose of tissue extract into two groups of fish (2 fish of each or P1D30 and P1D60). Two fish (P0D30 and P0D60) were not infected with VNN as a control. Clinical symptom were observed during 48 hours with period of 12, 24, 30, 36, 42 and 48 hours after infection, then was continued by histopatological changes and molecular analyses with PCR IQ2000TM. Fish P1D30 showed clinical symptom start from 36 hours until 48 hours post inoculation. The clinical symptom that can be detected are swimming irregularly with uncertain position, skin surface become pale to dark, anorexia. Fish P1D60(2) started to show the symptom at 42 hours after infection. Groups of fish P1D60( 1), P0D30 and of P0D60 did not show the symptom until 48 hours. Result of Nested-PCR showed that groups of fish P0D30, P0D60 and P1D60(1) were negative of VNN, but on P1D30 and P1D60(2) were positive of VNN infection. Tiger Grouper Fish (Ephinephelus fuscoguttatus of 30 day old was more sensitive to VNN infection than older fish (60 day old of age). Result of Nested-PCR was postitive with with a weak band at 289 base pair. Two of four infected fish showed vacuolization at retina and central nervous system/ brain.
Kata Kunci : Penyakit Ikan,Infeksi Virus VNN,Gejala Klinis, Viral Nervous Necrosis, Histopatologist, PCR, Tiger Grouper Fish (Ephinephelus fuscoguttatus).