Laporkan Masalah

Gaya kepemimpinan transformasional dan penilaian keadilan prosedural pada Partai Politik berbasiskan ideologi nasionalisme dan religius

MAULANA, Herdiyan, Prof.Dr. Faturochman

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Sosial)

Interaksi sosial yang kita lakukan dalam keseharinnya dikarakteristikan dengan perhatian yang terfokus pada isu-isu keadilan, termasuk di dalam setting organisasi partai politik. Permasalahan penilaian keadilan di dalam organisasi akan sangat terkait dengan banyak hal, termasuk bagaimana interaksinya dengan figur kepemimpinan sebagai entitas tertinggi dalam organisasi. Konsep keadilan prosedural sebagai bagian dari keadilan organisasi merupakan salah satu hal terpenting di dalam dinamika sosial di dalam partai politik. Partai sebagai wadah aspirasi dan kepentingan banyak individu sangat mengedepankan prosedur yang adil bagi semua anggota, karena partai bukan milik individu tetapi gabungan dari suara banyak orang. Kepemimpinan transformasional yang saat ini banyak dikaji dan terus berkembang menjadi bagian dari topik dalam penelitian keadilan prosedural untuk memberikan suatu sudut pandang baru mengenai interaksi keduanya dengan ideologi sebagai landasannya. Analisis multivarians digunakan untuk menguji interaksi antara gaya kepemimpinan transformasional dan penilaian keadilan prosedural dengan ideologi partai sebagai acuannya. 60 orang responden yang berasal dari dua partai yang masing-masing merepresentasikan ideologi pancasila (nasionalis) dan Islam yaitu Partai Demokrat sebanyak 30 orang dan Partai Keadilan Sejahtera sebanyak 30 orang di wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa; (a) Secara signifikan ideologi partai merupakan acuan dalam terciptanya interaksi antara gaya kepemimpinan transformasional dan keadilan prosedural (F=7.67; p=0.00); (b) Pada partai dengan ideologi agama (Islam) secara signifikan (p=0.00)memiliki persepsi terhadap kepemimpinan transformasional yang lebih tinggi (x=199.00) dibandingan dengan partai dengan ideologi pancasila (nasionalis) (x=164.00); (c) Secara signifikan (p=0.13) tidak terdapat perbedaan penilaian keadilan prosedural baik itu pada partai islam (x=22.16) maupun partai nasionalis (x=21.30).

Social interaction that we do in our daily live often characterized with the intention to justice matter, include in the social-political dimension, political party specifically. The matter of justice in political party setting will intense with many things included the role of interpersonal treatment performed by supervisors (leader) in organization. The Concept of procedural justice as a part of the organizational justice model is one of the most important thing in the social dimension of political party. Political party as formal institution for people aspiration and interest took ahead the fair procedural things for all organization members and how the procedures are put into action by the authority figures in organization. This research outlines an approach to perceive of procedural justice that extends beyond the usual emphasis on the corporate industrial organizational setting. The emphasis falls instead on perceptions of organizational justice that shaped from transformational leaderships style associated with specific ideology based in political organizational party. Multivariate analysis (MANOVA) were used to examine the interaction between transformational leaderships style and perceived procedural justice of political party with difference ideology based in 60 members from two major political party which represent islam and pancasila ideology based (PKS and PD) (30 respondent each party) in Yogyakarta. The study reported on here concludes that; (a) ideology as a reference for interaction between perceived procedural justice and transformational leaderships style toward political party in Indonesia were found significantly found (F=7.67; p=0.00). (b) Transformational leaderships were significantly perceived higher (p=0.00) in the religious ideology based party (x=199.00) than national ideology based party (x=164.00). (c) Perceived procedural justice was not significantly (p=0.13) different between parties with different ideology.

Kata Kunci : Keadilan Organisasi,Gaya Kepemimpinan,Partai Politik, Procedural Justice, Transformational Leaderships Style, Political Party


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.