Pelatihan berpikir positif untuk meningkatkan penerimaan diri pada remaja difabel
HALIDA, Aril, Dr. Sofia Retnowati, MS.,Psi
2007 | Tesis | S2 Psikologi (Magister Profesi Psikologi Klinis)Masa remaja erat kaitannya dengan masalah citra tubuh yang akan mempengaruhi proses penerimaan diri mereka. Pada remaja difabel, keterbatasan fisik yang mereka alami menimbulkan pikiran negatif tentang diri sehingga mempengaruhi proses penerimaan diri. Penelitian ini bermaksud untuk membantu remaja difabel untuk meningkatkan penerimaan diri melalui pelatihan berpikir positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pelatihan berpikir positif terhadap peningkatan penerimaan diri pada remaja difabel. Pelatihan diadakan selama empat hari berturut-turut dan terbagi dalam 10 sesi. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized pre test-post test control group. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anava Campuran Amatan Ulangan. Partisipan yang diikutsertakan dalam penelitian sejumlah 20 orang yang terbagi dalam dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol/kelompok tunggu. Partisipan merupakan klien PRY Yogyakarta usia remaja, berpendidikan minimal SMP, dan memperoleh skor rendah pada Skala Penerimaan Diri. Berdasarkan analisis kuantitatif, diketahui bahwa terdapat peningkatan rerata skor Skala Penerimaan Diri pada kelompok eksperimen saat post test dan follow up dibandingkan saat pre test. Sebaliknya pada kelompok kontrol mengalami penurunan rerata saat post test dan follow up dibandingkan ketika pre test. Diketahui pula bahwa terdapat interaksi antara waktu tes (pre test, post test, dan follow up) dengan kelompok penelitian yang ditunjukkan dengan nilai F sebesar 22,133 (p = 0,000). Hal ini berarti terdapat interaksi yang signifikan antara waktu tes (pre test, post test, dan follow up) dengan kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol). Dengan demikian pelatihan berpikir positif berhasil meningkatkan penerimaan diri pada remaja difabel.
Body image is a factor that related to the teenagers’ self acceptance. But teenagers with physical disability sometimes have a negative thought that interfered their self acceptance’s process. This research aimed to understand the effect of positive thinking training toward self acceptance of teenagers with physical disability. This training held in four days and divided into 10 sessions. Experimental research design used randomized pre test-post test control group. The data was analized by Mixed Anova. Participants were 20 clients of Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) Yogyakarta who were divided into two groups, experimental group and control group/waiting list. All participants were teenagers, had formal education of minimum SMP grade, and they got low score on Penerimaan Diri Scale. Quantitative analysis showed that mean score of experimental group increased on post test period and follow up period. On the other hand, the mean score of control group was decreased at post test and follow up. There was interaction between time of measurement (pre test, post test, and follow up period) and the group with F 22,133; p= 0,000 so there was an interaction between time of measurement (pre test, post test, and follow up) with the group (experimental group and control group). It was concluded that positive thinking training efectively improved self acceptance of teenagers with physical disability.
Kata Kunci : Penerimaan Diri,Remaja Difabel,Pelatihan Berfikir Positif, self acceptance, possitive thinking training, physical disability