Laporkan Masalah

Efektivitas perasan bawang putih (Allium sativum) untuk pengendalian infeksi Vibrio alginolyticus pada Kerapu Macan (Epinephelus Fuscoguttatus)

SARIATI, Woro Nur Endang, drh. Syarifuddin Tato, SU

2007 | Tesis | S2 Sain Veteriner

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perasan Bawang Putih (Allium sativum) sebagai antibakteri V.alginolyticus dan konsentrasi perasan Bawang Putih yang efektif untuk mengatasi V. alginolyticus pada Kerapu Macan (E.fuscogutattus). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta. Kerapu Macan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah total 72 sampel. seluruh sampel diinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus isolat Mataram secara intraperitoneal menggunakan spuit 1 cc pada dosis 0,1 cc LD50. Ikan sampel dibagi 6 kelompok (P0, P1, P2, P3, P4, dan P5) masing-masing terdiri dari 12 ekor ikan. Pengobatan dengan perasan Bawang Putih dilakukan dengan metode short bath 15 menit/hari selama 5 hari pada konsentrasi yang berbeda-beda, yaitu 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 200 ppm (P2), 300 ppm (P3), 400 ppm (P4) dan 500 ppm (P5). Ikan kelompok P0 digunakan sebagai kontrol positif terinfeksi V. alginolyticus. Pada hari ke 6, perlakuan perendaman dihentikan dan dilakukan pengamatan gejala klinis. Ikan sampel yang mati selama perlakuan dan seluruh ikan sampel yang masih bertahan hidup sampai hari ke enam diambil spesimen jaringan jantung, hati, limpa, usus dan otak untuk dibuat preparat histopatologik. Kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, Oksigen terlarut, dan salinitas. Data mortalitas ikan dikaji dengan ANOVA dan Multiple comparison test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan mortalitas ikan sampel berbanding terbalik dengan penambahan konsentrasi perasan Bawang Putih dan perlakuan yang dilakukan beda nyata (p<0,05). Gejala klinis yang tampak pada ikan terinfeksi seiring dengan bertambahnya konsentrasi perasan Bawang Putih adalah operkulum membuka, kurang responsif, nafsu makan menurun, pelepasan mukus berlebihan dan hemoragi pada kulit yang bersifat difus. Daya Kelangsungan Hidup (DKH) Kerapu macan terinfeksi V. alginolyticus diobati dengan perasan bawang putih 100 ppm adalah 100 %. Konsentrasi perasan bawang putih yang efektif mengatasi infeksi V. alginolyticus adalah 100 ppm.

Research conducted to learn comprehensively the effectivity of garlic (Allium sativum) extract against V. alginolyticus infection and determining effective concentration against V. alginolyticus on grouper (E. fuscoguttatus). Research was taken in laboratory of Microbiology and Pathology, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta. Grouper fish involved in this research were 72. The entire fish were injected with 108 cell/ml Vibrio alginolyticus isolate from Mataram dose 0,1 cc/fish intraperitoneally devided into 6 groups ( (P0, P1, P2, P3, P4, and P5 consisting 12 fish each. All groups of fish were treated infection garlic extract for 15 minutes per day during 5 days with different concentration, there were 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 200 ppm (P2), 300 ppm (P3), 400 ppm (P4) and 500 ppm (P5). Specimens of heart, liver, spleen, intestine and brain were undertaken of moribund and dead fishes during treatment period and until day 6th, for histopathologikal analysis. Water quality observed including temperature, pH, dissolved oxygen and salinity. Mortality rate were analysed through ANOVA and Multiple Comparison. Mortality rate of fish increased significantly (p<0.05) opposite to the extract concentration. Clinical sign emerged of infected fish treated with garlic raw extract were opening of operculum, less responsiveness, anorexia, over-released mucous and diffuse hemoraghic of skin. Viability rate of Grouper infected V. alginolyticus treated with 100 ppm raw garlic extract was 100 %. The effective concentration of raw extract was 100 ppm.

Kata Kunci : Penyakit Ikan,Infeksi,Perasan Bawang Putih,Vibrio alginolyticus, Allium sativum, grouper


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.