Laporkan Masalah

Hubungan antara harga diri, optimisme, dan dukungan sosial dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh

BASRI, A. Said Hasan, Prof.Dr. Sri Mulyani Martaniah, MA

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri, optimisme, dan dukungan sosial dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesehatan mental penyandang cacat tubuh ditinjau dari jenis kelamin, tingkat kecacatan, dan kapan kecacatan terjadi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari penyandang cacat tubuh yang tinggal minimal satu bulan di BBRSBD, berusia antara 14-30 tahun, dan tingkat kecacatannya tergolong ringan serta sedang. Sebanyak 100 penyandang cacat tubuh dilibatkan dalam penelitian ini, 60 penyandang cacat tubuh untuk uji coba skala dan 40 orang untuk subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan empat skala, yaitu skala harga diri, optimisme, dan dukungan sosial, serta skala kesehatan mental penyandang cacat tubuh. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi dan analisis varians melalui program SPSS 15.0 for windows. Metode wawancara digunakan untuk menjelaskan dan memperkaya hasil penelitian. Melalui analisis regresi diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara harga diri, optimisme, dan dukungan sosial dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh (R = 0,730, sig < 0,010) dengan sumbangan efektif (R2 = 53,3%). Hasil analisis parsial diperoleh; pertama, ada hubungan positif yang sangat signifikan antara harga diri dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh (R = 0,385, sig < 0,010), dengan sumbangan efektif (R2 = 14,8 %). Kedua, tidak ada hubungan yang signifikan antara optimisme dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh (R = 0,193, sig > 0,050). Ketiga, tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesehatan mental penyandang cacat tubuh (R = 0,088, sig > 0,050). Melalui analisis varians diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; pertama, tidak ada perbedaan kesehatan mental pada penyandang cacat tubuh pria dengan wanita (F = 2,428, sig = 0,069). Kedua, tidak ada perbedaan kesehatan mental pada penyandang cacat tubuh yang tingkat kecacatannya ringan dengan yang sedang (F = 0,008, sig = 0,929). Ketiga, tidak ada perbedaan kesehatan mental pada penyandang cacat tubuh yang mengalami kecacatan sejak anak-anak dengan remaja (F = 1,085, sig = 0,305). Secara keseluruhan kesehatan mental penyandang cacat tubuh berada pada tingkat sedang.

This research aimed to examine the correlation between self esteem, optimisms, social support and the mental health of physically disable person. This study also intended to reveal the difference of physically disable person’s mental health observed from gender, the degree of disability, and when the disability occurred. Purposive sampling was used in this study. The subjects of this study were physically disable person who live in BBRSBD Dr. Soeharso Surakarta for at least a month, their age were between 14 to 30 years, and their disabilities were classified as moderate and light. There were 100 disable persons involved in this research, 60 persons were used for trying out the questionaires and the 40 persons left were used as subject of the research. Four questionaires concerning self esteem, optimism, social support, and mental health were used to collect the data. The data were analized by using regression and univariate analysis of varians. The calculation used the SPSS 15.0 for windows program. To enrich the result, the subjects were also interviewed. The results of the regression analysis indicated that, there was a significant and positive correlation between self esteem, optimism, and social support and mental health (R = 0,730, sig < 0,010) with contribution (R2 = 53,3 %). The results of the partial analysis indicated that: (1) there was a significant and positive correlation between self esteem and mental health (R = 0,385, sig < 0,010), with contribution R2 = 14,8 %. (2) there wasn’t a significant and positive correlation between optimism and mental health (R = 0,193, sig > 0,050). (3) there wasn’t a significant and positive correlation between social support and mental health (R = 0,088, sig > 0,050). The results of univariate analysis of varians indicated that: (1) there was no difference between the mental health on male and famele of physically disabled person (F = 2,428, sig = 0,069). (2) there was no difference between the mental health of physically disabled person with light and moderate disability (F = 0,008, sig = 0,929). (3) there was no difference between the mental health of the physically disable person who got their disability since childhood and adolescent (F = 1,085 dan sig = 0,305). As a whole, the physically disable persons involved in this study were classified as having a moderate mental health.

Kata Kunci : Harga Diri,Kesehatan Mental,Penyandang Cacat Tubuh, Self esteem, optimism, social support, mental health


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.