Kelompok bantu diri untuk mengurangi emosi negatif pada remaja pengungsi Gempa dan Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
MAWARPURY, Marty, Dr. Tina Afiatin, M.Si.,Psi
2007 | Tesis | S2 Psikologi (Magister Profesi Psikologi Klinis)Gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam merupakan bencana terbesar yang menghancurkan lebih dari setengah Daerah Istimewa Aceh. Dampak pasca bencana memunculkan berbagai masalah psikologis yang memerlukan penanganan intensif, tak terkecuali pada remaja. Remaja rentan mengalami fluktuasi emosi karena belajar untuk menghadapi segala masalah yang ada dengan caranya sendiri. Emosi negatif adalah salah satu perubahan yang diekspresikan pada perilaku negatif setelah peristiwa tersebut, misalnya berkata kasar, berkelahi, marah, sedih yang berlarut-larut. Hal tersebut akan menyulitkan adaptasi diri dan dapat menyebabkan gangguan mental mulai dari ringan hingga berat. Oleh karena itu, remaja survivor perlu mempelajari kemampuan koping emosi dalam menghadapi masalah. Kelompok bantu diri merupakan salah satu alternatif bagi remaja untuk mengatasi masalah karena dalam kelompok remaja dapat mengeksplorasi emosi dan memperoleh dukungan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kelompok bantu diri dalam mengurangi emosi negatif yang muncul pada remaja pengungsi gempa dan tsunami Aceh. Hipotesis yang diajukan adalah kelompok bantu diri efektif untuk mengurangi emosi negatif pada remaja pengungsi gempa dan tsunami Aceh. Subjek adalah 16 orang dengan karateristik yaitu remaja berusia 15-18 tahun, 15 orang perempuan dan 1 orang laki-laki, tinggal di pengungsian daerah Aceh Barat, dan kehilangan/meninggalnya anggota keluarga. Analisis data dilakukan secara kuantatif dan kualitatif. Secara kuantitatif menggunakan Anava Mixed sedangkan secara kualitatif yaitu analisis terhadap pelaksanaan program dan data individual. Hasil menunjukkan bahwa nilai F= 103,402; p<0,05 yang berarti hipotesisi diterima. Sumbangan efektif sebesar 77,5%. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah pada survivor.
Earthquake and tsunami at the end of 2004 in Nanggroe Aceh Darualam was a big disaster that destroyed more than half of that special province. Impact of the event showed some psychological problem that need intensive care include teenagers. Teenagers have high risk for fluctuative emotion because they still learn to face all problem with their own perspective. Negative emotion is one of change which present on their behavior such as fight, rude, fear, anger, and sadness. It will make them difficult to adjust and can cause mental heath problem from the mild untill heavy level. In order of that, survivors need to learn effective coping style to face the problem. Self help group is one of alternative for teenagers to face the problems because in they can explore theoir emostion and get emotional support The aim of this research is to identify the effectiveness of self help group to reduce the negative emotion for teenagers who became victim of the earthquake and tsunami. The hypothesis is self help goup effective to reduce negative emotion for the teenagers who became the victim of Aceh’s earthquake and tsunami. The subject of this research are 16 teenagers with some characteristic; 1 boy and 15 girl, 15-18 years old, stay in barrack in West Java, and loosing family. This research used quantitative and qualitative analyses. The quantitative analyse used Anova Mixed to know the different of negative emotion of two groups and qualitative analyse is from self help group programme and individual data. According to data analysis, the score F=103,402; p<0.050 means the hypothesis of this study accepted. 77,5% are the effectiveness of the self help group.
Kata Kunci : Emosi Negatif,Remaja Pengungsi,Kelompok Bantu Diri, teenagers, negative emotion, self help group