Laporkan Masalah

Terapi kognitif untuk meningkatkan kesadaran emosi pada penderita Hipertensi esensial di Puskesmas Depok II

INTEN, Made Sri, Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, MMed.Sc.,Ph.D.,Psi

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Magister Profesi Psikologi Klinis)

Faktor emosi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah. Reaksi emosi secara signifikan dapat meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik yang dikenal dengan istilah hipertensi. Kondisi emosional negatif berkaitan erat dengan cara berpikir penderita hipertensi saat menghadapi peristiwa. Apabila penderita hipertensi masih dipengaruhi oleh penyimpangan pemahaman terhadap suatu peristiwa, akan menimbulkan emosi berlebihan khususnya saat mengalami pengalaman-pengalaman emosional yang tidak menyenangkan. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari lima penderita hipertensi esensial dengan usia 49 hingga 59 tahun yang merupakan pasien dari Puskesmas Depok II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen Small-N design. Analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretes dan postes (Z= -2,032; p=0,042 dengan taraf signifikansi p<0,05) menandakan bahwa kesadaran emosi menunjukkan peningkatan yang signifikan dari sebelum terapi diberikan. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima.

Emotional factors are known to develop hypertension. The effect of emotion reaction significantly enhance systolic and diastolic blood pressure which commonly known as hypertension. Negative emotional was linked strongly toward how hypertensive patients think when dealing with incident. If still being influence by a wrong judgement, it will cause to much emotion, especially during unpleasant emotional experiences. Participant were five essential hypertensive patients of Depok II Puskesmas (49-59 years old). This was a Small-N experimental design with Wilcoxon Signed Ranks Test analysis. According to data analysis, there was significant differences between pre-test and post-test scores Z= -2,032;p=0,042 (p<0,05); This study indicated that cognitive therapy by changing thinking pattern and way of events perception in essential hypertensive patients could enhance their emotional awareness.

Kata Kunci : Terapi Kognitif,Kesadaran Emosi,Hipertensi, hypertension, cognitive therapy, emotional awareness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.